Berita Mumet: Pengunggah Pungli Awalnya Diancam 4 Th. Lalu Dibilang Hoax Kemudian Dibilang dapet Hadiah!

Berita Mumet Pengunggah Pungli Awalnya Diancam 4 Th Lalu Dibilang Hoax Kemudian Dibilang dapet Hadiah
Berita Mumet Pengunggah Pungli Awalnya Diancam 4 Th Lalu Dibilang Hoax Kemudian Dibilang dapet Hadiah

Aseli gan, Berita Mumet: Pengunggah Pungli Awalnya Diancam 4 Th. Lalu Dibilang Hoax Kemudian Dibilang dapet Hadiah! Ya sebagaimana dalam artikel lalu di link INI, bahwa ada sebuah pingli yang dilakukan polisi, lalu direkam, dan kemudian dishare ke medsos. Polisinya ditangkep, penyogok ditengkep. Nah yang jadi masalah adalah pengunggah vidio ini ke dunia maya, kok rumornya sungguh berbeda-beda dan berubah ubah, awalnya mau dipenjara terancam UU ITE antara 4-6 tahun penjara, kemudian dibilang Hoax, lalu kabar terakhir malah mau dapet hadiah. Mumet rek, yang benar yang mana?

Coba yuk kita simak
1. awalnya berita dari tribun ini:

“……………………… Oknum polisi yang tidak diketahui identitasnya tersebut meminta uang pungli sebesar Rp 100 ribu kepada setiap sopir truk. Melansir wawancara yang direkam oleh DutaTV Banjarmasin, Kapolda Kalimantan Selatan, Brigjen Pol Rachmat Mulyana, akan mencari orang yang mengunggah dan menyebarkan video tersebut.

Rachmat menyebut jika pengunggah dan penyebar video akan dijerat Undang-undang IT dan terancam hukuman 6 tahun penjara. “Kalau yang menyebarkan kena Undang-undang IT lah,” katanya kepada awak media seperti pada video yang diunggah oleh akun Facebook Ridwan Efendy, Kamis (18/8/2017). Polda Kalsel bekerja sama dengan tim khusus cyber sedang menelusuri pelaku yang menyebarkan video tersebut.

Pernyataan Kapolda Kalsel ini justru menuai tanggapan negatif dari warganet…………………”

2. Selanjutnya berkembang kabar dari detik dibilang bahwa pengedar vidio jadi tersangka itu Hoax:

Detik melansir sebuah artikel jedang judul “Heboh Sopir Rekam Oknum Pungli Jadi Tersangka, Polisi: Itu Hoax”

“……di media sosial kabar sopir truk yang merekam oknum polisi yang melakukan pungutan liar (pungli) di Kalimantan Selatan menjadi tersangka. Kabar itu dipastikan tidak benar. “Itu hoax, berita dipelintir. Kami mohon kepada masyarakat tolong dicermati berita yang ada sesuai faktanya. Teliti dulu jangan langsung analisa sendiri, jangan menyimpulkan sendiri,” ujar Kabid Humas Polda Kalimantan Selatan AKBP Mochamad Rifai saat dimintai konfirmasi, Sabtu (19/8/2017). Kapolda Kalsel Brigjen Rachmat Mulyana, menurut Rifai, justru berterima kasih kepada masyarakat karena ikut mengawasi kinerja kepolisian. Kapolda juga berpesan agar kasus pungli yang dilakukan oknum polisi tidak terulang.  “(Pesan) pertama, jangan diulang lagi, ini yang terakhir. Jadi bukan main-main lagi, jadi bukan masanya lagi dilakukan pungli dan kita juga ada tim saber pungli. Kepada masyarakat diminta masukannya supaya memberikan masukan yang positif konstruktif terkait anggota yang melakukan pelanggaran-pelanggaran, termasuk polisi. Jadi diucapkan terima kasih kepada masyarakat,” sambungnya.

Video pungli oknum polisi yang menjadi viral disebarkan Andi Satria dalam akun Facebook. Sopir truk dalam video merekam aksi pungli yang disebutnya sering dilakukan oleh oknum……..

3. Kalsel.prokal.co Menyatakan bahwa Kapolda Kalsel Bakal Beri Hadiah Pengunggah Video Polisi Pungli

Simak saja gan pemaparannya berikut:

“………………….Kapolda Kalsel Brigjen Pol Drs Rachmat Mulyana akan memberikan reward dan penghargaan kepada Cecep karena telah berani merekam aksi pungli (pungutan liar) yang telah dilakukan oknum anggota Polres HST tersebut.“Keberanian Cecep merekam dan melaporkan anggota kami merupakan bukti bahwa masyarakat masih memiliki kepedulian terhadap kami untuk menjadi lebih baik. Karena itu, atas keberaniannya saya ingin memberikan reward dan penghargaan pada  Cecep,” ujar Kapolda.

Rencaanya Senin, 21 Agustus 2017 nanti,  Kapolda Kalsel Brigjen Pol Rachmat Mulyana  akan melaksanakan press conference mengenai kasus tersebut, sekaligus memberikan penghargaan dan ucapan terima kasih kepada Cecep.

Kapolda juga ingin meluruskan opini dan viral di media sosial yang menyebutkan bahwa polisi ingin menangkap dan menjadikan Cecep sebagai tersangka. “Saya ingin meluruskan dan menegaskan, bahwa saya ingin berterima kasih atas keberaniannya sehingga saya tahu bagaimana kinerja anggota saya di lapangan,” kata Kapolda.

Kapolda menambahkan, oknum yang melakukan pungli sudah ditangani oleh Bidang Propam Polda Kalsel dan akan dilakukan sidang disiplin dan KKE. “Saya akan tindak tegas personel yang berani main-main dan merugikan masyarakat,” tegas Kapolda Brigjen Rachmat Mulyana.

Kapolda Kalsel juga mengimbau kepada masyarakat yang menemukan perilaku  anggota Polda Kalsel yang tidak sesuai dengan Tupoksi (tugas pokok dan fungsi) Polri untuk merekam dan melaporkan hal tersebut ke Bid Propam satuan masing-masing.

“Silakan kalau masyarakat ada menemukan anggota saya yang melakukan penyimpangan untuk merekam dan melaporkannya kepada Bidang Propam. ……………….”

Aihihihihi, dinamikanya sungguh luar biasa mengenai kabar ini gan.

  • Kok bisa ya, apakah pak polisinya di tengah jalan mengambil kebijakan lain, karena jelas kalau penyebar vidio di ancam UU ITE bakal bertentangan dengan sabda Kapolri yang memintar masyarakat untuk memvidiokan dan mencebarkan pungli. Lalu pak polisinya berikir untuk merubah kebijakanna.
  • Atau media yang memelintir berita sehingga jadi laku dan laris?

Nah bagaimana menurut agan sekalian monggo!

Advertisements
Advertisements

5 Comments

  1. Hoax darimananya.
    Lah itu pernyataan ada videonya.
    Makanya sy bilang pernyataan tentang video ini terburu2, gara2 viral duluan
    😁

Monggo Tinggalkan Komen Sini Gan, Isian Kolom 3 Pake http://www.... Bila Susah Kosongin