Komparasi Injeksi Yamaha YMZ FI vs Honda PGM FI, Katanya Yamaha Lebih Irit, Mitos Apa Beneran?

Perang terbuka antara Honda vs Yamaha memang terus berlangsung, inovasi-inovasi dua pabrikan ini terus berkembang dan bersaing. Dan saat keduanya mulai menelorkan injeksi ini hingga kini masalah ini terus menjadi sorotan. Dan tentunya pasti ada pertanyaan muncul, mana yang lebih jozz dan lebih iri? Sebuah statmen ditulis oleh bro AidhiL SLar (@s_slar) di kolom komentar warung bonsai ini pada artikel http://bonsaibiker.com/2014/01/08/komparasi-berbagai-aspek-honda-vario-125-vs-yamaha-gt-125-eagle-eye/. Yup statmennya menggugah hati untuk membuktikan benarkah statmen itu, berikut statmennya:

injeksi
injeksi

“Jelas lebih irit Yamaha dibanding Honda, karna injection yamaha mnggunakan YMZ FI, sdangkan honda PGM FI
injection yamaha mnggunakan 33 sensor injection, yg artinya lebih cerdas dan pintar dibanding injection honda..
injection yamaha mnyemprotkan BBM sperti kabut, sdangkan honda mnyemprotkan BBM sperti tetesan air ujan…”

Lalu bagaimana sih PGM FI?

PGMFI adalah singkatana dari “Programed Fuel Injection”, nama yang diberikan Honda untuk sistem penginjeksian bahan bakar yang di kontrol secara elektronik. Sistem PGM-Fi ini mensuplai bahan bakar ke mesin melalui rangkaian injector bahan bakar yang di control oleh engine control module (ECM). Tipe sistem ini mengontrol suplai bahan bakar lebih teliti daripada yang menggunakan system karburator. Jozz. Bagi yang ingin melihat vidio cara kerjanya  monggo  di link berikut : http://www.youtube.com/watch?feature=player_detailpage&v=5dm-GoG8VFI

Sementara itu YMZFI?

YMZFI merupakan cara kerja Yamaha Mixture JET-Fuel Injection (YMJET-FI) sangat sederhana. Sistem ECU (Engine Control Unit) menerima informasi terkait RPM mesin. ECU memberi sinyal kepada sistem Yamaha Mixture JET-Fuel Injection untuk memberikan supply udara melalui Air Assist atau Main Air Passage, tergantung dengan dari RPM mesin dan tanpa mengurangi output mesin. Aseek!Lebih jelasnya lagi monggo lihat di artikel pak Rider Tua berikut: http://ridertua.com/2012/02/23/yamaha-mixture-jet-fi-vs-honda-pgmfi/

Lalu APA bedanya?

Menurut ulasan di Kom pasiana padalink ini katanya gak ada bedanya antara dua sistem ini, melainkan hama beda nama saja.

Plus minusnya  masih menurut pak RT sebagai berikut:

YMJET-FI  : kelebihannya pada saat rpm dibawah 5000 atau pada kecepatan stabil 50 kpj,terjadi turbulensi bahan bakar (berupa kabut)yang disemprotkan sehingga di klaim efisien BBM..fungsi kerja dari Air assist passage..

Honda PGM-FI:Campuran bensin-udara selalu seimbang, yaitu 14 : 1. yang artinya  1 molekul bensin dibakar dengan 14 molekul udara…juga diklaim efisien BBM…fungsi kerja secara electronic control

Nah, bagaimana menurut agan sekalian?

53 komentar pada “Komparasi Injeksi Yamaha YMZ FI vs Honda PGM FI, Katanya Yamaha Lebih Irit, Mitos Apa Beneran?

  • 15 Januari 2014 pada 04:45
    Permalink

    podo ae sing penting ngglinding

    Balas
  • 15 Januari 2014 pada 05:07
    Permalink

    Pilih mana yaa??
    Jadi Binunnn… 😀

    Balas
  • 15 Januari 2014 pada 05:15
    Permalink

    Ora tau akur 2 pabrikan iki.

