Himbauan Presiden Hemat BBM, Beraat : Mobil Plat Merah Kepergok Minum Pemium

Selasa, 29 Mei 2012 malam lalu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengumumkan lima kebijakan penghematan energi nasional. Salah satu kebijakan yang dikeluarkan itu adalah melarang kendaraan pemerintah, baik pusat maupun daerah, juga BUMN dan BUMD, menggunakan BBM bersubsidi. Presiden menginstruksikan kepada jajaran pemerintah pusat dan daerah, BUMN dan BUMD, untuk memberikan contoh nyata dalam upaya penghematan BBM ini.

Haha beberapa jam Presiden SBY memberi instruksi itu, sebuah mobil plat merah kepergok mengisi BBM premium di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina kawasan Tanah Abang, Rabu, 30 Mei 2012. SEagaimana diberitakan MSN. SO, beraaaat!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
NEh potonya copas abies dari MSN dari sumber Tempo:

plat merah
plat merah

Subekti

Pegawai Dinas Perhubungan tersenyum malu sambil menutupi keran pengisian bahan bakar minyak (BBM) saat tepergok fotografer TEMPO mengisi BBM bersubsidi jenis premium di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina kawasan Tanah Abang, Jakarta, Rabu, 30 Mei 2012.

platmerahh

Subekti

Pegawai Dinas Perhubungan tersenyum malu saat tepergok fotografer TEMPO mengisi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis premium di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina kawasan Tanah Abang, Jakarta, Rabu, 30 Mei 2012.

 

Subekti

Pegawai Dinas Perhubungan tersenyum malu saat tepergok fotografer TEMPO mengisi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis premium di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina kawasan Tanah Abang, Jakarta, Rabu, 30 Mei 2012.

 

Subekti

Pegawai Dinas Perhubungan tersenyum malu saat tepergok fotografer TEMPO mengisi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis premium di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina kawasan Tanah Abang, Jakarta, Rabu, 30 Mei 2012.

25 komentar pada “Himbauan Presiden Hemat BBM, Beraat : Mobil Plat Merah Kepergok Minum Pemium

  • 31 Mei 2012 pada 14:35
    Permalink

    ceeeeessssssss
    Ketahuan dech.

    Balas
  • 31 Mei 2012 pada 15:01
    Permalink

    Kalau sifatnya hanya himbauan dan tak ada sanksi ya mubazir

    Balas
  • 31 Mei 2012 pada 15:03
    Permalink

    contoh yang patut ditiru.

    Balas
  • 31 Mei 2012 pada 15:45
    Permalink

    🙁 aduuuhhh…
    malu donk jadinya …
    ga malu ada plat hitam disekitarnya??? 😎

    Balas
    • 1 Juni 2012 pada 13:32
      Permalink

      Himbauannya baru diberlakukan tgl 1 juni mank, tu org isinye tgl 30 mei,yg mobil plat item g malu jg y nenggak premium? beli mobil bisa,, beli premium 4500/l minta subsidi hohoho,,TRAGISSS !!!!!!

      Balas
  • 31 Mei 2012 pada 15:56
    Permalink

    meski himbauan presiden sangat baik tapi saya ragu akan efektifitasnya, selama kebutuhan bahan bakar tergantung dengan minyak bumi pasti subsidi tetap naik. coba deh hitung besaran BBM yang bisa dihemat dibandingkan dengan pertumbuhan kendaraan bermotor. sebagai contoh perbulan Honda Beat saja mampu terjual lebih dari 100 ribu unit.

    dengan asumsi setiap motor menghabiskan 8 liter per bulan (faktanya sangat mungkin bisa lebih) , maka dari Honda Beat saja tiap bulan kebutuhan BBM bersubsidi sudah meningkat 800.000 liter perbulan. dengan asumsi tiap liter BBM besaran subsidi adalah Rp. 2000, maka 2000×800.000= 1.600.000.000 alias 1,6 milliar nilai subsidi yang bertambah tiap bulan.

    ini baru dari Honda Beat, belum tipe yang lain, belum merek yang lain, belum mobil… yang ahli silahkan ngitung sendiri deh….

    pemerintah harus segera merealisasikan bahan bakar alternati deh, tentunya jika diproduksi dengan skala besar, plus dukungan total pemerintah, penggunaan etanol dan bio solar bisa dimaksimalkan. CMIIW…..

    Balas
    • 1 Juni 2012 pada 13:26
      Permalink

      klo harga premium dinaikan beres urusan om, tp krn kite2 tak mau naik y gini jd nya, repot semuanya gara2 BBM, beli beat harga 13,5 jt bisa, beli premium 4500 per liter g mampu malah minta subsidi,sakit !!!!!!

      Balas
  • 31 Mei 2012 pada 15:58
    Permalink

    sengaja tuh ampe pose pose.

    Balas
  • 31 Mei 2012 pada 16:14
    Permalink

    Ada yang harus dicermati sebelumnya.
    1. Yang dimaksud mobil plat merah HARUS menggunakan BBM nonsubsidi tu dalam kondisi bagaimana. Semua kondisi, dalam artian mobil itu harus mengonsumsi BBM nonsubsidi atau kondisi tertentu yaitu bila penggunaan BBM nonsubsidi DIANGGARKAN pemerintah.
    2. Apa yang disampaikan presiden berlaku mulai tanggal 1 Juni, jadi ketika baru beberapa jam belum “wajib” mematuhi imbauan tersebut.

    Balas
  • 31 Mei 2012 pada 16:18
    Permalink

    himbauan presiden aja dianggap angin lalu ama bawahannya, apalagi oleh rakyatnya.
    Yang penting citranya sendiri terlihat baik, ga peduli diikuti apa tidak “himbauannya”

    “this will always happen in any country that led by a fool”

    Jadi inget lirik salah satu lagu Muse “….how can we win when fools can be king….”

    Balas
    • 1 Juni 2012 pada 13:38
      Permalink

      klo lo kyk nye beli pertamax terus ya gan,,kliatan dari kacamatanya,,keren..

      Balas
  • 31 Mei 2012 pada 18:49
    Permalink

    jadi teringat jaman konfersi minyak tanah ke gas.. Semua mencaci maki..tapi ahirnya berhasil juga.. Meski awal2 banyak yg meleduk karena human eror(masih kagok pake elpiji)..

    Mobil plat merah,tni,polri mulai besok pagi gak boleh ngisi premiumnya.. Kebijakan ini jadi percuma jika tunjangan pns,tni,polri naik gara2 kebijakan ini (setau saya gak ada kenaikan tunjangan tuh..)

    Balas
  • 31 Mei 2012 pada 23:47
    Permalink

    halah halah.
    Presiden mung dianggep Radio :p

    Balas
  • 1 Juni 2012 pada 18:15
    Permalink

    Kayanya kelihatan keren bahwa Mobil Plat Merah dilarang menggunakan premium, tapi coba kita berhitung pasti bulan depan anggaran untuk membeli pertamak pasti telah berlaku untuk semua departemen dan lembaga pemerintah menjadi 2 kali lipat lebih, lah wong untuk ngisi premium mobil dinas pejabat itu dari uang rakyat juga alias dianggarkan tersendiri (ada kupon untuk pengisian bahan bakar) kecuali untuk motor dinas tidak ada anggaran untuk BBM nya jadi yang susah jadi tambah susah sedangkan pejabatnya (eselon 1, 2, 3) sih tenang ajah udah ada yang bayar tuhh alias uang rakyat juga, sekian sekilas inpho.

    Balas
  • 2 Juni 2012 pada 01:00
    Permalink

    mobil ama motor di moratorium dah penjualannya… pasti efektif…

    Balas

Monggo Tinggalkan Komen Sini Gan, Isian Kolom 3 Pake http://www.... Bila Susah Kosongin

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: