Filosofi Menanam Bonsai

Melihat sebuah pohon besa di hutan belantara tentunya akan terlintas bahwa pohon tersebut besar, kekar, kokoh, seimbang antara dahan ke kiri, kanan, muka dan belakang. Ketika kita melihatnya secara utuh tentu akan kita dapati keindahannya, sebuah karya Tuhan Yang Maha Pencipta dengan segala keindahannya.

Begitu pula menanam sebuah bonsai harus pula nampak kekar, rindang, seimbang, kiri kanan, belakang dan depan. Dia akan nampak sebagai kesatuan karya seni yang utuh tak terpisahkan. Bisa kita bayangkan bila bonsai itu patah sebelah, tentu akan nampak berkurang nilai estetikanya.

Bonsai adalah perwujudan sebuah pohon yang utuh, nampak tua, seimbang, indah, dan nampak natural, sebagaimana naturalnya sebatang pohon yang tumbuh liar dihutan, kebun, atau pematang sawah. Bonsai adalah simbul mengalirnya denyut nadi kehidupan yangpenuh dengan ide, kreasi, karya, dan inofasi baru. Kaya dengna keindahan, estetika, dan keteraturan.

Advertisements
Advertisements

44 Comments

  1. :mrgreen:
    (senyum dulu ah…)

    bro, sebenernya teknis pembuatannya gmana tha? secara dulu waktu belajar biologi, ada yang namanya hormon auksin (hormon tumbuh). lha, ini kok tanaman tua malah bisa kuntet, mini, cilik, kecil, itu apa memang ada rekayasa secara hormonal? atau memang bakat ketelatenan dan ketekunan sejak memindah tanaman ke dalam media bonsai? ❓
    lalu, dalam media bonsai memang memerlukan media khusus agar tanaman tetep cilik???

  2. @Asmarantaka
    Woceh tak tunggu, tapi kayaknya saya duluan yang ber long journey ke tempat sampean
    @Rozi
    prinsipnya kalau daun dipotonf terus tanaman akat terlihat menua dan pertumbuhan aan terhambat, jadi tanaman terlihat kecil dan tua, nah disitulah letak seninya bonsai
    @Maskur
    emang masbro, kudu saar kayak pas pdkt ama sibidadari

  3. Dulu waktu kami tinggal di Blora, ada teman bapak yang penyuka bonsai memberikan kami beberapa pohon bonsai.
    Salah satunya seperti pada gambar itu, daunnya kecil seperti pohon asam … jadi kangen pohon-pohon mungil nan indah itu 🙂

    Salam bentoelisan
    Mas Ben

  4. ha.ha…ha! seneng lihat juragane bonsai emosi di warung ijo! udah… sabar bos! gak ada untungnya tuh ngeladenin orang fanatik merk… :mrgreen:
    btw… filosofi seni membutuhkan totalitas dan penjiwaan tingkat tinggi agar hasil yang didapat benar-benar maksimal. dan itu tidak semudah membalik telapak tangan. sekali lagi totalitas dan penjiwaan!!! 😉

  5. bener bro…perlu ketlatenan & kesabaran untuk membikin sebuah karya seni dari pohon menjadi sebuah bonsai…dan pohon bonsai tak kan lekang walau di makan jaman…
    walah sok puitis iki…..
    tapi bener bro…dulu waktu buming kayak kembang gelombang cinta atau antorium2 laenya saya juga ikut2an beli(walaupun gak banyak sih)walah…waktu itu tempat saya org pda rada gila semua ada yg punya sawah di jual tuk beli kembang ada pula kendaraan perhiasan dll ee…selang berapa bulan harga anturium anjok(sampe ra payu)karna budi daya antorium itu mudah gak seperti bikin bonsai jdi di pasaran mbludak..malah banyak yg jual dri pd yg beli…ahirnya mimpi2 org yg budidaya antorium yg katanya laku puluhan hingga ratusan juta cuma isapan jempol…yg ada org pd stres…hehehe

  6. Filosofi Menanam Bonsai Bonsai Biker I was recommended this website by my cousin. I’m not sure whether this post is written by him as no one else know such detailed about my difficulty. You’re incredible! Thanks! your article about Filosofi Menanam Bonsai Bonsai Biker Best Regards Schaad Veronica

Monggo Tinggalkan Komen Sini Gan, Isian Kolom 3 Pake http://www.... Bila Susah Kosongin