Anggap Hukuman Terlalu Ringan Polisi Tembak Kaki Penjahat Sadis | Bonsaibiker

Anggap Hukuman Terlalu Ringan Polisi Tembak Kaki Penjahat Sadis

Kelakuan penjahat memang belakangan makin sadis aja, Mereka kerap melukai bahkan menewaskan korbannya. Di Jatim misalnya di kota besar seperti Surabaya dan Malang sering dijumpai kasus tersebut. Tren yang sekarang berkembang adalah perampokan minimarket dengan menggunakan senjata dan senpi misalnya, dan berefek pada keresahan luar biasa di Masyarakat. Sementara itu ketika aksi tersebut digagalkan polisi dan ditangkap polisi, ternyata hukuman hanya beberapa bulan, lalu setelah bebas mereka melakukan lagi aksi serupa. Maka polisi putuskan tembak kaki di tempat!

Polisi Tembak Kaki Penjahat Kambuhan

Polisi Tembak Kaki Penjahat Kambuhan

Ya, hukuman tembak kaki jelas diperlukan untuk mengembalikan rasa tenang masyarakat yang terlanjur cemas dengan aksi-aksi sadis para penjahat. Vonis rendah itu membuat sakit hati petugas di lapangan. Mereka susah payah memburu dan bertaruh nyawa saat penangkapan. Tapi hukuman penjahat ternyata terlalu ringan. Berikut pernyataan sebuah sumber mengutip dari Surya:

“Saya misalnya, nangkap penjahat jalanan kelas kakap.  Tapi ternyata hanya divonis 8 bulan penjara, Eh ending-nya, cuma 8 bulan. Rasanya, sakitnya itu di sini, Pak.”

Vonis ringan itu sama sekali tidak memiliki efek jera. Ujung-ujungnya setelah bebas dari penjara mereka turun ke jalan lagi dan lebih sadis. Makanya ketika ketangkep tembak aja kakinya. Mereka menyebut aksi itu sebagai obat gemas pada mereka yang tidak jera pada vonis pengadilan.

“Jadi kami juga pilih-pilih untuk memberi hadiah. Kalau dia (pelaku) tidak kebacut (keterlaluan), tembak kaki tidak akan dilakukan. Hanya para tersangka yang memiliki kadar kejahatan di luar batas. Wong sudah ditembak saja, masih ada yang tidak kapok.  Apalagi kalau kita tidak tegas,” tandasnya.

Surya Hari Ini dari kiriman Bro Wanto.

Advertisements
%d bloggers like this: