Wah Mumet Ndase! Kemenhub Bakal Batasi Kecepatan Motor!

Aritikel yang paling moncer di Indonesia ini adalah segala sesuatu tentang top speed, mulai dari berapa perolehan top speed sebuah motor, komparasi top speed antara 2 atau beberapa motor, peningkatan top speed sebuah motor dengan berbagai cara, dan sebagainya. Namun ini barangkalisebuah berita tentang  top speed tapi berpotensi tidak atau kurang disukai beberap atau banyak biker penyuka speed, yakni wacana Kemenhub membatasi Top Speed motor yang beredar di Indonesia.

Pembatasan Top Speed
Pembatasan Top Speed

Ya, kabarnya Kementerian Perhubungan memang sedang berencana akan melakukan kebijakan mengenai kendaraan roda dua. Kebijakan ini termasuk dalam hal kecepatan yang diperbolehkan untuk motor. Ngutip dari Motorplus, Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono menyebutkan, wacana ini sudah dibicarakan kepada seluruh pemangku kepentingan. Termasuk, Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI).“Angka kecepatan maksimalnya belum. Akan dikaji keseluruhan, termasuk dampak ekonominya. Apakah dengan pembatasan ini, akan mengurangi produksi kendaraan. Ini perlu studi lebih mendalam,” ungkap bambang Susantono.

Wa, dari satu sisi jelas tujuannya ini safety mengurangi lakalantas, wong memang banyak dari kita suka ngebut dan membahayakan diri sendiri dan orang lain, sebuah kasus nyata tetangga James Bon yang anak muda ngebut lalu nabrak kakek-kakek hingga meninggal yang terhitung tetangganya sendiri hanya selisih 3 rumah dari rumah si anak muda ini, ya karena speed.

Namun bagi penyuka speed, yang mungkin buru-buru, kejar waktu, dan sebagainya tentu ini menjadi polemik tersendiri. Kemudian misalnya komparasi top speed antara R 25, N 250, CBR 250 an sebagainya, boleh jadi menjadi konsumsi yang tidak sedap lagi, kecuali memang di atas lintasan balap. Nah bijimana menurut agan sekalian?

Advertisements

41 Comments

  1. nek dari produsennya emang pake part yang kecepatan maksimal rendah yo bisa mengurangi kecepatan sekarang.. tapi nek cuma dari ECU, masalah kecil bagi tuner.. 😉

  2. Bukannya memang sudah ada tentang batasan kecepatan…??? cuma memang penerapan aturan ga keliatan selama ini….. bro arantan apa bro kobayogas sepertinya pernah bahas deh….

  3. Bagus deh. Dibatesin aja max 80km/h berapapun cc-nya + status CKD/CBU. Dan kalo mau buka limiter harus datang ke IMI buat minta surat keterangan kalo tu motor bakal CUMA BUAT BALAP aja. Semua mobil di Jepang aja dibatasin cuma 180km/h berapapun cc-nya ga ada yang protes

  4. Ini mah ada tujuan politik uang..
    Kecepatan 80km/jam jg kalo nabrak bs ringsek..
    gak lucu kan motor gede top speed gak nyampe 100?
    Kalo gak merata pembatasan topspednya, diskriminasi dong jadinya..

  5. ntar dibedain mungkin mbah…motor yang dibatasi speed-nya, bida diterbitkan surat-menyuratnya+nopol, nah, buat yang suka balapan, gak dibatasi, tapi gak dikasi surat….
    ben tambah ruwet sisan

  6. contoh aturan tertulis disetiap jalan tol…

    – kecepatan maksimum 100 kpj –

    yang salah peraturannya atau pengguna tol yang ramai-ramai geber mobil di-atas 100 kpj…???

    tulisan di jalan tol itu sepertinya cuma himbauan saja… 😆

    kalaupun jadi aturan tegas maka setiap unit mobil patroli polantas harus ada alat pendeteksi kecepatan kendaraan > kek di negeri dongeng sana…

    .

    “di sini lampu hazard buat konvoi bukan buat berhenti dalam keadaan mogok / darurat…, makanya turis asing pada bingung kok mobil mogok bisa jalan kenceng…!” :mrgreen:

     

  7. niatku saiki tuku motor sing paleng utama kenyamanan mbah,wes ora urus seng jenenge topsipit,smoga….
    eleng anak bojo karo eleng njogo nyowo seng gor siji mergo seng gawe urep mbahhh…

  8. niatku saiki tuku motor sing paleng utama kenyamanan mbah,wes ora urus seng jenenge topsipit,smoga….
    eleng anak bojo karo eleng njogo nyowo sing dititipke gusti alloh gor siji mergo seng gawe urep mbahhh…

  9. Pembatasan kecepatannya berdasarkan kubikasi motor atau kelas jalan raya?
    Misal kecepatan 100km/jam, buat motor dibawah 125cc lokal sih udah nguebut, mesin juga udah teriak. Lha kalo motor kelas 250cc ke atas kecepatan segitu masih nyantai. Tentu kelas ini yg geregetan kalau ada pembatasan kecepatan. Ini berdasarkan kubikasi motor.
    Kalau berdasarkan kelas jalan, misal kecepatan dibatasi 100km/jam di jln Gatsu Jakarta pas lagi sepi ya masih tenang. Coba lari segitu di jln Kalimalang, ya siap-siap benjut. Tentunya di tiap kelas jalan raya akan berbeda kondisinya. Na ini pembatasannya akan seragam atau ngga?
    Padahal untuk pemakai sepeda motor, kecelakaan di kecepatan berapapun bisa fatal akibatnya. IMHO

  10. Nah klo mtor2 dkompres sdmikian rupa hingga akhirnya limit cma 80 kpj, alangkah tambah bnyak kasus begal bunuh di kota saya #kotabumi-lampung -__-

Leave a Reply