Konvoi Lamborghini Ini Ramai Dibincangkan Karena Tap Pakai Plat Nomor Depan

konvoi lmabo tak pakai plat nomor depan
konvoi lmabo tak pakai plat nomor depan

Sebuah obrolan ramai dibincangkan khususnya di dunia maya tentang penampakan romvongan touring Lamborghini yang dikawal polisi, ternyata banyak yang tidak pake plat nomor kendaraan pada bagian depan. Sebanyak 7 dari 9 mobil Lamborghini yang ikut konvoi dari SCBD ke Alam Sutra, Serpong, tidak terpasang pelat nomor depannya. Lha kok bisa, padahal dikawal polisi?

Pasal Yang Mengatur

Kewajiban pasang pelat nomor di bagian depan dan belakang kendaraan ini sudah diatur dengan jelas, dan sanksi pidana pun bisa dikenakan bagi pelanggarnya. Tepatnya Undang-undang No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 280.

“Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan yang tidak dipasangi Tanda Nomor Kendaraan Bermotor yang ditetapkan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 68 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp500.000,00 (lima ratus ribu rupiah),”

UU No 22 Tahun 2009, tatacara pemasangan pelat nomor kendaraan dijabbarka dalam Peraturan Kapolri nomor 5 Tahun 2012 Tentang Registrasi dan Identifikasi Kendaraan Bermotor:

“TNKB (Tanda Nomor Kendaraan Bermotor) dipasang pada bagian sisi depan dan belakang pada posisi yang telah disediakan pada masing-masing Ranmor.”

Statmen Presiden Lamborghini

Menanggapi hal ini Presiden Lamborghini Club Indonesia Lal De Silva menjelaskan bahwa pemasangan pelat nopol di bagian depan mobil sulit dilakukan, karena dari sananya memang tidak ada tempatnya.

Selebihnya monggo bijimana menurut agan sekalian!

31 komentar pada “Konvoi Lamborghini Ini Ramai Dibincangkan Karena Tap Pakai Plat Nomor Depan

  • 4 Mei 2015 pada 08:43
    Permalink

    Biasa orang kaya,,,
    Klo orang miskin pake motor gak ada plat nomornya abis,,,,,,
    Did KO POLISI

    Balas
  • 4 Mei 2015 pada 09:02
    Permalink

    laaah ngelessss…. cbr 1000 , ninjazx10r (klo gak slah) dll juga gak ada dudukan plat nopol. toh di bikinin.. sulit bukan berarti gak bisa, saya yakin punya otak, pake donk…!! waka waka waka

    Balas
  • 4 Mei 2015 pada 09:08
    Permalink

    Pernah nonton megafactories di natgeo n emang supercar banyak yang ga ada tempat plat nomor depan. Ga cuma lamborghini, tapi ferrari, pagani, mclaren emang banyak yang ga ada. Kecuali si pemilik bikin sendiri ato plat nomornya boleh bentuk stiker (yang asli tetep dibawa)

    Balas
    • 4 Mei 2015 pada 13:51
      Permalink

      Nah itu..kira2 kalo dimodikasi sndiri,trs platnya lepas disaat dipacu 200 km/jam..kira2 bahaya ga tuh..

      Balas
      • 4 Mei 2015 pada 14:06
        Permalink

        Pertama, tidak ada jalan umum di Indonesia yang boleh jalan 200kpj. Jadi alasan ini nggak nyambung.

        Kedua, setiap kendaraan yang diproduksi atau impor harus du uji dulu. Kalau nggak ada tempat plat nomor, berarti kendaraan itu belum legal masuk indo. Kalaupun masuk, pasti lewat pintu belakang.

        Balas
    • 4 Mei 2015 pada 12:39
      Permalink

      dipikir lagi deh omongannya si de silva.

      Balas
    • 4 Mei 2015 pada 14:10
      Permalink

      Betul. Faktanya beberapa Lambo itu bodong tanpa surat resmi. Asal ada duit, wereng coklat juga merem.

      Balas
  • 4 Mei 2015 pada 09:49
    Permalink

    Halah ngeles,buktinya moge bisa tuh pake plat depan gak ketang pake stiker

    Balas
  • 4 Mei 2015 pada 10:19
    Permalink

    katanya kenapa di negara maju tidak mewajibkan plat nomor depan, karna plat nomor depan itu berbahaya, terutama sepeda motor. baud plat nomor depan mudah copot, kalau copot di maju bisa membahayakan pengendaranya.

    Balas
    • 4 Mei 2015 pada 10:27
      Permalink

      Namanya juga orang kaya, semua tau duit adalah raja

      Balas
    • 4 Mei 2015 pada 10:29
      Permalink

      Om gundra berarti yg anda katakan maksudnya negara kita ga maju! Begtu

      Balas
    • 4 Mei 2015 pada 14:13
      Permalink

      Kalau baudnya copot, berarti nggak terawat. Ban saja bisa copot kalau baudnya nggak dirawat. Apa perlu bikin motor nggak pakai ban biar aman kalau baudnya copot?

      Balas
  • 4 Mei 2015 pada 10:51
    Permalink

    kasian .. beli mahal2 tapi fiturnya kurang ..
    mending motor gw. 15 juta komplit tambah helm ama jaket …

    Balas
  • 4 Mei 2015 pada 13:04
    Permalink

    disinyalir mobil bodong mbah….kan dah ga aneh lagi spt moge…..

    Balas
  • 4 Mei 2015 pada 14:16
    Permalink

    Kenapa polisi mengawal mereka:
    1. Mobil mereka bodong, biar nggak ditilang polisi lain
    2. Mereka mau ngebut di atas batas kecepatan
    3. Kapasitas otak mereka tidak memungkinkan utk jalan sendiri, shg perlu dikawal.
    4. Wereng coklat memang sudah terkenal paling doyan duit.

    Balas
  • 4 Mei 2015 pada 15:39
    Permalink

    YANG BANYAK UANG YANG BERKUASA, BROO.. GAK USAH HERAN.. ^_^
    seandainya polri bersatu lagi dengan tni.. berani apa.. ckckck..

    Balas
  • 4 Mei 2015 pada 21:59
    Permalink

    Halah 60% mobil mewah adalah BODONG

    Balas
  • 5 Mei 2015 pada 03:08
    Permalink

    Heran liat org yg komen disini spt nya gak suka sm pemilik mobil, klo gak suka knp gak samperim ato ngomong lgs sm yg punya, kan.beres dan tuntas drpd cm didunia maya semua org bebas nulis apapun tanpa ketemu alias surat kaleng.
    Apalagi yg punya BLOG dan komentar tetap pakai bawa2 UUD/PERATURAN pdhl klo dipikir scr logika tiap detik tiap menit tiap jam brp byk motor dan BIKERS yg melanggar dijalan umum, boleh dong org lain yg liat pakai UUD/PERATURAN spy para BIKERS utk bisa tertib rapi dan sopan.spt Drivers/Pengendara.mobil, FAIR dan ADIL KAN?? Jd jgn krn ada 10 mobil mewah dijalan gak pakai plat no pol lgs dikomentari krn UUD lah, bodong lah, dll. Trus nanti ada pemilik mobil dan motor mewah mau BERGAUL KEBAWAH LGS DEH DIBANGGA2 IN, DISENENGIN KRN DIANGGAP MAU MERAKYAT. Apa itu namanya bukan MUNAFIK?? Apa itu namanya bukan suatu KCEMBURUAN/KESENJANGAN SOSIAL??? Sbg BUKTI NYATA knp dibilang HARUS MAU BERGAUL KEBAWAH SPY DISENENGIN?? Wkt ultah club HD beberapa thn lalu byk para BIKERS, Club/Komunitas motor biasa yg datang tp mereka semua keliatan senang dan sgt membanggakan, ini BUKTI NYATA BUKQN.PEMBENARAN, silahkan cari pembenaran dan pembelaan

    Balas
    • 5 Mei 2015 pada 08:09
      Permalink

      ciee bikin pembelaan

      beli mobil mahal saja mampu, masa sih bikin tempat dudukan buat plat nopol aja ngga mampu

      Balas
  • 5 Mei 2015 pada 03:11
    Permalink

    Heran liat org yg komen disini spt nya gak suka sm pemilik mobil, klo gak suka knp gak samperim ato ngomong lgs sm yg punya, kan.beres dan tuntas drpd cm didunia maya semua org bebas nulis apapun tanpa ketemu alias surat kaleng.
    Apalagi yg punya BLOG dan komentar tetap pakai bawa2 UUD/PERATURAN pdhl klo dipikir scr logika tiap detik tiap menit tiap jam brp byk motor dan BIKERS yg melanggar dijalan umum, boleh dong org lain yg liat pakai UUD/PERATURAN spy para BIKERS utk bisa tertib rapi dan sopan.spt Drivers/Pengendara.mobil, FAIR dan ADIL KAN?? Jd jgn krn ada 10 mobil mewah dijalan gak pakai plat no pol lgs dikomentari krn UUD lah, bodong lah, dll. Trus nanti ada pemilik mobil dan motor mewah mau BERGAUL KEBAWAH LGS DEH DIBANGGA2 IN, DISENENGIN KRN DIANGGAP MAU MERAKYAT. Apa itu namanya bukan MUNAFIK?? Apa itu namanya bukan suatu KCEMBURUAN/KESENJANGAN SOSIAL??? Sbg BUKTI NYATA knp dibilang HARUS MAU BERGAUL KEBAWAH SPY DISENENGIN?? Wkt ultah club HD beberapa thn lalu byk para BIKERS, Club/Komunitas motor biasa yg datang tp mereka semua keliatan senang dan sgt membanggakan, ini BUKTI NYATA BUKQN.PEMBENARAN, silahkan cari pembenaran dan pembelaan..

    Balas
  • 6 Mei 2015 pada 08:54
    Permalink

    Ngemeng doank..!!!

    Bikin dudukan utk plat atau lo taro didepan dashboard..emg mreka aja terlalu angkuh..
    Harta ga dibawa mati bung!!

    Balas

Monggo Tinggalkan Komen Sini Gan, Isian Kolom 3 Pake http://www.... Bila Susah Kosongin

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: