Aparat Bentrok vs Warga dalam Pembebasan Tanah Bandara Majalengka, Vidionya Viral

Aparat Bentrok vs Warga dalam Pembebasan Tanah Bandara Majalengka
Aparat Bentrok vs Warga dalam Pembebasan Tanah Bandara Majalengka

Rencana pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kec. Kertajati Kab. Majalengka menuai pro kontra di dimasyarakat. Pembebasan lahan BIJB di Desa Sukamulya Kecamatan Kertajati misalnya, yang berakhir dengan bentrok, pada Kamis (17/11/2016). Menurut Mngabay ngutip dari statmen Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombespol Yusri Yunus menyatakan bahwa  pembebasan lahan sendiri melibatkan kurang lebih 2000 personel yang dari berasal dari Polda Jawa Barat, Polres Majalengka, TNI dan Satpol PP. Mereka bentrok dengan warga yang menolak pembebasan sawah tersebut di areal persawahan.

Vidio bentrok ini belakangan menjadi viral di dunia maya dan mendapat tanggapan luas. Berikut vidionya:

Kalau agan gak bisa buka gan, cek di link INI!

Dalambentrok ini aparat gabungan terpaksa memukul mundur dan menembakan gas air mata pada ratusan warga yang bersikukuh menolak pembebasan lahan mski sudah negoalot. Petugas mulai menembakkan gas air sejak pukul 12.30 WIB kemarin. Mulai pukul 09.30 WIB bentrokan sudah dimulai.

Satu orang anggota kepolisian, Bripda Soni dari Polda Jabar mengalami luka robek di bagian pelipis kiri terkena batu disinyali dari katapel warga. Di lain pihak 12 orang terluka yakni Sahir, Raman, Usep, Aji, Ita, Nano, Jajuli, Gugun, Warso, Ovan, Didi, dan Aef.

Usai bentrok 3 orang warga, Jaenudin (25) warga Desa Sukakerta, Atam Dastam (36) warga Desa Sukakerta, serta Sunadi (45) warga Sukamulya diamankan aparat kepolisian. Dari tangan mereka diamankan barang bukti berupa katapel dan petasan.

Berikut gambaran bentrok dari Foto:

bentrok aparat vs warga di kertajati 1
bentrok aparat vs warga di kertajati 1
bentrok aparat vs warga di kertajati 2
bentrok aparat vs warga di kertajati 2

Sengketa Sejak Lama

Kabarnya masih dari sumber di atas, penolakan ini memang sejak lama, sejak tahun 2004 sampai 2016 sekarang. Salah satu pemicunya adalah secara sepihak 11 kepala desa menandatangani surat pernyataan yang menyatakan “Kami  dan seluruh warga masyarakat Desa mendukung atas rencana pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat seluas 5000 hektar, Jumlah KK: 1305 KK, yang terletak di Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka”.

Surat pernyataan ini ditandatangani pada 14 Oktober 2004 silam. Uniknya hanya 300 KK yang mendukung pembangunan BIJB. Lha mayoritas waga yang jumlahnya 1005 KK di 11 Desa Menolak.

 

Advertisements
Advertisements

5 Comments

  1. Aparat ya seperti itu. Pribumi di musuhi, keturunan aseng di bela, bahkan sudah jelas jelas menistakan agama gak di tangkep, cuma tersangka aja itu juga cuma buat menipu umat muslim

Monggo Tinggalkan Komen Sini Gan, Isian Kolom 3 Pake http://www.... Bila Susah Kosongin