    Balas
  • 15 Januari 2014 pada 05:50
    Permalink

    orak ngaruh… yg penting yg mana lebih awet aja… boros dikit yg penting awaet dan bebas biaya perawatan… daripada irit tpi sistem injeksinya suka ngadat kan repot… gitu aja kok bingung

    Balas
  • 15 Januari 2014 pada 05:57
    Permalink

    lebih irit lagi pake teknologi otot dorong aja motor bahan bakarnya nasi sebakul bikin badan jadi sehat dan kuat! 😀

    Balas
  • 15 Januari 2014 pada 06:18
    Permalink

    Banyak sensor banyak parameter, artinya mesin jadi rumit, yang repot saat maintenance. Kalo satu sensor ngambek, masih pengaruh kah ke system secara keseluruhan?

    Balas
  • 15 Januari 2014 pada 06:37
    Permalink

    mitosnya adalah…..
    “honda paling irit”
    bawaan dari jaman baheula saat honda 4t vs non honda 2t.

    Balas
    • 15 Januari 2014 pada 07:08
      Permalink

      Plesetan bnyk orang sih PGM-Fi : Programmed Failure injection karna kalah irit bukan hanya sama injector YMJET aja. Sama Suzuki FI & karburator TPS nya NEX, karbu TPS SupraX125, aja msh imbang.

      #bakarMenyan

      Balas
    • 15 Januari 2014 pada 17:12
      Permalink

      itu baru mitos beneran, mitos jaman majapahit

      Balas
  • 15 Januari 2014 pada 06:42
    Permalink

    tapi memang benar pgm fi lebih irit…..
    jika…

    dibandingkan dengan karburator rx king atau ninja 150.
    😆

    Balas
  • 15 Januari 2014 pada 07:14
    Permalink

    kalo kata ahem lebih canggih honda broh.
    – Sensor lebih dikit = optimal / smart / canggih / lebih awet
    – tetesan air hujan (masuk rekor dunia loh) = lebih kecil banding kabut
    wow berarti injeksi selain honda ga ada yg bisa bikin campuran bensin – udara 1 : 14 ya, wuih canggih bener yak honda :mrgreen: 😆

    Balas
  • 15 Januari 2014 pada 07:15
    Permalink

    Vario 125 dalam kota > 50km/l, luar kota > 60km/l.
    Supra helm in injeksi dlm kota > 60km/l, luar kota 70-80km/l.
    Kecepatan normal, narik gas sampai 70kpj, setelah itu dipertahankan, kecuali ada rintangan atau harus mendahului. Kayaknya masih lebih irit drpd semua motor merk apapun, termasuk yg cc-nya di bawahnya dgn pola berkendara spt di atas.

    Balas
  • 15 Januari 2014 pada 07:20
    Permalink

    cuma kelas commuter plg sama aja
    skalian ngucapin terima kasih sudah merepotkan kmren,ngabisin 2 teko es teh plus cemilan 2 piring

    Balas
  • 15 Januari 2014 pada 07:27
    Permalink

    Kang bahas dong kan 200ns pake ecu juga klo motor karbu yang udah pake sensor2 gitu gimana kaya pulsar series kan penuh sensor tuhh…beda nya apa sama yg karbu konvensional kaya tiger?

    Balas
  • 15 Januari 2014 pada 07:59
    Permalink

    pulsar 135 ane cuman karbu CV, pake pertamax dalam kota FC>60km/ltr, kalo luar kota bisa 70 km/ltr speed biasa diatas 80km/h, tahu sendiri speedometer pulsar gak ngibul kayak bebek n metik YIMM n AHM….
    P135 gak pake injeksi, cuman busi ganda ajah dah lebih uiritt n cepet…….

    Balas
  • 15 Januari 2014 pada 08:04
    Permalink

    btw produk ymh jg PGMFI (programmed FI) loh, coz sama2 diprogram ECU, cuman YMJetFI ada tambahan fitur Assist air passage yg memang bikin BBm lebih irit di rpm rendah,
    gitu aja…

    Balas
  • 15 Januari 2014 pada 08:18
    Permalink

    sudah satuhati dari dulu. jadi susah untuk ke yang lain.:)

    Balas
  • 15 Januari 2014 pada 08:49
    Permalink

    cobi wae mbaahhh….dua duanya trus bandingkan,gitu aja kok repoootttt

    Balas
  • 15 Januari 2014 pada 08:58
    Permalink

    Kasi tahu ngga ya?? Ah ntar dikira fby..ngga jd ah

    Balas
    • 15 Januari 2014 pada 10:14
      Permalink

      kalu mau kasih sharing ilmu kasih aja, kok takut dikira fby?
      ato emang fby

      Balas
  • 15 Januari 2014 pada 09:44
    Permalink

    Kayanya menurut ane cm bd nama saja. Spt prolink pnya honda dan monocross pnya yamaha.
    Sing ptg dua2nya tdk merugikan kita selaku konsumen

    Balas
  • 15 Januari 2014 pada 10:11
    Permalink

    setahu saya, injektor itu semuanya menyembrotkan cairan seperti buih.

    kalu spt tetesan air hujan, itu namanya bukan injektor, tapi valve

    cmiw

    Balas
  • 15 Januari 2014 pada 10:15
    Permalink

    no coment ah.. ane ga paham injeksi.. msh ng blur untuk orang awam kaya ane.. kalo irit jg p135 ane lbh irit dri motor bebek..

    Balas
  • 15 Januari 2014 pada 10:28
    Permalink

    ga taulah, kalw cm selisih o, sekian irit dan ga irit tergantung cara berkendaranya kalee, tapi kayaknya kalw yamaha pake jet lebih kenceng kalee

    Balas
    • 15 Januari 2014 pada 17:25
      Permalink

      kenceng larinya apa kenceng muncrat bensinnya mas bero! 😛

      Balas
    • 15 Januari 2014 pada 17:05
      Permalink

      fakta apa asumsi ?

      Balas
      • 15 Januari 2014 pada 22:05
        Permalink

        Fakta,ane kerja Didealer Secend dan Sering Gonta2 motor,Tau mana Irit mana Yang banyak Omong 😀

        Balas
  • 15 Januari 2014 pada 17:33
    Permalink

    yg jelas dua dua nya laku 😀

    Balas
  • 16 Januari 2014 pada 05:09
    Permalink

    Yamaha gak mau pakai PGM-FI biar beda ya pakai nama YMJET-FI ditambahai Air assist passage biar beda saja … begitu pula sebaliknya.. !intinya sama saja ……

    Balas
  • 16 Januari 2014 pada 07:28
    Permalink

    sama sama injeksi. cuma namanya ga mau sama. nama sensor aja beda biar fungsinya sama, LAS dan BAS

    Balas
  • 18 Januari 2014 pada 06:23
    Permalink

    Kalau mau lebih irit lagi, pakai system CGI atau FSI dan sistem dengan Direct Port Injection.

    Balas
  • 20 Oktober 2014 pada 23:12
    Permalink

    Yang Jelas selama gw pakai 2 produsen tersebut yang bagus tetap yamaha
    karena yamaha membuktikan sistem injeksinya aman kalau minyak sampai rest saya udah 10x mencobanya sampai rest sekarang mio J saya gk ada masalah……….
    kalau di honda mereka justru menyarankan minyak jgn sampai rest karena sistem injeksinya bisa rusak berarti ada masalah disistem injeksinya…..

    Balas
  • 26 Mei 2015 pada 22:14
    Permalink

    Aku pake Vario 150 eSP dari kota Lawang ke kota Gresik aku isi Full tank Pertamax habisin cuma 1-2 strip dg kecepatan 40-80km
    PGM-FI pancen Top

    Balas
  • 18 April 2016 pada 22:53
    Permalink

    kalau lebih baik sistemnya Honda,to terlalu beresiko kotrolnya banyak,tp lebih disukai

    Balas
  • 8 Juli 2016 pada 11:34
    Permalink

    Lebih enak pke honda ,. Pngalaman pke mio gt kalo buat selip”an susah ,. Kendalinya berat

    Balas
  • 20 September 2017 pada 02:04
    Permalink

    Tasih irit ojek gendong mas mbak????

    Balas

Monggo Tinggalkan Komen Sini Gan, Isian Kolom 3 Pake http://www.... Bila Susah Kosongin

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: