Simpang-siur Perihal Konflik TNI-Polri Di Batam Yang disinyalir ada Hubungannya dengan Penimbunan BBM, Moga Cepat Kelar!

Dalam beberapa hari ini media dihebohkan dengan terdegarnya kabar bahwa terjadi bentrok antara TNI dan Polri di Batam sehubungan dengan penggeregekan penimbun BBM. Namun berita yang turun hingga kini masih simpang siur apa sebenarnya penyebab dari konflik ini. Ketika kita melihat wawancara di tivi dengan para petinggi dari dua instansi ini terlihat keduanya beleum secara tegas mengemukakan apa sebenarnya yang terjadi.

Polisi-vs-TNI-ilustrasi
Polisi-vs-TNI-ilustrasi

Ya memang banyak tersiar kabar bahwa tim gabungan Kepolisian Daerah Kepulauan Riau dan Brimob tengah melakukan upaya penangkapan terhadap tersangka penimbun BBM, tetapi upaya itu gagal karena adanya provokasi warga. Sementara kabar lain mengatakan bahwa ada penembakan empat anggota TNI terjadi pada Minggu (21/09) malam ketika mereka melihat operasi penggerebekan penimbunan bahan bakar minyak. Dua anggota TNI ditembak di lokasi kejadian dan dua lainnya di markas Brimob. Keempat personel TNI, kata Fuad, tidak bersenjata.

Dari kasusu ini Ketua Pusat Studi Politik dan Keamanan Universitas Padjadjaran, Muradi, menduga kasus penembakan anggota TNI di Batam terkait dengan konflik ekonomi antara TNI dan Polri. Ngutip dari BBC Indonesia yang menulis tetang statmen Muradi, bahwa aparat keamanan kerap mengelola bisnis ilegal karena kurangnya anggaran negara untuk kedua institusi tersebut.”Selama negara belum memenuhi anggaran sebesar Rp8,5 juta per bulan untuk pangkat terendah, ancaman bentrok TNI dan Polri yang berkaitan dengan tali uang itu akan menjadi masalah terus. Khusus di Batam itu berkaitan dengan penimbunan BBM. Itu memang melibatkan anggota TNI yang luar biasa, bahkan level perwira yang tidak tersentuh,” kata Muradi.

Nah kita lihat data Pusat Studi Politik dan Keamanan Unpad, konflik TNI-Polri pada 2014 tercatat terjadi sebanyak 8 kali. Bila dihitung dalam kurun 1999-2014, jumlah insiden hampir mencapai 200 kasus dengan korban tewas sebanyak 20 orang.

Nah dari sini Jelas kita sebagai warga sipil berharap konflik ini cepat usai dan tidak merembet ke area yang lebih luas.

Advertisements
Advertisements

21 Comments

  1. 8,5 juta per bulan pangkat terendah ? bukannya saya tidak setuju aparat sejahtera.. tapi korelasi positif antara gaji tinggi dengan ketaatan kepada nilai2 luhur belum terbukti.. contoh yang ditangkap KPK itu bukan orang2 yang gajinya kecil2… power tends to corrupt.. malah saya salut kepada anggota TNI di perbatasan yang menjaga Sapta Marganya dengan baik.. dan aparat kepolisian yang soleh yang bertemu dengan saya di mesjid tp beliau selalu menjalankan tugas dengan baik.. insiden semacam ini merusak citra aparat

  2. Dari banyak konflik TNI – Brimob, TNI selalu kalah, lawong Polisinya Pistolnya dipinggang, sementara TNI senapannya di gudang…hadohhhh…

  3. lha kalo alasan pendapatan kurang terus rusuh ya bisa2 mayoritas rakyat indonesia jadi rusuh dong, intinya kalo ada pengakan hukum tanpa melihat bulu bulunya pasti para perusuh itu akan berpikir dua kali mau berbuat rusuh, tapi kalo tiap ada kerusuhan terus dimaklumi atau disanjung dengan jiwa korsa ya jadi tuman..

  4. gila aja 8 jt/bln buat pangkat terendah? umr paling tinggi juga gak sampe 1/3 dr angka itu. kl setiap ada pelanggaran alesannya karena pendapatannya kurang itu artinya lebih dari separuh penduduk indonesia berpotensi buat jadi pelaku kejahatan dong, gila aja nih pengamat ngasih pendapatnya. pendapatan bukan semata2 paktor banyak aparat melakukan pelanggaran/korupsi tp lebih pada mental. kenyataannya banyak aparat yang perekrutan masuknya lewat sogok menyogok dan KKN, ini sudah jadi indikasi tho kl mentalnya dah gak bener. benahin tuh mentalnya dl baru ngomongin kenaikan gaji, mau gajinya 100 jt/bln kl mentalnya bobrok ya sama aja hasilnya.

Monggo Tinggalkan Komen Sini Gan, Isian Kolom 3 Pake http://www.... Bila Susah Kosongin