Miris, Balita Jatuh Dari Motor Kelindes Truk Saat Mudik di Brebes

Balita Jatuh Dari Motor Kelindes Truk Saat Mudik di Brebes
Balita Jatuh Dari Motor Kelindes Truk Saat Mudik di Brebes

Balita Jatuh Dari Motor Kelindes Truk Saat Mudik di Brebes. Dialah Ifa Khumaeroh, balita 2,5 tahun warga Bekasi, Jawa Barat yang menjadi korban pertama arus mudik di wilayah Kabupaten Brebes. Balita ini meninggal di tempat pasca terlindas truk setelah terjatuh dari motor saat akan pulang dari Cikarang ke Surodadi Tegal.


Insiden mengenaskan ini terjadi pada Sabtu malam, 17 Jni 2017. Ketika itu  motor B 4337KDT yang ditumpangi satu keluarga yakni Sharoni, Umi Zahra dan anaknya ini tersenggol mobil lain. Motor kemudian oleh lalu sang balita jatuh dari gendongan sang ibu. Naasnya pada saat bersamaan  dari arah belakang melaju sebuah truk melindasnya hingga tewas seketika.

Ngutip dari detik, seorang warga yang bernama Karno, 36, menjelaskan bahwa insiden initerjadi sekitar pukul 21.00 WIB di perempatan Jalan Ahmad Yani, Brebes. Motor Sahroni ketika itumelaju dari arah barat ke timur, dan  ketika di TKP motor bersenggolan denga mobil hingga oleng. Ifa Khumaeroh itu terlepas dari gendongan sang iobu dan terjatuh hingga terlindas truk di belakangnya. Usai melindas korban, truk langsung melarikan diri.

Sahroni sendiri sebenarnya  hendak mudik dari Cikarang, Jawa Barat menuju kampung halamannya di Dukuh Bulakbanteng, Desa Jatimulya, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal. Dia berangkat dari Cikarang pada Sabtu siang. Dia beserta keluarga berencana mudik di kampung halamannya.

Selanjutnya insiden ini masih ditangani Satlantas Polres Brebes. Korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Brebes.

5 komentar pada “Miris, Balita Jatuh Dari Motor Kelindes Truk Saat Mudik di Brebes

  • 18 Juni 2017 pada 15:17
    Permalink

    Nah iki jos pakdhe, diwoco ning hp kepenak. Ora peteng koyo sing sakdurunge.

    Balas
  • 18 Juni 2017 pada 16:00
    Permalink

    Kan udah dilarang mudik pake motor…kalau ngeyel, inilah resikonya

    Balas
  • 18 Juni 2017 pada 16:13
    Permalink

    Kita gk tau keadaan seseorang bro,, jd gk etis rasanya kalo anda berkata “tanggunglah resikonya”. Apalagi terhadap org yg sedang mengalami musibah..

    Kita doakan saja, semoga korban mendapatkan tempat yg layak disisi-Nya., dan di berikan ketabahan bagi keluarga yg d tinggalkan. Aminn.

    Balas
  • 18 Juni 2017 pada 21:03
    Permalink

    Alasan sebagian pemudik motor adalah, biar gampang nanti dikampung jalan2 punya kendaraan sendiri, bukan masalah ekonomi…apa salahnya istri & anaknya naik bus, bapaknya naik motor…ongkos bus gak ada artinya bro dibanding nyawa, klau udah kejadian gini mau gimana coba? Nyesel kan

    Balas

Monggo Tinggalkan Komen Sini Gan, Isian Kolom 3 Pake http://www.... Bila Susah Kosongin

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: