Pabrikan Kalau Setengah Hati Bermain di Segmen 250 Bakal Anctjoer, Kelas Ini Begitu Kejam!

Kelas 250memang begitu seksi, kelas ini memang menjadi pusat perhatian, menjadi idola, primadona, dan sekaligus flag ship. Kelas ini pula yang memang begitu menjanjikan untuk sport masa depan, boleh jadi memang para user bebek dan sport kecil bakal berpindah ke kelas ini. Oleh karenanya setiap mata pabrikan tertuju ke sini, catat saja mulai Kawaski, Minerva, lalu Honda, kemudian Suzuki, belakangan Yamaha, dan kini banyak sekali merk Eropa siap menyapa, mulai dari Bnelli, Daytona, hingga Triuph. Siapa yang sukses?

Free style
Free style

Satu kata yang perlu diantisipasi di kelas ini adalah “KEJAM”, pabrikan yang bermain setengah hati di kelas bakal kegilas, bangkrut dan nggak laku. Tak usah malu-malu mengakui, Megelli termasuk satu diantara yang terlempar di kelas ini, primadona yang diidamkan adalah 2 silinder DOHC, sedangkan Megelli meski DOHC namun hanya 1 silinder, akhirnya, mmm, rondonya kini hanya dihargai 15 jutaan walaupun jarang.

Selanjutnya nasib kurang moncer juga amenimpa Inazuma, motor ini keren mantab, nyaman, meski sudah mengusung dua silinder tapi masih SOHC dan type touring pula, karena yang diinginkan konsumen adalah DOHC 2 silinder sport murni, maka ya maaf kata, harus mental dari pasaran. Sekarang kita bisa memanen penurunan harga 10 juta dari 46 ke 35 juta, muangstabf. Lenyap dari pemberitaan, dilupakan dari tiap komparasi kelas 250 cc, mm sungguh menyesakkan. Nah kini setelah diskon 10 juta, namanya mulai berkibar kembali, dari blog-ke blog, dari mulut-ke mulut, hingga dari group FB satu ke group FB tetanga.

Pabrikan yang ingin berkompetensi di kelas ini tentu harus berpikir ulang, mau turun atau tidak, turun setengah hati yakin bakal dicaci dan balakangan merugi. Pantas kiranya tentara bilang kalau mau masuk ke markas mereka, “Ragu lebih baik kemabali” pepatah ini layak digunakan pabrikan di segmen 250, daripada bangkrut! Sekelas Honda yang 3 s nya jauh lebih mumpuni dari pabrikan manapun di Nusantara ini, tetep saja CBR 250nya kurang moncer, masih kalah dengan Ninja 250. Nah ni juga menjadi warning untuk Yamaha, sekarang terlihat moncer, karena mesin DOHC dan powernya yang 36 hp, nah nanti andai sudah banyak kompatitor bermain, maka isu kecil macam matrial plastik yang kurang bagus bisa menjadi duri dalam daging dalam penjualan motor ini.

Akhirnya, tetap, “Ragu lebiha baik Kembali!”

Advertisements

24 Comments

  1. tenang. negative campaign ga terlalu mempengaruhi elektabilitas R25 di pemilihan motor 250 cc tahun ini. R25 tidak sekedar omongan tapi sudah membuktikan bahwa dirinya powerfull. siap melayani para biker dengan blusukan di kota. :mrgreen:

  2. emang aya motor merk daytona? lain varian merk triumph…eh triumph merk motor apa merk beha nya? teuing ah lieur….aing mah ukur nyaho ninja …!! ninja oh ninja…kapan dikau kumiliki…

  3. ukuran kejamnya tuh apa ??..bebek ama metic apa kurang kejam ?..sampe KMI mengkeret ngga berani nyemplung kesitu..

    CBR250 tetap eksis dan ekslusif..santai aja…

  4. bener kale mbah bon…., cb ada yg berani kasih harga 40jeti buat dohc 2 cyl mesti langsung perang dunia otomotif….heeee

  5. M+ artikelnya dah ga pake kata keok lagi…wkwkwkwk
    NIco Julian
    RR Mono
    Best lap 2 menit 4,5 detik
    Top speed 155 km/jam
    CBR 250
    Best lap 2 menit 6,1 detik
    Top speed 156 km/jam
    Ninja 250 FI
    Best lap 2 menit 3,62 detik
    Top speed 165 km/jam
    Best lap 1 menit 59,94 detik
    Top speed 172 km/jam

    Ardan Syauqi
    RR Mono
    Best Time 2 menit 3,57 detik
    Top Speed 152 km/jam
    New CBR 250R
    Best Time 2 menit 2,70 detik
    Top Speed 155 km/jam

Leave a Reply