Ternyata Proton Menghawatirkan Jeleknya Image Malaysia Dimata Indonesia

Malaysia memang sadar sepenuhnya bahwa image mereka begitu jelek dimata Indonesia, setidaknya hal ini tercermin dalam strategi pemasaran mobil Proton di Indnesia.Setidaknya semangat untuk mengalihkan isu anti malaiysia didegungkan dengan jargon Proton: Dengan Kualitas, Sentimen Anti Malaysia Pasti Pudar. Wew.

Suprima-S
Suprima-S

Ya, lihat saja di Indonesia hingga September lalu, mengutip data Gaikindo, penjualan mobil Proton di Indonesia tahun ini baru mencapai 978 unit. Pangsa pasar Proton masih di bawah angka 1 persen, kalah jauh dari pabrikan Jepang seperti Toyota, Daihatsu yang menguasai pasar Indonesia dengan market share masing-masing 35,16 persen dan 14,72 persen. Payah kan, itu tak alin adalah salah satu efk sentimen anti malaysia.

Nah, ini proton meluncurkan mobil andalannya yakni Suprima S, yang merupakan produk Proton yang paling lengkap untuk saat ini, yang di design untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup modern, dengan menawarkan sejumlah fitur yang inovatif, seperti Proton Infotainment dengan Sistem Operasi berbasis Android, lampu penunjuk arah belakang menggunakan lampu LED, DRL (Daytime Running Lights) , Hill-Hold Assist, dan Park Assist dengan sensor parkir depan. SO, akankah sukses dengan hrga diatras 200 jutamyakni tepatnya 275 jeti? Mmm!

Advertisements
Advertisements

59 Comments

  1. Di Malaysia sendiri banggakah orang menggunakan Proton? Kalau jawabannya tidak ya ndak heran kalau disini juga gak laku.

  2. jangan mau beli berapapun harganya, harga diri bangsa jauh diatas apapun. masih sangat banyak pilihan yang lebih baik

  3. pemerintah malaysia tahun2 yang lalu mewajibkan pakai proton.
    tapi tahun ini dibebaskan dan mereka sepertinya menggunakan merek jepang.

    pertanyaanya, ada apa dg proton? apakah sudah dimiliki asing?
    dg katalain lotus beli proton apa proton beli lotus?

    untuk pasar indonesia susah kecuali jual murah.

    • yach karena mereka ditekan.

      mereka inginya jual produk mereka ke luar malaysia

      yach produk luar malaysia juga boleh dong masuk malay.

      gitu boss.

      makanya astra export tuh kijang ke sana khan?

  4. Malaysia tetangga yang di benci dan di suka..
    1. Kita benci malaysia tetapi TKI kita banyak yang kerja disana;
    2. Kita benci malaysia, tetap kita yg mampu nonton balam MotoGP disana;
    3. Balap bebek kita meraja.. tetap balap motorsport Malaysia yang berjaya.

    Sebenci-bencinya kita dengan Negara Malaysia.. kenapa kita selalu dibelakang mereka ?? Entahlah .

    • kita pernah didepan mereka, tapi sekarang dibelakang.

      yach tanya kepada diri sendiri aja.

      tapi sama orgnya kita ngak benci kok.

      mereka hargai kita kok kalu lagi disana.

  5. Yah namanya tetangga, tar berantem rebutan mangga,…tar akur kalo lagi arisan…seharusnya kita menyikapinya dengan dewasa, apakah dengan dendam bisa menambahkan sehasta saja rezeki kita…

    • yach,

      banyak kok mahasiswa kita yg dapet beasiswa dari petronas

      dan di sana mereka sangat dihargai, karena imbalannya cuma ngajar selama mereka s2, s3

  6. Setuju….
    Mau mahasiswa kita dapet beasiswa disana, mau pekerja kita yg kerja disana.
    Mereka udah bilang kita anj*ng.
    Masih mau respek.????
    Kalo gw ogah…. Malah kepengen ngebantai itu Malingsia…
    Harga diri gw sebagai bangsa Indonesia terluka bro….
    Sori gw esmossi…. :@

  7. sayang presidennya kurang greget seperti pak harto (dalam kasus ini)
    waktu itu pak harto dengan senang hati menerima mobil yg diexpor mahatir (proton) tapi secara tidak langsung mengejeknya dengan menjadikannya sebagai mobil taksi.
    gak ada yg salah sih, tapi imej modil taksi waktu itu ya agak miring.
    jangan bandingin taxi alphard lho ya….

  8. mengesampingkan rasa nasionalisme,
    bagaimanapun juga Proton lebih bagus dari Tata,
    di tempat saya nyawah, sering lihat proton lari kencang, dan rata-rata mobil Tata, jarang sekali lihat berlari kencang……
    kenapa?….

    • karena bajunya tata dari baja
      ibarat orang antara orang yang badannya diselimuti selimut tebel sama orang yang badannya diselimuti sarung terus disuruh lari 22nya siapa yang paling kenceng larinya?
      hihihihihi

  9. Pancen malay jan nggatheli mas.
    Akan tetapi coba kita ambil tengahnya saja.
    Mayoritas TKI kita disana bisa makmur walaupun ada sebagian dari mereka yg menderita.
    Mayoritas warga kita menbenci malay walaupun ada sebagian yg menerimanya.
    Cukup satu syarat saja, jajaran pemerintah dan perdana menteri malay harus meminta maaf secara terbuka dihadapan bangsa kita sebelum gerobak itu menjamur dinegeri tercinta ini. Kalau masih tidak berkenan ya tinggal tunggu saja satu persatu gerobak prot** tersebut terbakar dengan sendirinya. (Maaf, saya tidak sudi menyebut merk’nya).

  10. Saya sedang mencoba berfikir positif terhadap malay. Tiap kali ada iklan gerobak supriman lewat saya langsung antusias dan responsif. Saking antusiasnya setiap kali iklan tersebut tayang TV langsung saya matikan.

  11. Sisi positif dari kehadiran supriman tersebut paling tidak bisa sebagai sentilan ringan kepada pemerintah kita akan kesadaran mengembangkan industri otomotif dalam negeri sendiri. Kalaupun masih belum sadar juga berarti memang mereka sudah tidak punya nurani dan rasa malu lagi. Lihat saja tuh dalam kolor mereka isinya apa? Apakah masih manuk beneran atau hanya manuk-manuk’an saja. (Maaf, kasar dan pedas. Akan tetapi itu fakta yg ada).

  12. negara lain jual produk di indonesia kayaknya gampaaanng banget perijinannya.. ESEMKA? iya udah dapet ijin dagang tapi campur tangan pemerintah untuk mendongkrak produk nasionalnya mana??? adduuhhhh pemerintahku sayang pemerintahku malang

    (ada yang mau komen paling gampang nyalahin pemerintah?)

  13. ya benernya kan kayak gini..bayar ahli untuk buat barang…gak peduli yang buat orang mana..toh akhirnya ternologi merek bilik bangsanya….
    lah di kita orang mau bikin mobil dipersulit..pemerintah gak ngasih subsidi…
    hasilnya teknologi rendahan desain hancur dan yang didapat hanya harga diri…

    gak ada salahnya memperkerjakan ekspatriat..selagi orang kita belum ada yang bisa.

    kayak pertambangan dan minyak..kenapa kita gak mau bayar lebih untuk beli teknologi dan sewa ahli tapi hasil dari tambang 90% untuk sendiri..

    bukan malahan silahkan kelola yang penting kita gak keluar modal…kita di bagi 2,5% gak apa apa..

  14. Setelah membaca komentar yang ada, saya rasa banyak yang berbicara tentang nasionalisme.
    Satu pertanyaan, benar-benar nasionalisme atau hanya dimulut saja?
    Biasanya kalau ada suatu masalah, yang paling dulu lari adalah yang paling banyak bicara.

  15. ah….
    elu elu pads bisanya cuman mencaci…
    lihat Negri sendiri bisa gk seperti mereka punya produksi mobil sendiri,nah kita apa? sudahlah tidak ada produksi Mobil sendiri ehh malah rakyatnya banyak mencaci buatan org lain
    malu dong bro…

Monggo Tinggalkan Komen Sini Gan, Isian Kolom 3 Pake http://www.... Bila Susah Kosongin