Sekali-kali Dengarkan Apa Kata Setan | Bonsaibiker

Sekali-kali Dengarkan Apa Kata Setan

Mas Bro sekalian, monggo dicermati! Di banyak tempat, ketika ustaz ceramah atau pengajian kebanyakan dari mereke ini berkata bahwa ketika kita berbuat salah, setanlah yang telah menggoda dan kemudian dengan  menelan mentah-mentah statmen itu tanpa berpikir banyak kita langsung menyalahkan setan. Nah, monggo kembali camkan, ketika kita lupa, karena efek dari ajaran tersebut juga kemudian setanlah yang kita anggap biang keroknya dengan memandang bahwa setanlah yang mengajak. Demikian juga ketika kita emosi, lalu mengandalkan hawa nafsu, ditambah dengan sikap yang berlebihan baik itu pamer, iri, dengki, dan sebagainya yang merupakan perbuatan tercela, sering kita mengkambinghitamkan setan, karena setanlah yang membujuk.

Menyalahkan orang lain

Menyalahkan orang lain

Pernahkah kita berfikir introspeksi diri bahwa sesungguhnya bukanlah itu salah setan, wong setan memang ditakdirkan membujuk dan mengajak ke neraka, salahkan diri kita kenapa masuk dan terjerembab ke dalam rayuan setan!Sedikit kritikan terhadap pemikiran model begini yang memandang sesuatu itu dari satu sisi saja, bahwa kita digiring dan didik pada pandangan untuk gampang menyalahkan yang lain, dalam hal ini setan, padahal itu salah kita sendiri. Kita dididik untuk tidak sportif mengakui bahwa andil kita berbuat salah lebih besar daripada setan. Masak ketika kita diajak merampok sebuah bank lalu kita menyalahkan yang ngajak tadi ketika kita ditangkap dan dipenjara, padahal toh kita bisa menolak ajakan tersebut. Demikian juga dengan ajakan setan, kita bisa menolak to, wong setan tidak memaksa.

Brader sekalian ajakan ini secara dalil memang benar bahwa setan selalu mengajak pada yang mungkar, namun baru dari satu sisi, yakni dari sisi bahwa setan memang sealalu mengajak kepada yang mungkar. Nah disini jarang para penda’i kita mengajak bahwa kita memandang dari dua sisi, bahwa faktor penentu kita bisa berbuat jahat adalah minimal 2 faktor, pertama setan yang merayu, dan ke dua adalah kita yang di rayu. Sekuat apapun setan, kalau kita tidak terbujuk, maka tak akan ada kemungkaran.

“Monggo dengarkan apa kata setan di Surat Ibrahim ayat 2 berikut:

وَقَالَ الشَّيْطَانُ لَمَّا قُضِيَ الأَمْرُ إِنَّ اللَّهَ وَعَدَكُمْ وَعْدَ الْحَقِّ وَوَعَدتُّكُمْ فَأَخْلَفْتُكُمْ وَمَا كَانَ لِيَ عَلَيْكُم مِّن سُلْطَانٍ إِلاَّ أَن دَعَوْتُكُمْ فَاسْتَجَبْتُمْ لِي فَلاَ تَلُومُونِي وَلُومُواْ أَنفُسَكُم مَّا أَنَاْ بِمُصْرِخِكُمْ وَمَا أَنتُمْ بِمُصْرِخِيَّ إِنِّي كَفَرْتُ بِمَا أَشْرَكْتُمُونِ مِن قَبْلُ إِنَّ الظَّالِمِينَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

Dan berkatalah syaitan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan: `Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan akupun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. Tidaklah ada kekuasaan bagiku terhadapmu (memaksamu), melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu menyalahkan aku, akan tetapi salahkanlah dirimu sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolongmu dan kamupun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu`. Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih.(QS. 14:22)

Nah, itu kata setan yang di tulis dalam Alqur’an sebagai peringatan bahwa janganlah kita gampang kena bujukan setan, dan jangan pula gampang menyalahkan setan, wong kita sendiri yang salah, karena terlalu gampang kena bujukan setan. Ya sayangnya ayat ini jarang disinggung oleh banyak da’i di negeri ini, sehingga kita terjebak pada penyalahan setan, padahal kita sendiri yang salah.

Advertisements
%d bloggers like this: