Garasindo Berang ke AISI dan Honda, Jadi Inget Kata-kata Mario ke Kiswinar

Garasindo Berang ke AISI dan Honda
Garasindo Berang ke AISI dan Honda

Garasindo Berang ke AISI dan Honda, Jadi Inget Kata-kata Mario ke Kiswinar. Ya, seperti dalam artikel lalu di link berikut ini, bahwa Bos Garasindo, produsen motor listrik Gesits meradang pada AISI karena AISI menilai motor lisrik belum layak untuk edar di Indonesia. Menurut analisa AISI infrastrukturnya belum memandai, yakni pengecarsan batrey hingga daya tahan dan jarak tempuh batrey juga masih belum terbukti. Nah selanjutnya, bos motor listrik GESITS, Muhammad Al Abdullah juga melancarkan serangan terkait uji coba motor listrik Honda bersama Dirjen Perhubungan Darat dan Universitas Indonesia. Ia mempertanyakan ujicoba yang dilakukan AHM bersama pemerintah mempelajari motor listrik tapi yang dikasih barang yang enggak sesuai pemakai motor di Indonesia. Ia mempertanyakan motif Honda memberikan motor yang tidak layak untuk diuji coba. Ia menduga cara ini untuk menjegal kehadiran motor listrik produksi Indonesia. Sebab hasil ujicoba yang mempelajari perilaku berkendara akan menunjukkan hasil yang jelek.

Wah segitukah!
Ya, pasca berita tersebut bergulir, topik ini banyak sekali mendapatkan tanggapan dan menjadi topik hangat baik di dunia maya maupun di dunian nyata. Beberapa pihak memang mempertanyakan kualitas motor listrik Gesits buatan Garasindo. Namun beberapa pihak pula menanti kiprah si gesits ini. Ya, ketergantungan kita pada BBM memang sangat tinggi, sehingga banyak yang merindukan motor listrik. Di sini banyak yang mendukung lahirnya Gesits ini dan memberi semangat moril pada Garasindo.
Nah, satu hal yang jadi sorotan adalah seberapa jauh peran AISI, dan kenapa Garasindo mesti menyerang Honda?
Yup, motor-motor yang dijual di Indonesia yang tak terdaftar jadi anggota AISI, ternyata tetap bisa survive. Asalkan barang berkualitas dan managemennya bagus. Contoh Bajaj saja, motornya tetap laris meski tak jadi anggota AISI. Lalu kehancuran BAJAJ, bisa dibilang bukan karena ia tak gabung dengan AISI, tapi lebih karena manajemennya yang boleh jadi kurang jozz. Misalkan pula kalau kita lihat Harley Davidson, tanpa jadi anggota AISIpun jualannya tetep laku.
Di sisi lain Garasindo menyerang AHM bahwa mereka memberi prodak yang tak layak untuk ujicoba. Ini memuncukan spekulasi bahwa motor listrik adalah jelek. Dan ini menurut Garasindo akan memperngaruhi kredibilitas motor listrik, Khususnya buatan Garasindo. Kredibilitas gan, pastinya kredibilitas bakal merembet ke pemasaran. Nah, lalu nyerang Honda? Tapi betulkah cuman itu?
Jadi Ingat Pesan Mario Teguh Ke Kiswinar
Melihat fenomena di atas, kok jadi ingat polemik Mario Teguh dan Kiswinar. Bahwa Kiswinar mengaku ia adalah anak yang ditelantarkan dan tidak diakui Mario Teguh. Nah setelah ramai jadi perbincangan, Mario Teguhpun memberikankalrfikasi. Salah satu point klarifikasinya adalah mempertanyakan apa motif tindakan Kiswinar ini. Apakah mencari kepopuleran? Bahwa melihat usia Ario Kiswinar yang sudah tak muda lagi, menurut Mario Teguh Kiswinar “jika mencari kepopuleran lewat seperti ini, tanpa potensi baik yang ada, itu hanya sementara saja, cepat hilang.”
Ini gan kata kuncinya Potensi yang baik. Seperti apa Mario Tegus, sebaik apa dia, atau seburuk apa Mario Teguh, tidaklah itu sebuah masalah, dan peduli amat. Mau dia konflik dengan anaknya, atau Kiswinar itu bukan anaknya, ya itu maslah dia. Yang penting satu kata kuncinya yakni Potensi yang baik. Di sini Garasindo bisa menggunakan pesan Mario ini. Bahwa didukung AISI atau tanpa AISI, bodo amat. Yang penting ada Potensi Yang BAIK, ada kualitas pasti GESIT bakal terus eksis.
Nah disini jelas ini sebuah dukungan buat Garasindo, bahwa meski tanpa dukungan penuh dari AISI, kalau memang produknya berkualitas yakin bakal laris. Masyarakat sudah pandai menilai bagus tidaknya produk. Adapaun masalah infrastruktur, pasti kalau produk laki, infrastruktur bakal mengikuti.
Perkara menyerang AHM, hehe, boleh jadi ada yang bilang bahwa Garasindo mencari popularitas dengan menyerang AHM. Ya, kembali lagi soal Kiswinar yang membuat pengakuan yang dianggap menyerang Mario Teguh. Lalu oleh Mario Teguh dianggap mencari Popularitas, maka kembali lagi ke kata Mario Teguh. Boleh jadi Gesit bakal tenar, namun kualitasnya kalau tidak memandai akan hilang ditelan waktu dengan cepat. Namun sebaliknya bila memang produknya jempolan, mm bakal laris gan. Smeangat Garasindo. Buktikan kualitasmu!
Advertisements

6 Comments

  1. betol..betol..betol..
    ayo diuji jakarta-denpasar 3000 km. libatkan masyarakat umum, media otomotif. buktikan kwalitasmu di lapangan, jangan ngemeng doang.

Monggo Tinggalkan Komen Sini Gan