Ini Yang Bikin Pelik Kasus Balap Liar di Sragen Yang Dihajar Polisi

Kasus Balap Liar di Sragen

Bonsaibiker.com – Mas bro sekalian, masihseputra berita dunia motor, khususnya balap motor, lebih khusus lagi adalah balap liar. Ya, ini adalah masih seputra Kasus Balap Liar di Sragen. Sebagaimana dalam artikel lalu ditulis bahwa kasus pembalap liar dihajar warga di sragen videonya sempat viral.

Kasus Balap Liar di Sragen
Sikap Tegas polisi Sragen dalam Kasus Balap Liar di Sragen

Lengkapnya silakan cek berikut :

Vidio Balap Liar Dihajar Warga di Sragen Viral

Kemudian belakangan diketahui bahwa yang menghajar tersebut ternyata adalah seorang polisi atas keluhan warga. Selengkapnya silakan cek di bawah ini :

Ternyata Yang Menghajar Pebalap Liar di Sragen adalah Polisi, Warganet Malah Nyukurin dan Sebagian Bela

Nah belakangan kasus balap liar di Sragen ini dikabarkan berakhir damai. Kabarnya Polsek Gesi, Sragen, memfasilitasi mediasi antara pihak si pembalap liar dan si penganiaya yang ternyata seorang anggota Polri tersebut. Namun bagi warganet ternyata masih menyisakan keruwetan masalah yang mengundang tandatanya.

Kasus Balap Liar di Sragen Jadi Pelik

Mas bro, diberitakan bahwa dua belah pihak, pebalap liar maupun polisi yang menghajarnya kedua pihak sepakat berdamai dan saling memaafkan. Kabarnya anggota Polri itu tetap diproses hukum karena dianggap melanggar disiplin Polri. Lha terus warganet bertanya pebalap liarnya gimana? Nanti balapan lagi dan ngganggu warga? Ini dia yang rada perlu dipikirkan.

Simak beberapapoint berikut :

  • Yup mas bro, pembalap liar yang bernama B, 18, ternyata merupakan putra seorang pendekar di wilayah Sragen. Ini kemungkinan yang bikin ruwed, bisa jadi bunya banyak masa.
  • Sementara itu Polisi yang menghajarnya adalah berinisial F yang diketahui merupakan warga Sragen, dan menjadi anggota Polres Wonogiri dan kasusnya diproses oleh Propam Polres Wonogiri.
  • Kapolsek Gesi Iptu Teguh Purwoko mewakili Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan ngutip dari Solopos, pada Selasa (12/2/2019) siang, menyampaikan bahwa mediasi itu menghadirkan Unit Propam Polres Wonogiri di pihak F yang juga warga Sragen.

Jadi mas bro, satu sisi pihak si anak adalah anak pendekar, dan sebenarnya dia juga berbuat salah wong balap liar ya meresahkan warga. Si sisi lain, pak polisi ini ya bisa dibilang main hakim sendiri. Wong langsung main gebug. Jadi kalau dipandang dari dua sisi ya sama-sama salah. Makanya msuti dilakukan mediasi. Pasalnya kalau slah ambil keputusan, ya bakal berabe mas bro. Biasanya kalau dari keluarga pendekar punya banyak massa. Ini akan bisa menimbulkan gejolak baru dalam masyarakat kalau tidak hati-hati menyelesaikannya.

Nah mas bro, dalam mediasi tersebut, mereka membuat surat kesepakatan bersama yang intinya keduanya meminta maaf. Mediasi dilaksanakan pada Senin sore pukul 16.00 WIB.

Kenapa Main Hakim Sendiri, Apa Karena Polres Sragen Tak Ambil Tindakan?

Masalah jadi makin pelik lagi, saat sebuah fakta disampaikan Kapolsek Gesi Iptu Teguh Purwoko bahwa F, pelaku penganiayaan yang merupakan anggota Polres Wonogiri itu diminta ambil tindakan oleh warga yang resah dengan aktivitas balapan liar. Makanya ia main hakim sendiri. Lalu kenapa main hakim sendiri, Apa Karena Polres Sragen Tak Ambil Tindakan terhadap balap liar ini? Atau ya karena kepeduliannya semata sebagai warga Sragen?

Yup mas bro, jelaasnya menurut pak Teguh ini, F berniat baik tetapi caranya yang salah. Di sisi lain, balapan liar itu juga salah dan bisa dikenai sanksi pidana karena melanggar ketentuan UU Lalu Lintas.

Tapi ya itu, yang masih mengganjal, balapan liar ini kok sampai meresahkan warga, tapi belum ditindak polisi Sragen? Justru polisi Wonogiri yang ambil tindakan atas nama warga. Disinilah letak peliknya. Apakah pak polisi sragen ini yang terlalu buru-buru ambil tindakan, atau polisi sragen yang terlalu lamban merespon keresahan warga? Ya itu Gak tahu persis mas bro, wong semua yang dilakukan polisi itu ada juklaknya. Jadi ya gak bisa menyahkan polres Sragen begitu saja.

BTW sekarang polres sragen telah memasang selebaran perang terhadap balap liar. Boleh jadi ini sebagai langkah awal, atau pun juga langkah lanjutan dalam penanganan darurat belap liar di daerah Sragen ini. Salah satunya adalah pamflet seperti gambar di atas. Smoga saja ke depannya lebih baik.

3 Comments

  1. Bukankah memukul orang kena pasal, menurut sy cukup dengan ringkus dan angkut tuh bocah ke kantor dan beri sanksi hukum beres

Monggo Tinggalkan Komen Sini Gan, Isian Kolom 3 Pake http://www.... Bila Susah Kosongin

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.