PT JSS Tetep Anggap PT PJLM Menurunkan Harga KTM Secara Ilegal

PT JSS Tetep Anggap PT PJLM Menurunkan Harga KTM Secara Ilegal
PT JSS Tetep Anggap PT PJLM Menurunkan Harga KTM Secara Ilegal

PT JSS Tetep Anggap PT PJLM Menurunkan Harga KTM Secara Ilegal. Ya, konflik di tubuh APM KTM Indonesia kini justru makin meruncing. Seperti dalam artikel lalu,  PT Jaya Selaras Sejahtera (JSS) yang statusnya telah menjadi agen pemegang merek (APM) KTM terlebih dahulu mensomasi PT Penta Jaya Laju Mandiri (PJLM) yang menurunkan Harga KTM Duke dan RC 250. JSS mengaggap ini ilegal da melanggar hukum. JSS menyataka, bahwa PT PJLM yang menggelar pameran di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2016 (11-21/8) adalah jaringan dealernya dan menegaskan bahwa main dealernya inii telah melakukan penurunan harga secara ilegal. PT JSS Tetep Putuskan Hubungan Kerja dengan PT PJLM 

Atas polemik ini belakangan PT JSS menyiapkan surat pemutusan hubungan dealership. Dikabarkan oleh otomotifne bahwa surat tertanggal 19 Agustus 2016 ini, didaamnya terdapat pemutusan hubungan dealership secara sepihak. PT JSS sebagai APM tidak pernah menurunan harga sekaligus menyatakan bahwa penurunan harga oleh PT PJLM bukan merupakan kebijakan APM.

Sekali lagi Jimmy Budhijanto, Presiden Direktur PT JSS menegaskan bahwa satu-satunya Agen Pemegang Merk (APM) untuk KTM Indonesia dan pemilik hak distribusinya adalah PT JSS. Hak ini juga melibatkan harga. Dengan demikian, setiap program mengenai harga, hanya akan diterbitkan oleh PT JSS. PT JSS tidak akan bertanggung jawab atas layanan purna jual untuk motor yang harganya di luar PT JSS. Jelasnya PT JSS Tetep Anggap PT PJLM Menurunkan Harga KTM Secara Ilegal.

Bantahan PT PJLM
Munculnya surat pemutusan hubungan dealership dari PT JSS, PT Penta Jaya Laju Mandiri (PJLM) ternyata tetap tak bakal harga. Kristianto Goenadi, President Director PT PJLM menyatakan, PJLM bukan dealer PT JSS, tapi APM yang ditunjuk Bajaj Auto Limited memasarkan untuk Indonesia.

Kristianto Goenadi mnunjukkan website resmi KTM group,klik di sini. Dimana lin tersebut mengungkap realese resmi dari KTM Austria, bahwa Bajaj resmi join forces untuk Indonesia dan PT JSS hanya big bike di atas 400 cc. Nah, small engine kurang dari 400 cc dihandle oleh Bajaj. Bajaj sendiri telah menunjuk PT PJLM sebagai agenah kenapa Bajaj berani menunjuk distributor tersendri, karen pemegang merek sesuai agreement yg di tandatangani pada tanggal 12 Agustus 2016 lalu.

Nah kan Bajaj memiliki 48 persen saham mayoritas di tubuh KTM Austria. Boleh jadi memang punya kekuasaan lebih. Pastinya berhak enentukan harga baru KTM Duke dan RC di Indonesia.  Utamnya model year 2016 ini. Nah kabarny kan kerjasama ini juga terkait dengan persiapan pembuatan pabrik perakitan yang akhirnya membuat harga motor KTM dari India jadi lebih terjangkau. Berikut harga versi PT PJLM OTR Jakarta :

  • KTM RC250 dibanderol Rp 48 juta
  • Duke250 Rp 44 juta,
  • KTM RC200 Rp 37 juta
  •  Duke200 Rp 33 juta.

Harga Awal:

  • Duke250 dijual Rp 67 juta,
  • RC250 Rp 74 juta
  • Duke200 sebelumnya dijual Rp 57,5 juta
  • RC200 dilego Rp 59,9 juta.

 

Kabarnya PT Ini saip menjamin service dan aftersalesnya.

Advertisements

3 Comments

  1. Bantahan PT PJLM masuk akal, karna dapat kuasa dari BAI(pemegang 48 % saham di KTM) untuk memasarkan mesin yang kurang dari 400cc, sebagai pemirsa cuma bisa nunggu… 🙂

  2. Kalau dipahami sekilas kedua agen ini beda kelas dan beda pasar.. Yang Austria khusus moge 400cc+ dan India khusus kecil dibawah 400cc.. Dilihat juga aturan kerjasama bajaj dengan KTM,jika ada perjanjian dimana kedua merk bisa menjual dan menentukan harga motor dengan pemisahan CC ya wajar jika PT.PJLM dengan persetujuan bajaj menurunkan harga, dan tidak mungkin bajaj tidak memberitahukan ke pihak KTM pusat… Intinya kubu seberang merasa iri karena sodaraN kebanjiran order dan harga yang bersaing, kalau moge ya pasti yang beli juga orang orang tertentu… Kalau kelas dibawah 400cc bikin harga sendiri juga bakal sulit bernafas tu APMnya… Jadi logis jika menurunkan harga

Monggo Tinggalkan Komen Sini Gan