Tabrakan Motor Honda vs Mobil Honda Pemotor Meninggal, Siapa Bertanggungjawab? | Bonsaibiker

Tabrakan Motor Honda vs Mobil Honda Pemotor Meninggal, Siapa Bertanggungjawab?

Berita TMC Polda Metro Jaya menulis laporan tabrakan sebagai berikut :

23:50 ‪#‎Kecelakaan‬ Sedan Honda B 8542 RS & Pemotor Honda B 3843 SLA di Layang Casablanca (Pemotor terjatuh dari Jembatan Layang di depan ITC Ambassador), korban meninggal dunia Windawati (28 tahun) & msh penanganan Petugas ‪#‎Polri‬.
Lakalantas

Lakalantas

Pertama kita do’akan semoga yang meninggal dilapangkan kuburnya, diampuni segala dosanya, dan keluarganya yang ditinggalkan diberi ketabahan, amin.
Selanjutnya menurut kabar kecelakaan ini terjadi karena pengendara m0t0r tersebut melewati jl. layang yangg sebenarnya dilarang, kemudian di ujung depan ada razia sehingga dia putar balik contra flow, akibatnya tabrakan dengan sedan tersebut, lalu pengendara motor jatuh dari jembatan layang. Admin TMC Polda Metro Jaya menegaskan bahwa di awal Perlintasan Jembatan Layang Casablanca telah dipasang rambu2 sepeda motor dilarang melintas.
Tabrakan Motor vs Mobil di Casablanca

Tabrakan Motor vs Mobil di Casablanca

Nah kalau ditanya siapa yang seharusnya paling bertanggungjawab atas kecelakaan ini? Pemotor? Mobil? Polisi? Pemerintah? Bagaimana ya gan kira-kira jawabannya?
Dilihat dari kasat mata jelas pemotor sudah menyalahi aturan lalu lintas dengan masuk ke jembatan tersebut. Namun beberapa orang menulis bahwa rambu terlalu kecil sehingga kurang bisa terbaca oleh pemotor. Dalam sebuah acara talk show di salah satu stasiun TV, sebutlah Jhon Pantau, yang saat itu meliput para pengendara motor nekat, menyebut para pengendara motor yang nekat melanggar aturan sbg pemilik 7 nyawa, woh! Padahal keluarga mereka sudah menunggu di rumah.
Atau mungkin pengendara mobil punya andil?
Sementara itu yang lain menulis bahwa semestinya polisi kalau melakukan razia sebaiknya bukan di ujung jalan sehingga terkesan menjebak pengendara nakal, nekat atau yang betul-betul tidak tahu. Ini mungkin sudah menjadi kebiasaan, misalnya polisi menilang di dekat tikungan agar tak terlihat pengguna jalan, padahal aturannya jelas tidak boleh menilang atau merazia si dekat tikungan karena membahayakan pengguna jalan terutama yang grogi.
Kmudian ada lagi gara-gara kecelakaan begini menyangkutkan dengan hal-hal mistik misalnya kasus terowongan casablanca berbau mistik dan sebagainya.
So, monggo bagaimana menurut agan sekalian!

Advertisements
%d bloggers like this: