Tentang iklan-iklan ini
jump to navigation

Untungnya DOHC dibanding SOHC Pada Mobil 25 Maret 2011

Posted by Bonsai Biker in Bonsai bakal, Portal Otomotif, Uncategorized.
Tags: , ,
trackback

Brader sekalian sekilas ingpoh saja, ketika kita mengenal mobil-mobli ada penawaran bermesin SOHC atau DOHC. Seperti Blazer ada yang DOHC yang katanya lebih gede tanaganya daripada SOHC, lalu Timor yang SOHC juga lebih inferior dibanding yang SOHC.

Apa Itu SOHC dan DOHC?
KETIKA pabrikan mobil meluncurkan mobil baru, pada brosurnya selalu tertulis spesifikasi mesin yang digunakan. Umumnya tulisan yang dicantumkan adalah teknologi mesin seperti mesin SOHC, 4 silinder, 8 katup segaris atau DOHC, 4 silinder dan 16 katup.
Tentu timbul pertanyaan, apa itu SOHC dan DOHC? Kemudian mengapa mesin yang memiliki jumlah silinder sama bisa berbeda jumlah katupnya ?
Antara SOHC dengan DOHC memang memiliki perbedaan konsep yang besar. Kedua istilah tersebut berbicara mengenai mekanisme pergerakan katup. SOHC merupakan singkatan dari Single OverHead Camshaft, sedangkan DOHC adalah kepanjangan dari Double OverHead Camshaft. Terlihat dari dari kedua singkatan tersebut ada satu kata yang sama yaitu, camshaft atau noken as. Memang pada noken as inilah terletak perbedaan kedua teknologi tersebut.
Camshhaft atau noken as memiliki fungsi untuk membuka tutup katup isap dan katup buang. Katup isap bertugas untuk mengisap campuran bahan bakar udara ke dalam ruang bakar. Sebaliknya, katup buang memiliki tugas untuk menyalurkan sisa pembakaran ke knalpot.
Sebenarnya teknologi mekanisme katup tidak hanya SOHC dan DOHC, tetapi masih ada sistem lain yang disebut OHV (Over Head Valve). Mekanisme kerja katup ini sangat sederhana dan memiliki daya tahan tinggi. Penempatan camshaft-nya berada pada blok silinder yang dibantu valve lifter dan push rod diantara rocker arm.
Mekanisme OHV banyak dipakai oleh mesin diesel truk yang hanya membutuhkan torsi. Karena pengembangan teknologinya terbatas, sistem OHV sudah jarang digunakan lagi pada mesin bensin.
Para ahli otomotif terus berpikir untuk menciptakan sistem mekanisme katup baru. Mereka pun beralih ke model OverHead Camshaft (OHC) yang menempatkan noken as di atas kepala silinder. Noken as langsung menggerakkan rocker arm tanpa melalui lifter dan push rod. Camshaft digerakkan oleh poros engkol melalui rantai atau tali penggerak.
Tipe ini sedikit lebih rumit dibandingkan dengan OHV. Karena tidak menggunakan lifter dan push rod, bobot bagian yang bergerak menjadi berkurang. Ini membuat kemampuan mesin pada kecepatan tinggi cukup baik karena katup mampu membuka dan menutup lebih presisi pada kecepatan tinggi. OHC yang memakai noken as tunggal sebagai tempat penyimpanan katup isap dan buang sering disebut sebagai SOHC. Setiap noken as untuk setiap silinder hanya mampu menampung 2 katup, 1 isap, dan 1 buang. Oleh karena itu, mesin yang memiliki 4 silinder pasti hanya bisa memakai 8 katup.
Keinginan untuk membuat mesin yang lebih bertenaga dibandingkan model SOHC, mendorong lahirnya teknologi DOHC. Mesin DOHC mempunyai suara yang lebih halus dan performa mesin yang lebih baik dari pada SOHC karena masing-masing poros pada mesin DOHC memiliki fungsi berbeda untuk mengatur klep masuk dan buang. Sementara itu, pada mesin SOHC, satu poros sekaligus bertugas mengatur buka/tutup klep masuk/buang sehingga pembakaran yang terjadi pada mesin DOHC lebih maksimal dan akselerasi mobil bermesin DOHC menjadi lebih baik.
DOHC memakai dua noken as yang ditempatkan pada kepala silinder. Satu untuk menggerakkan katup isap dan satu lagi untuk menjalankan katup buang. Sistem buka tutup ini tidak memerlukan rocker arm sehingga proses kerja menjadi lebih presisi lagi pada putaran tinggi.
Konstruksi tipe ini sangat rumit dan memiliki kemampuan yang sangat tinggi dibandingkan dua teknologi lainnya. Mekanisme katup DOHC bisa dibagi menjadi dua model, yaitu single drive belt directly dan noken as intake (isap) yang digerakkan roda gigi.
Pada teknologi pertama, dua noken as digerakkan langsung dengan sebuah sabuk. Sedangkan pada model kedua, hanya salah satu noken as yang disambungkan dengan sabuk. Umumnya adalah bagian roda gigi katup intake. Antara roda gigi intake disambungkan dengan roda gigi exhaust (buang), sehingga katup exhaust akan turut bergerak pula.
Adanya dua batang noken as memungkinkan pabrikan untuk memasangkan teknologi multikatup dan katup variabel pada mesin DOHC. Dalam satu silinder bisa dipasang lebih dari satu katup. Saat ini umumnya pabrikan menggunakan model 2 katup isap dan 2 katup buang, sehingga mesin DOHC yang memiliki 4 silinder bisa memasang 16 katup sekaligus.
Sebenarnya mesin 4 langkah mempunyai 4 proses kerja, yaitu langkah isap, kompresi, usaha, dan buang. Tetapi bekerjanya katup hanya membutuhkan katup isap dan buang, karena sisa proses lainnya terjadi di ruang bakar. Mekanime pergerakan katup diatur sedemikian rupa sehingga noken as berputar satu kali untuk menggerakkan katup isap. Sedangkan untuk katup buang sebanyak 2 kali berputarnya poros engkol.

Gerakan “noken as”
Noken as membuka dan menutup katup sesuai timing yang telah diprogram. Noken as digerakkan oleh poros engkol dengan beberapa metode, yaitu timing gear, timing chain, dan timing belt. Metode timing gear digunakan pada mekanisme katup jenis mesin OHV yang letak sumbunya di dalam blok silinder. Timing gear umumnya menimbulkan bunyi yang besar dibandingkan model rantai (timing chain), sehingga mesin bensin OHV menjadi kurang populer dibandingkan model lainnya.
Model timing chain dipakai untuk mesin SOHC dan DOHC. Noken as digerakkan oleh rantai (timing chain) dan roda gigi sprocket sebagai ganti dari timing gear. Timing chain dan roda gigi sprocket dilumasi dengan oli.
Tegangan rantai diatur oleh chain tensioner. Vibrasi getaran rantai dicegah oleh chain vibration damper. Noken as yang digerakkan rantai hanya sedikit menimbulkan bunyi dibandingkan dengan timing gear, sehingga banyak diadopsi pabrikan.
Teknologi timing belt lahir dari kebutuhan akan mesin yang bersuara senyap. Model sabuk ini tidak menimbulkan bunyi kalau dibandingkan dengan rantai. Selain itu tidak memerlukan pelumasan dan penyetelan tegangan. Kelebihan lainnya adalah belt lebih ringan dibandingkan rantai. Belt penggerak dibuat dari fiberglass yang diperkuat karet sehingga memiliki daya regang yang baik. Belt juga tidak mudah meregang bila terjadi panas. Oleh karena itu, model belt kini banyak dipasang pada mesin modern. (ovi/bk)***

sumber: http://www.pikiran-rakyat.com

http://machinemadness.multiply.com/journal/item/6

Tentang iklan-iklan ini

Komentar»

1. aryoningrat - 25 Maret 2011

1

2. aryoningrat - 25 Maret 2011

2

3. aryoningrat - 25 Maret 2011

tumben dpt podium dimari.
yes

Bonsai Biker - 25 Maret 2011

hasyah saingan ambek revo, insallah besok pagi ya mazdanya

4. karismanis - 25 Maret 2011

SOHC 4 silinder 16valve ada lho pak, tenaganya lebih gedhe dari yg DOHC dikelasnya,

*kompor?

Bonsai Biker - 25 Maret 2011

ya betul, kaya lancer evo 1-7 tu tergolong kenceng dikelasnya walau masih sohc, namun secara umum ya gedean dohc

azizyhoree - 26 Maret 2011

V-TEC.titik :mrgreen:

5. sastro - 25 Maret 2011

mangstafffff………

Bonsai Biker - 25 Maret 2011

seeep

6. tongsam - 25 Maret 2011

lalu Timor yang SOHC juga lebih inferior dibanding yang SOHC.
====

kebiasaan…!!! ngetik disambi mlayu… !!!

Bonsai Biker - 25 Maret 2011

iyo ki om, salah, habis keyboadku wis gak ono hurufe saking tiap hari dipakek ngetik terus kikikiki
suwun koreksine.
================
Mohon besok masukannya ada request artikel Mazda E 2000 dari kang aryo, besok pagi insallh artikelnya mohon dibantu penjabarannya

7. aryoningrat - 25 Maret 2011

maaf kang bons,
sekalì kali pengen sapu podium,bukan bermaksud nyepam,
n matur tengkiu kalo mazda mau dibrojolin,:D

Bonsai Biker - 25 Maret 2011

santai aza mas bro

8. mahardika - 25 Maret 2011

OHV di mesin bensin…jadi inget mesin penggerak kompressor duweke bro Aziz..

Bonsai Biker - 25 Maret 2011

tul yang dibahas bulan kemarin kalo gak salah

azizyhoree - 26 Maret 2011

OHV nek nggo mbadem tagor yak yak an, krukupan sarung yo wis cukup :mrgreen:

9. Nude Ink - 25 Maret 2011

Om, boleh request dooong..
Bikin artikel tentang katupnya Ducati yg desmodromic, kata motorplus sistem kerjanya beda dgn katup umumnya.
Haturnuhun Om…

Bonsai Biker - 25 Maret 2011

insallah mas brow, babarpa artikel diwarung mas opik dan mas tri dah dibahas, ya insallah lah kita repost lagee

10. martini - 25 Maret 2011

milih SOHC…buat keluarga tho…kalo DOHC boros banget!! secara ini mobil bro…jalan 120kpj juga ngeri kalo bawa anak bini

Bonsai Biker - 25 Maret 2011

kase blas rapercoyo, lek begawan nggowo boil kalem, lihat aja lek wis lanyah paling juga srunhtulan kkakkakakkkakkkak

martini - 25 Maret 2011

meski bawa gerobak tetep aja manuvernya kayak motor pak haji…yak2an….kan pegangnya sutar….4silinder 12valep…2inlet 1outlet per silindernya

Bonsai Biker - 25 Maret 2011

wakakakaka dapure wae alay, bekakakakkakakakakakkaakakka, ampuuun begawan

martini - 25 Maret 2011

habisnya tuh gerobak cuma 800kg…1.3liter…!! Mantab tho…meski powernya gak gede..tetep ajah gigik 3 enteng banget untuk 80kpj….baru 3000rpm…hehehhehehe…

Bonsai Biker - 25 Maret 2011

hasyah wes mulai yak-yakan keee

11. Triyanto Banyumasan - 25 Maret 2011

dowo men, tp dadi rodo mudeng… Suwun

Bonsai Biker - 25 Maret 2011

seeep njih mas

12. dendy - 25 Maret 2011

kaya nissan x-trail 2.0 vs crv 2.0 sama2 2000cc tapi karena satu dohc akhirnya nissan yang menang

Bonsai Biker - 25 Maret 2011

yeeeeeeeeeeeeeeeeeeeah

13. extraordinaryperson - 25 Maret 2011

ada gambarnya gak om biar lebih jelas…masih bingung saya dohc dan sohc padahal jumlah katup sama sama 4

14. Kodokz Jambanz - 25 Maret 2011

Mantaf emang klo udah dohc.
Cepat larix cepat minumx hehehehe tp itu udah hukum alam mw cpt y boros.

15. orriza - 26 Maret 2011
16. kangmase - 26 Maret 2011
17. dendy - 26 Maret 2011

tapi umumnya sohc di pakai mobil offroad atau mobil angkut. Kaya ranger,strada,nissan frontier, d-max. Karena mobil angkut yang di butuhin torsi.

18. elb - 15 Mei 2011

sep buat nambah pengalaman

19. Hay Dar - 12 September 2011

okl


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 5.553 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: