Setalah Metamorfosis Jadi Sugeng Rahayu, Tetep Aja Sumber Kencono Jadi Sumber Bencono, Lagi-lagi Nabrak dan Dibakar Massa!

Bis Dibakar Massa
Bis Dibakar Massa

Lagi-lagi bus mewarnai kecelakaan laulintas di jalan raya, adalah perusahaan otobus (PO) Selamat Grup, Sugeng Rahayu, jurusan Surabaya – Yogyakarta  menabrak satu keluarga hingga tewas ditempat di Kabupaten Jombang kemudian bus,dibakar massa yang kesal karena kejadian ini sering berulang.

Korban kecelakaan itu terdiri dari tiga orang yang masih satu keluarga, yaitu Khusnul Kotimah (38), Wahyudi (16), serta seorang balita bernama Santoso (5), warga Dusun Barong, Desa Barong, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Jombang.

Ya, ketika dahulu menjdai Sumber kencono sering disebut Smber Bencono karena dianggap sering ugal-ugalan dan mengakibatkan kecelakaan yang menelan banyak Korban, bis ini sering dibakar masa. Nah bus ini kemudian izin operasinya dicabut, lalu kabaarnya berubah menjadi sugeng rahayu, dan kenyataannya kini tetap menjadi sumber Bencono.

Nah masalahnya walau dibakar masa, kan ada asuransi, mm enteng mungkin buat perusaan, dan ntah apa penyelsaian yang paling jitu untuk mengatasi masalah ini, yang jelas kalau tidak tegas, pemerintah menangani hal ini, tetep aja, mau 1000 kali ganti nama ya tetep sumber bencono.

30 thoughts on “Setalah Metamorfosis Jadi Sugeng Rahayu, Tetep Aja Sumber Kencono Jadi Sumber Bencono, Lagi-lagi Nabrak dan Dibakar Massa!

  • 28 Desember 2013 pada 14:33
    Permalink

    sudah mendarah daging di masyarakat, kalau sumber kencono/sumber rahayu sopirnya ugal-ugalan

    Balas
    • 28 Desember 2013 pada 19:58
      Permalink

      masalahnya SR group itu punya bis banyak, dan menjadi mayoritas. jadi lebih banyak kecelakaannya.
      tapi memang kenceng sih bisnya.

      Balas
    • 28 Desember 2013 pada 19:58
      Permalink

      dan dapet asuransi…
      wiiiiihhhh dapet bus baru lagi nih.

      Balas
  • 28 Desember 2013 pada 15:18
    Permalink

    cara bayaran supirnya diubah dari setoran menjadi gajian

    Balas
    • 3 Januari 2014 pada 15:58
      Permalink

      betul mas, ini karena sistem bayaran supirnya
      jadi mereka ugal2an karena kejar spot yg ramai penumpangnya

      Balas
  • 28 Desember 2013 pada 16:18
    Permalink

    Dasar permasalahannya adl kejar setoran… Mending sistem gaji bulanan saja..

    Balas
  • 28 Desember 2013 pada 19:56
    Permalink

    sebelum saya komen macam-macam, lebih baik saya cari berita dari berbagai sumber 😀
    kemarin di TV disebutkan bahwa itu bus nubruk motor. motor itu dibawa ibu-ibu dan anak.
    pasalnya motor tersebut bersenggolan dengan motor lainnya. oleng jatuh, ketabrak. finish deh.
    entah kalo sumber lainya…
    .
    jadi marilah tertib berlalu-lintas.
    yg GAK PUNYA SIM dilarang mengemudi kendaraan. kalo celaka bisa merembet ke orang lain. dan pengemudi tanpa SIM sebenarnya gak berhak dapat pembelaan.
    yg punya SIM juga harap tertib patuhi rambu dan inget2 soal ujian SIMnya

    Balas
  • 29 Desember 2013 pada 05:29
    Permalink

    sebenernya belum tentu yg salah bisnya,kebanyakan justru apes….mayoritas penyebab kecelakaan adalah motor

    Balas
  • 29 Desember 2013 pada 08:15
    Permalink

    jujur aneh.. ane sama pacar puluhan kali naik bis ini, ga kenceng2 amat kok.. malah kadang surabaya solo sampe 8 jam…
    yang kenceng cuma yang gambar lumba2 biru tua.. selain itu anteng..
    dan kabarnya supir eks SK sudah banyak yang pindah ke mira…
    ane sering duduk di belakang supir.. dan sorry to say… memang banyak pengendara mobil dan motor yang ugal2an.. bikin senam jantung kalo pada brenti n ngerem mendadak di depan bis..

    Balas
  • 29 Desember 2013 pada 08:20
    Permalink

    solo surabaya 41 ribu… murah banget, dan tempat duduknya lebar.. ga kayak mira.. makanya bis ini penuh2 terus.. selain itu trayek Yogya – Surabaya / Searang surabaya jalur itu memang cuma ada 3 bus dari 2 grup yang main kalo ga salah..
    Sugeng Rahayu / Sumber Selamat ( Sumber Grup) Ekonomi AC
    PO Ekamira
    Mira > Ekonomi ac
    EKa > Patas AC > 70 rebu solo sby 🙁 >> mahal tapi nyaman n cepet

    Balas
  • 29 Desember 2013 pada 08:26
    Permalink

    disini ada SK jug a taping sahabat Kira.entah ada hubungan ama sumber kencono apa ngga? lambang SK nya mirip betul ama Sumber kencono

    Balas
  • 29 Desember 2013 pada 08:27
    Permalink

    disini ada SK juga tapi sahabat Kita.entah ada hubungan ama sumber kencono apa ngga? lambang SK nya mirip betul ama Sumber kencono

    Balas
    • 29 Desember 2013 pada 08:39
      Permalink

      SK = sunan kuning

      Balas
  • 29 Desember 2013 pada 14:53
    Permalink

    saya kecewa dgn media,krna mberitakan yg gk brimbang. gk da fakta, hanya opini jd bkin berita..
    SUMBER GROUP(SK)
    tiap armada dipasang GPS,dan saat kjadian speed bus 32kmh, ngebutkah?
    sistem bagi hasil, gk da kejar setoran,
    sluruh armada baru, dbilang gk layak??.
    sopir tempramen? sstem rekrut sopir sngat ketat, dari kesehatan, smpai psikologis dll..
    dgn armada trbnyak,knpa pnumpang rela smpe brdri?
    krna SG po.trbaik di jatim..
    bikin artikel yg bner bos, ni nyangkut nafkah ribuan tenaga krja di po.SG..
    SUMBER GROUP PATAS TARIP BIASA..

    Balas
    • 30 Desember 2013 pada 23:03
      Permalink

      saya adalah salah satu diantara ribuan pengguna jalan yang dipaksa turun dari aspal oleh sopir Sumber bencono ini!

      Balas
  • 29 Desember 2013 pada 19:05
    Permalink

    Sumber kencono sampai dicabut ijinnya karena apa? Berubah nama pun stempel masyarakat sudah melekat.
    Saya salah satunya yg akan memandang negatif kl ada kecelakaan yg melibatkan bus ini.
    Jaman saya kuliah berapa kali saya dipaksa turun ke tanah (padahal naik motor) akibat si SK ini mendahului kendaraan lain sampai ga dapat jalan.
    Mau dibilang oknum silakan, tp yg maksa saya turun ke tanah karena ga dapat aspal ya SK ini.
    Sampai sekarang pun kl mudik setiap ada bis mendahului dari arah berlawanan saya selalu was2 SK bukan….trauma bos….
    Perbuatan/image yg dibentuk tahunan ga akan hilang hanya karena ganti nama.

    Balas
  • 30 Desember 2013 pada 08:47
    Permalink

    wes ganti mesin supra fit wae ben rak ngebut bis e…

    Balas
  • 30 Desember 2013 pada 10:25
    Permalink

    mungkin emang gak selalu murni kesalahan supir bus, bisa jadi kesalahan pengendara motor
    tp karena seringnya kesalahan supir bus, ya udah, org gak pikir panjang lagi…

    Balas

Monggo Tinggalkan Komen Sini Gan, Isian Kolom 3 Pake http://www.... Bila Susah Kosongin

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

%d blogger menyukai ini: