Rapor Merah Polisi Nambah Lagi, Oknum Brimob Tembak Satpam Hingga Tewas

Ditengah ramainya perbincangan masyarakat tentang polisi, mulai kasus  blangko STNK, kasus salah tangkap, hingga kasus polisi diburu penjahat, kini tersiar kabar mengejutkan. Briptu Wawan, oknum anggota Brimob Kelapa Dua, menembak dada kiri Bachrudin, satpam Kompleks Seribu Ruko, Cengkareng, Jakara Barat, Selasa (5/11/2013) malam hingga tewas di lokasi kejadian.

Ditengah ramainya perbincangan masyarakat tentang polisi, mulai kasus blangko STNK, kasus salah tangkap, hingga kasus polisi diburu penjahat, kini tersiar kabar mengejutkan. Briptu Wawan, oknum anggota Brimob Kelapa Dua, menembak dada kiri Bachrudin, satpam Kompleks Seribu Ruko, Cengkareng, Jakara Barat, Selasa (5/11/2013) malam hingga tewas di lokasi kejadian. Menrut versi polisi, dari Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto mengatakan, Briptu Wawan awalnya hanya ingin menakuti-nakuti dengan senjata apinya, setelah tahu Bachrudin tidak berjaga di tempatnya, dimana Briptu Wawan merupakan pembina satpam di Kompleks Seribu Ruko, Cengkareng, Jakarta Barat sejak 2009, dengan bayaran Rp 300 ribu per bulan.Oknum anggota Brimob Kelapa Dua itu menghukum Bachrudin dan menyuruhnya push-up.Namun, Bachrudin menolak karena merasa tak bersalah. Alasannya, ia meninggalkan pos jaganya karena harus buang hajat ke kamar mandi atau toilet. Polisi menyiapkan beberapa pasal berlapis secara pidana sesuai KUHP, di antaranya pasal 359 KUHP, pasal 338 KUHP, dan pasal 351 KUHP ayat 1, dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara. Sementara menurut warga yang diwawancaraipolisi, kabarnyya oknum ini sering mabuk dan mengacungkan pistolnya, wew.
Brimob Tembak mati Satpam

Menurut versi polisi, dari Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto mengatakan, Briptu Wawan awalnya hanya ingin menakuti-nakuti dengan senjata apinya, setelah tahu Bachrudin tidak berjaga di tempatnya, dimana Briptu Wawan merupakan pembina satpam di Kompleks Seribu Ruko, Cengkareng, Jakarta Barat sejak 2009, dengan bayaran Rp 300 ribu per bulan.Oknum anggota Brimob Kelapa Dua itu menghukum Bachrudin dan menyuruhnya push-up.Namun, Bachrudin menolak karena merasa tak bersalah. Alasannya, ia meninggalkan pos jaganya karena harus buang hajat ke kamar mandi atau toilet.

Polisi menyiapkan beberapa pasal berlapis secara pidana sesuai KUHP, di antaranya pasal 359 KUHP, pasal 338 KUHP, dan pasal 351 KUHP ayat 1, dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara.

Sementara menurut warga yang diwawancaraipolisi, kabarnyya oknum ini sering mabuk dan mengacungkan pistolnya, wew.

Advertisements
Advertisements

28 Comments

  1. Polisi, wereng coklat dari prajurit sampai jendral. Kalau ada yg baik, itu justru oknum. Jadi salah tuh judulnya.

  2. waduh ringan amat, ini yg kasih pasal klw anggota keluarganya di todong terus di dorr.. mau gak kasih “hukuman cuma 5 th”… otaknya di dengkul kah? atw tidak berotak?

  3. Ora usah dipenjara ndah. Di bedhil matane wae malah luweh pinuk.
    Udah bayaran nggak seberapa, tiap hari bertugas mempertaruhkan nyawa, malah harus wafat dengan cara yg sangat tragis. Umpomo aku dadi sedulure satpam wes tak bacok matane oknum keparat kui.

Monggo Tinggalkan Komen Sini Gan, Isian Kolom 3 Pake http://www.... Bila Susah Kosongin