Ricuh di Pon Jabar Cabang Polo Air, Cekidot Vidio dan Klarifikasi TNI

Ricuh di Pon Jabar Cabang Polo Air
Ricuh di Pon Jabar Cabang Polo Air

Ricuh di Pon Jabar Cabang Polo Air menjadi berita ramai baik di media maya maupun cetak.  Ya, di Cabang olahraga (cabor) polo air yang dipertandingkan di Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016 ricuh gan. Saat itu pertandingan antara kontingen Jawa Barat (Jabar) vs  kontingen Sumatera Selatan (Sumsel) di Gelora Sabilulungan Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, kemarin. Terjadi ricuh dalam kolam, merembet ke luar kolam. Yang bertanding Jabar vs  Sumsel Yang Ribut Kontingen DKI vs Suporter Jabar

Ada hal yang unik gan dalam kesempatan ini. Bahwa “yang bertanding adalah Jabar vs Sumsel yang ribut Kontingen DKI vs Suporter Jabar” kok bisa ya? Ya, ketika itu memang kedua tim yakni Jabar da Sumsel terlibat keributan di kolam. Namun uniknya keributan merembet ke tribun penonton. Kontingen DKI yang hadir di tribun penonton terlibat keributan dengan suporter Jabar yang berambut cepak. Beberapa saat kemudian terjadi aksi saling dorong, saling pukul dan tendang. Dari video yang beredar di Youtube dan FB, terlihat ada pria berseragam TNI terlibat keributan dan melancarkan pukulan.

Dalam insiden ini polisi berusaha melerai. Pertandingan sempat terhenti kurang lebih lima menit dalam insiden ini.

Berikut Vidio terkait Ricuh di Pon Jabar Cabang Polo Air, gan:

Kalau agan gak bisa buka gan, cek di link INI!

Netizen Ada yang Nyalahin Tentara, Ada Yang Nyalahi Suporter/Kontingen DKI

Dalam hal ini, netizen berbeda-beda pendapat, ada yang nyalahin tentara, ada yang nyalahi Suporter/Kontingen DKI. Misalkan akun FB Cak Soldier Fortune mengunggah video ini dengan memberi tulisan dalam postingannya.

“Pangdam Siliwangi harus bertanggung jawab atas pengerahan militer utk mendukung salah satu provinsi tertentu. Tentara itu milik negara woiii.. Bukan milik provinsi.. Ini sebenarnya #domino_effect ketika perwira tinggi (MAY JEND) dijadikan komandan kontingen provinsi tertentu. Yang akhirnya tidak bisa membedakan TUPOKSI *Tugas, pokok dan fungsi. Panglima TNI harus bertindak. Apa iya tugas tentara memukul/menteror/mengintimidasi para pelaku olahraga???? Video ini hanya sebagian kecil dari intimidasi mereka, dan itu mereka lakukan juga di berbagai venues PON XIX. #GagalPaham,”

Sementara di twitter muncul hashtag #PONJabarKacau. Misalkan sebuah akun @JKTACAB mengomentari beragam masalah yang terjadi selama pelaksanaan PON dengan statmen berikut

“Suporter sepakbola Jakarta disikat, skrg atlet DKI Jakarta di arena polo air disikat TNI!”

Sementara itu beberapa akun fb justru menyalahkan kontingen/suporter DKI kenapa musti terlibat kericuhan padahal tak ada sangkutannya dengan mereka:

  • Amama Ziyadi rese tuh tim Jakarta, sentimen Jakmania jangan dibawa bawa dong.
  • Muhammad Yusuf Lazuardi Parah yg hari minggu kmarin mbah, pas pertandingan futsal jabar vs dki jakarta isinya jakmania semua, jakmania nyebut viking an**ng, mana disiarin lagi di MNCTV. Dan dihari yg sama malamnya persib main di bali lawan bali united
  • Danang Mukti Arie Bowo Mbah yang main sumsel vs jabar mbah..d lapangan yg rusuh pukul2an juga pemain mereka…😂😂
  • Danang Mukti Arie Bowo Coba aja cari beritanya mbah Amama Ziyadi..setau saya yang main sumsel dipertandingan saja sudah rusuh..pon dki mereka sedang menonton..tpi semoga gak akan meluas..sentimentil dki vs jabar itu udah dmana2 dalam olahraga..
  • Muhammad Yusuf Lazuardi Kalo yg saya rasain itu supporter dki jakarta isinya jakmania semua, terbukti pas yg pertandingan futsal hari minggu kmaren pas jabar vs dki jakarta isinya jakmania smua, dan jakmanianya mengatakan “viking anj*ng”

Hasil Perlombaan

Pertandingan Jabar vs Sumsel ini dimenangkan Jabar dengan skor 15-6. Jabar berhak melenggang ke partai final polo air untuk bertemu dengan DKI Jakarta.

Klarifikasi TNI terkait Ricuh di Pon Jabar Cabang Polo Air

Pangdam III Siliwangi, Mayjen TNI Hadi Prasojo, klarifikasi soal kisruh pertandingan perempatfinal antara tim Polo Air putra Jawa Barat melawan Sumatera Selatan di Gelora Sabilulungan, Soreang yang melibatkan anggota TNI dengan Suporter DKI Jakarta pada Senin (19/9).

Hadi mengatakan, insiden yang terjadi berawal saat suporter DKI Jakarta melempari botol ke bawah. Akibatnya, salah seorang anggota pengamanan venue dari pihak kepolisian terkena lemparan botol tersebut di bagian kepala.

“Anggota kami sudah mengimbau agar menghentikan aksi tersebut namun mereka tidak menggubris akhirnya selain petugas kepolisian anggota TNI kena lemparan juga,” ucapnya kepada wartawan saat ditemui di Markas Komando Militer Siliwangi, Bandung, Selasa (20/9).

Hadi menambahkan, akibat insiden tersebut anggota TNI terpancing emosi sehingga kericuhan terjadi insiden yang sekarang beredar di berbagai media dan jadi bahan perbincangan.

“Saya minta maaf atas kesagala kejadian, ke depannya kami jamin hal serupa tidak terulang,” ungkapnya.

Hadi menuturkan, sebenarnya video kirsuh yang beredar di media sosial tidak seluruhnya ditampilkan dan tidak dari pertama kejadian dimana suporter DKI Jakarta yang berulah terlebih dulu. Pihaknya pun sudah mengantongi bukti tersebut.

“Video yang beredar di dunia sosial hanya sepotong saja yang diambil. Bila dilibat secara keseluruhan ada aparat yang dilempari botol air minuman,” terangnya.
Hadi menjelaskan, pihaknya akan menyelesaikan insiden tersebut sesuai prosedur dan memberikan sanggup teguran pada anggota yang terlibat dalam kisruh kemarin agar kejadin serupa tidak terulang kembali dipertandingan selanjutnya.

“Kami akan usut tuntas, dan juga kepada para suporter jangan lempar-lempar kalau timnya kalah ya terima saja,” ujarnya.

Antisipasi agar kejadian serupa tidak terulang, sambung Hadi, saat final antara Jawa Barat melawan DKI Jakarta, pihaknya sudah mengintruksikan kepada semua anggotanya untuk bekerja lebih persuasif dan menjaga emosi.

“Pengamanan akan tetap berjalan dan lebih ditingkatkan tapi lebih persuaaif,” tandasnya

Ya, semoga ke depannya lebih baik gan.

2 Comments

Monggo Tinggalkan Komen Sini Gan