Mesuji Berdarah, 3 Tewas 10 Luka lantaran rebutan lahan

Mesuji Berdarah

Bonsaibiker.com – mas bro sekalian, sebuah kabar berita dari Mesuji Lampung Terkait bentrok. Ya, bisa dikatakan Mesuji Berdarah. Terjai bentrok anara 2 kelompok warga di Register 45 Mesuji, Lampung, Rabu (17/7/2019) kemarin. Bentrok ini menyebabkan 3 orang tewas dan 10 orang terluka. Menurut keterangan Kapolres Mesuji Lampung AKBP Edi Purnomo, bentrok ini terjadi antara kelompok Mekar Jaya Abadi KHP Register 45 SBM dan kelompok Pematang Panggang Mesuji Raya.

Mesuji Berdarah 3 Tewas 10 Luka
Mesuji Berdarah 3 Tewas 10 Luka

Mas bro sekalian, insiden ini terjadi sekitar pukul 14.00 WIB di Mekar Jaya Abadi KHP Register 45 SBM. Masih dari pak polisi di atas, bentro ini dipicu oleh pengolahan lahan dengan menggunakan alat pembajakan di area lahan seluas setengah hektar.

Bentrok Mesuji Dipicu Sengketa Lahan

Mas bro, bentrokan antar 2 kelompok di kawasan hutan tanaman industri register 45, Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung ini disinyaliri ada kaitannya dengan klaim pengelolaan lahan di hutan lindung ini. Menurut keterangan dari Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Asep Adi Saputra menyampaiakn bahwa bentrok lantaran saling klaim lahan antara kelompok Mesuji Raya dan kelompok Mekar Jaya Abadi.

Jadi menurut pak Asep ini, satu sisi pendatang ke sana untuk melakukan pengolahan tanah di sana, sementara di sisi lain ada kelompok yang mengklaim hak terhadap tanah in. Maka terjadilah bentrok.

Kronologis Bentrok Mesuji

Bentrok ini bermula saat ketika itu sekitar pukul 11.00 WIB, datang alat berat. Yaitu alat bajak milik kelompok Pematang Panggang Mesuji Raya. Alat ini bakal digunakan untuk melakukan pembajakan di lokasi KHP Register 45 Mekar Jaya Abadi. Area yang mau dibajak adalah tanah seluas setengah hektar milik warga bernama Yusuf (41) yang merupakan anggota kelompok dari Mekar Jaya Abadi.

Ternyata mas bro, pembajakan lahan ini diketahui oleh salah satu warga dari kelompok Mekar Jaya Abadi. Selanjutnya kontan bunyi kentongan menggema. Maka kelompok inipun lalu mengamankan warga yang sedang membajak di area tersebut. Bersamaan dengan itu, operator alat bajak juga diinterogasi warga,dan kemudian dipulangkan.

Tak berapa lama, massa dari kelompok Pematang Panggang Mesuji Raya datang menyerang kelompok Mekar Jaya dengan membawa senjata tajam. Maka bentrokpun pecah di Mesuji.

Korban Bentrok Mesuji

Mas bro, masih menurut pak Asep, sebagaimana kita tulis di atas, bahwa ada 3 korban tewas dan 10 orang luka-luka.

Kabar lebih beru mengatakan bahwa korban kemudian bertambah menjadi 4 korban tewas, yakni DI, JN, RI, dan RW. Sementara itu, korban luka-luka yakni YI, JO, BI, HO, RT, RN, dan II (3 lagi belum update). Semua korban tersebut telah menjalani perawatan di Klinik Asa Medika Pematang.

Kabar terberu lagi mengatakankorban brtambah jadi 5 orang meninggal.

Polisi dan TNI Berjaga di TKP

Usai kejadian Polisi dan anggota TNI terus berjaga di TKP untuk mengantisipasi terjadinya bentrok susulan. Diketahui bahwa kondisi di wilayah sekitar pasca bentrok ini sudah mulai kondusif. Kini polisi masih terus mendalami peristiwa itu.

1 Comment

  1. Persoalan tanah adalah masalah klasik di negri ini mas bro, bukan kita sedikit-sedikit langsung menyalahkan pemerintah.., tidak.., tapi jika pemerintah tidak lamban menerbitkan legalitas alas hak objek tanah pada subjek yg berhak maka hal ini seolah memberi harapan pada siapa saja yg ingin menguasai objek tanah yg sama sehingga satu sama lain menerapkan hukumnya sendiri dan merasa paling berhak dan yg kuat lah yg berkuasa. Tapi jika pertumpahan darah telah terjadi hal ini pasti menimbulkan dendam pada satu samalain yg sulit di padamkan hingga entah sampai kapan. Miris melihatnya hanya demi 1/2 hektar tanah mereka harus bunuh – bunuhan disisi lain korporasi dan mafia menguasai ribuan hektar lahan dengan mudah di beri legalisasi oleh pemerintah.

Monggo Tinggalkan Komen Sini Gan, Isian Kolom 3 Pake http://www.... Bila Susah Kosongin

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.