Pemotor Ditabrak Mobil Hingga Tewas dan Ditetapkan Jadi Tersangka, Karena Memang Melawan Arus | Bonsaibiker

Pemotor Ditabrak Mobil Hingga Tewas dan Ditetapkan Jadi Tersangka, Karena Memang Melawan Arus

Terjadi sebuah kecelakaan antara Toyota Yaris B 1597 TOA yang melaju 60 Km/jam dan menabrak pemotor Honda Scoopy B 3800 TLS yang melawan arah. Kecelakaan ini sendiri terjadi pada Selasa (13/5) pukul 09.30 WIB. Pemotor bernama Muhammad itu meninggal. Sementara pengendara mobil bernama Austin diperiksa pihak kepolisian. Mobil yang dikendarai Austin sempat dirusak warga sekitar lokasi kejadian, Jl I Gusti Ngurah Rai, Pondok Kopi, Jakarta Timur. Untung polisi segera datang dan mengendalikan kejadian.

Ilustrasi melawan Arus

Ilustrasi melawan Arus

Langkah-langak Awal yang Diambil Polisi!

Mensikapi hal ini polisi tak gegabah melakukan tindakan. Ya, berita walnya memang pemotor melawan arus, satu sisi, pemotor meninggal dunia, di sisi lain pemotor melakukan kesalahan karena melawan arus. Ini setidaknya harus ada sisi-sisi hukum yang ditegakkan untuk pembelajaran yang lain agar pemotor atau pengguna jalan lain tidak melawan arus. Dap polisipun bmelakukan infstigasi dengan teliti dan detail.

Berikut kronologi kejadian menurut saksi!

“Kemarin itu jalan lagi sepi. Mobil dari arah ke Pondok Kopi dengan kecepatan tinggi (versi polisi 60 km/jam-red), motor dari arah sebaliknya lewat sambil lawan arah,” jelas satpam Stasiun Buaran, Dodik, saat berbincang di lokasi, Rabu (14/5/2014).

Menurut dia, saat itu posisi motor hendak memotong jalan di putaran balik depan. “Itu begitu lewat satu lajur, mobil langsung menghantam motor sampai terpental ada sekitar 10 meteran,” jelas Dodik. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 10.00 WIB.

“Kami menyarankan agar jangan ada lagi. Keluarga pengendara mobil juga kami himbau berkomunikasi dengan keluarga korban untuk serta mensantuni karena pemotor ini meninggal dunia. Ini kan musibah, jadi tolong bantu meringankan keluarga korban,”

Hasil Olah TKP

Polisi kemudian  memeriksa sejumlah saksi di lokasi kejadian, hasilnya keterangan saksi tersebut memberatkan pihak pengendara motor. Realnya pengendara motor berjalan 500 meter lebih sebelum putaran kemudian memotong jalur mobil. Saat Muhammad berbelok untuk melawan arus itulah, mobil Toyota Yaris B 1597 TOA yang dikendarai Austin Adityawarman melintas dengan kecepatan lumayan tinggi, sekitar 60 Km/jam. Tabrakan tak terhindarkan.

Kesimpulan  Akhri Polisi

Polisi kemudian menetapkan pemotor sebagai tersangka. Menurut ploisi tersangka dalam kasus ini dikenakan Pasal 287 ayat 1 dan Pasal 310 ayat 3 dan 4 Undang-Undang Nomor 22/2009 tentang Lalin. Tapi kembali lagi dalam pasal 77 KUHP terkait kecelakaan lalu lintas dijelaskan kewenangan menuntut pidana akan terhapus, bila si tersangka meninggal dunia.

Kendati begitu polisi meminta pengemudi mobil untuk tetap bertindak pro aktif dengan mendatangi pihak keluarga pengendara motor. Namun dalam penyelesaiannya akan dilakukan melalui mekanisme gelar perkara. Setelah selesai gelar perkara, berkas tersebut diajukan ke pimpinan untuk mendapatkan SP3. Inilah wujud kepastian hukum, dan penyidikan juga guna edukasi buat masyarakat pengguna jalan raya. Ya, sebuah pembelajaran bagi kita untuk tidak melawan arus dan brhati-hati di jalan. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan, dan arwah yang meninggal diterima di sisi-Nya.

Sumber detik news

%d bloggers like this: