Pasaca uji emisi standar Euro2 senin kemarin di Kementerian Lingkungan Hidup di Balai Thermodinamika Motor dan Propulsi (BTMP) milik Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Serpong, Tanggerang Selatan, Jokowi merasa optimistis Esemka bisa lolos. Kini nasib Mobil Esemka ada di tangan Debhub untuk ditetapkan layak tidaknya. Sertifikat lulus uji emisi belum bisa diterbitkan dan dibawa langsung ke Solo karena instansi terkait masih memerlukan waktu untuk mengevaluasi hasil uji emisi sebelum menerbitkan sertifikat. Sementara itu ada sedikit ungkapan yang perlu digaris bawahi Direktur Pusat Teknologi Industri dan Sistem Transportasi BPPT, Prawoto selesai uji emisi bahwa mobil Esemka Rajawali yang diuji itu, layaknya dikendarai di jalan perkotaan, tol, dan kondisi macet. Boleh jadi kemungkinan besar lulus.

Ya, pasca uji emisi ini mobil esemka punya target besar meski secara perlahan namun pasti. Untuk tahap awal, Esemka tidak akan diproduksi secara besar-besaran. “Target produksi hanya 200 hingga 300 per bulan, dan baru akan tersedia di Solo Raya dengan satu atau dua dealer, kalau sudah mapan baru akan dijual secara nasional. Kami tidak ingin `kemrungsung` atau tergesa-gesa,” kata Jokowi, “Dengan harga Rp95 juta, coba Esemka dijejerkan dengan mobil merk lain, pasti kualitas mobil Esemka lebih baik,”tambahnya.

Secara perlahan namun pasti mobil ini kalau memang lolos uji emisi akan langsung berhadapan dengan duet mautXenia-Avanza. Ya

untuk saat ini mobil murah dan populer adalah Xenia-Avanza dengan harga varian termurah di kisaran 140 juta, sementara Esemka hanya 95 juta. DEngan selisih yang terpaut jauh, bila betul statmen Jokowi bahwa mobil ini memang berkualitas, kemudian didukung 3 s yang mumpuni, yakia pasar Xenia Avanza bakal ambrol atau minimal tergerogoti.