Renungan Perubahan Zaman dan Prilaku

Zaman memang sudah sudah berubah. Khususnya di Indonesia.  Memang sudah bukan eranya Imam Ghazali, Imam syafi’i dan sezamannya, tapi kini eranya Imam Samudra. Bukan lagi era wali songo tapi era wali band. Alqur’an memang masih ada, banyak, tapi tersimpan di rak, di lemari, di toko-toko buku, bahkan di pasar tradisional dan di masjid-masjid, dan jelas jarang atau bahkan tidak dibaca, kecuali yang di sekolah atau di pondok-pondok.

FIX 460X110

Kitab Ikhya’ Ulumiddin punya Imam ghazali, kitab Fiqih Sunnah karya Sayid Sabiq, hingga ushul fih macam Bidayatul mujtahid punya Ibnu rusyd kini kalah populer dengan kitab jonru, kitab islam toleran, hingga kitab voa islam.

Kalah, kalah jauh.

Fakta bahwa Qur’an jarang dibaca dan kalah populer dengan kitab-kitab baru tersebut adalah bahwa memang kita lebih suka menshare berita dari kitab-kitab baru ini, dan jarang menshare ayat-ayat Al-Qur’an.

Banyak hal yang masih prasangka, desas-desus, mencari-cari keburukan sering kita share. Tentunya kalau kita baca Qur’an pastinya malu sendiri untuk melakukannya.

Sungguh nyata dalam al-Qur’an jelas jelas disebutkan dalam Surah al-Hujurat(49):12 :
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِّنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمُُ وَلاَتَجَسَّسُوا وَلاَيَغْتَب بَّعْضُكُمْ بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَن يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللهَ إِنَّ اللهَ تَوَّابُُ رَّحِيمُُ {12}
Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka (kecurigaan), karena sebagian dari prasangka itu dosa. dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang (Surah al-Hujurat(49):12)

Rasanya malu juga ngaku Islam tapi lupa Al-Qur’an.

 

About these ads

About Bonsai Biker

Pecinta bonsai dan otomotif
This entry was posted in Artikel Agama and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

6 Responses to Renungan Perubahan Zaman dan Prilaku

  1. sijidewe says:

    nggih mbah.. pancen wes jaman e.. ilmu Alloh sudah banyak di tarik dengan wafatnya para ulama, dai , orang alim.. saiki tinggal sisa2ne.. ninggg… tenang mbah dadi ustad saiki gampang tinggal buka google wae :mrgreen:

  2. brigade jalan raya says:

    kasihan bingits generasi sekarang ga tau silsilah ulama ahlussunnah wal jamaah. sisa ulama di zaman sekarang mereka.ga tau. fatwa2 ulama yang berkembang di zaman sekarang. duh duhhh… jauh bingits 🙁

    miris. padahal ulama adalah pewaris nabi. umat sekarang malah kenalnya yang kondang2 saja. ya syukur aja kalo kenal yang namanya ustad. moga2 ustadnya memperkenalkan siapa ulama kita sekarang. biar ga galau. biar punya kompas. biar bisa membuka tabir fitnah.

    kan ada MUI? syukur2 fatwa MUI berwibawa. MUI hanyalah organisasi. belum tentu ada ulama di dalamnya. kita indonesia ngaku2 kenal prinsip2 akidah2 imam syafi’i, tapi aslinya sih gak. kalo kenal mesti ga mau ikut imam syaf’i. karena kita dah terjerumus.

    apalagi kenal imam malik, imam ahmad dam hanafi.

    era sebelumnya.

    ampe ulama di kalangan sahabat.

    ya gini nih masbon, kalo level ulama aja mendalilkan ayat kek gitu buat nasehatin orang zaman sekarang aja gak mempan, apalagi sekelas ustad dan orang biasa kek kita.

    tapi ya rapopo. kan urusan hidayah bukan urusam kita. tapi jangan salah akidah, kalo akidah ahlussunah wal jamaah, mengajarkan kita untuk menjauhi pergaulan dari orang yang suka menggunjing. mangkanya kalo bisa dibanned ID nya banned aja tuh. haha.

  3. Lekdjie says:

    Lha anu we mbah..terkadang tulisan mbah bonsai yg mengandung pertanyaan ‘bijimana pendapatnya gan’ itu malah memancing prasangka yg bukan2 we..
    *ndelik krukupan sarung

    • brigade jalan raya says:

      tapi mbahe nyinggung media islam masbro. muslim zaman sekarang percaya saja dengan media seperti itu. padahal belum tentu yang diberitakan benar. meskipun prinsip islam mengajarkan sesama muslim harus saling percaya kecuali dia telah berbuat fasik/belum bertaubat atas kefasikannya. untuk mengetahui dia fasik atau tidak sekarang susah. kecuali bagi seorang mukmin yang dekat dengan para ulama.

      muslim dah jauh dari ulama dan ilmunya alias kitabnya. mereka diwafatkan bukan berarti sekarang telah habis sejak era imam mazhab. mereka masih ada sebagai bentuk legitimasi dalam berfatwa oleh ulama sebelumnya.

      kalo muslim saat ini hanya percaya oleh media apalagi media asing, secara logika kita menjadi kalah dari agama sebelah. syiah punya ulama hingga sekarang meski dari kalangan rafidoh. nasrani juga punya, ada paus meski dari kalangan katolik. yahudi juga punya, entah apa istilahnya. tapi faktanya yang punya ulama sangat kokoh persatuannya.

      dengan umat ini menghargai eksistensi ulama. maka kita punya kompas yang bisa memperkokoh persatuan umat.

      meskipun ulama ada yang keliru. lihat dulu silsilah, kekuatan dalilnya dan pembandingnya dengan ulama sebelum dan sederajat. jika ulama salah saja dapat pahala. maka kita kudu kembali ke zaman yang dimaksud. jadi selama umat ini jauh dari ulama dan kitabnya maka umat ini akan mudah tersesat dan terpecah belah.

    • jamaah metaliyah says:

      ngiahahahaha
      iya tuh,biasanya mbah bons posting foto aneh2 trus bijimana pendapatnya gan

      nggarai multi tafsir ae 😀

  4. siswoyo w says:

    buka kitab bonsai wae..kw.kw.kw

Leave a Reply

Your email address will not be published.