Cobaan Menimpa, Crane Jatuh Mengenai Para Jamaah, Puluhan Meninggal

crane jatuh menimpa jamaah haji

crane-jatuh-menimpa-jamaah-haji

Ujian begitu besar menimpa para jamaah haji, dimana setelah badai pasir terjadi dimana kota Mekah diterjang hujan badai disertai angin kencan, kemudia Crane yang digunakan untuk perluasan Masjidil Haram terjatuh dan menimpa benyak jamaah haji. Crane roboh menimpa bangunan di Masjidil Haram Mekah tersebut terjadai pada Jumat sore, 11 September 2015, sekitar pukul 17.30 waktu Arab Saudi.

banner-460x110

Dikabarkan oleh Daily Star bahwa ada  52 jemaah haji diduga meninggal dunia, sementara sumber lain menyebutkan tak kurang dari 90 jemaah meninggal, 200 Luka-luka. Banyak Korban berasal dari Indonesia.

Semoga yang meninggal diterima disisi-Nya, hajinya menjadi mabrur, dan keluarga yang ditinggalkan diberi kelapangan, sementara yang terluka semoga cepat sembuh, amin.

About these ads

About Bonsai Biker

Pecinta bonsai dan otomotif
This entry was posted in Berita Umum and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

8 Responses to Cobaan Menimpa, Crane Jatuh Mengenai Para Jamaah, Puluhan Meninggal

  1. Hahaha says:

    Udah saatnya introspeksi diri. Mekah saat ini bukan lagi tempat ibadah, lebih seperti tempat rekreasi. Pusat perbelanjaan dimana2, glamor, dsb.

    Raja2 arab bahkan gaya hidupnya udah jauh melenceng dari ajaran nabi. Pengungsi syria bukannya ditolong malah disuruh jadi imigran keeropa. Inilah yang namanya azab.

    • brigade jalan raya says:

      jangan lupa ini di makkah sana dari sejarahnya ga lepas dari kaum mukminin dan munafikin. orang jahat ada saja ga bisa ga ada. hakikat hidup.

      raja sekarang masih bagus. masih menegakkan syariat. kalo mau bahas pembangunan ada 2 di sana. 1. masjid tok (agar jamaah terakomodir, tidak berdesakkan/salah satu syariat agar tidak terlalu ikhtilat, agar yang cacat dan lemah tetap nyaman, dan lihat sisi manakah yang menjulang tinggi kecuali kita setuju bukan kek menara tinggi yang ga ada manfaat, kalo tinggi menara wajar agar kaum lainnya segan dengan kemakmuran islam)

      2.pembangunan tempat bisnis. ini hak yang islam sendiri dalam syariatnya ga ada melarang alias mengharamkan. ya kalo soal bisnis ini berhubungan dengan orang non islam ga ada yang mengharamkan. lagian kalo itu melanggar syariat ya tunjukkan. kalo ciri melanggar biasanya jual produk haram dan penjaganya tidak menjaga aurat.

      yang ente maksud itu adalah cucu anak dan keturunan raja fath yang pro barat. itu dah mahsyur. makanya mereka dalam waktu dekat mau membangun gedung pencakar langit. ingat orang jahat itu emang ada terus gan. 😉

    • brigade jalan raya says:

      *memperjelas poin 1. menara tinggi juga ga lepas dari syariat adzan di sana. termasuk menghidupkan sunnah. terlepas dari ukiran, kaligrafi, bahan baku yang mahal, hal itu ga diharamkan, mubah, dan titik apa kok bisa dikatakan berlebihan.

      apakah nanti dikatakan harga haji semakin mahal oleh sebab itu, ini ga bener gan. biaya hotel, jasa travel, dan makanan/katering yang selalu meningkat tarifnya.

      buat all, haji ga ada mahal. haji buat yang mampu. ada dengan uang secukupnya beberapa orang berjalan ke sana. orang hartanya sedikit mau jalan dengan kaki dan membawa perbekalan seadanya bisa saja pergi haji. nginap pakai tenda sendiri. ya duit paling buat makan.

    • brigade jalan raya says:

      **menambahkan poin 2. yang menyebabkan bisnis itu haram karena sistemnya.

      moga bisa ditambahkan kalo kurang. kalo keliru moga sudi mengingatkan saudaranya.

    • brigade jalan raya says:

      oya lupa. sebab pembangunan ini juga selain yang udah disebutin, karena jamaah tiap tahun selalu bertambah.

      malah dari 3 juta sekarang hanya layak 2 juta untuk haji. di dalam masjid ntar ga kondusif. ntar ada kasus terinjak dan meninggal gih.

      mudahan dan harapan kita jamaah haji bisa muat 3 bahkan 4 juta sekalian. jadi warga indonesia ga perly antri bertahun tahun.

  2. brigade jalan raya says:

    Innalillahi wa inna ilaihi roji’un

Leave a Reply

Your email address will not be published.