Miris Denger Kisah Intel Jerat Bos Narkoba, Lebih Miris Dari Fast n Furius

intelijen

intelijen

Agan sekalian mungkin pernah, melihat film Jackie Chan, atau Andy Law, atau bahkan Fast n Furius, dimana ada seorang anggota polisi khusus bagian intelijen yang menyamar jadi anggota geng narkoba lalu masuk daerah lawan untuk menjebak bandar narkoba? Si intel tak jarang tertangkap musuh, ataupun tertangkap polisi lalu diintrogasi, digebugin dan sebagainya. Nah itu di TV gan, bagaiaman kalau itu memang nyata? Yup disini sedikit James Bons tulis kisah nyata, bagaimana mirisnya kisah seorang anggota intelijent terpilih dalam menangkap narkoba. Agan sekalian boleh percaya boleh tidak, karena tak ada pengaruhnya bagi James Bons, hanya saja ini adalah thrue story hasil obrolan serius dengan seorang ……..”!

AHM2015-Banner-460x110px

Yup, semua disamarkan gan, baik yang cerita maupun diceritakan, karena ini rahasia….

Ini berawal dari upaya penangkapan bandar narkoba kelas kakap yang susah ditangkap oleh pihak kepolisian karena banyak faktor yang susah diejlaskan dengan kata-kata. Akhirnya polisi berkesimpulan, penangkapan hanya bisa dilakukan ketika sang bandar “tertangkap basah sedang transaksi”. So polisi menyiapkan pedaftaran anggotan intel yang terpilih. Nah seleksipun dilaksanakan dengan sangat ketat untuk memperoleh orang yang betul-betul super. Setelah melalui proses panjang, terpilihlah …… orang yang salah satunya kemudian direncankan operasi yang cukup rumit dan miris. Seleksi ini yang tahu hanya penggede kepolisian saja, lalu identitas semuanya rahasia.

Tau langkah pertama gan?

Sang intel disuruh beli narkoba, lalu kesatuan lain “tanpa sepengetahuan si intel ini, dan si polisi penangkap tak tahu bahwa yang transaksi itu intel yang menyamar” disiapkan untuk menangkap si intel. Setelah ketangkap dijeblosin ke penjara, diintrogasi, dan boleh jadi pasti dipukuli dan disiksa, dan kemudian ketahuan kalau ia adalah anggota polisi, namun tak ketahuan kalau itu intel.

Berikutnya karena dia ketangkap basah sedang transaksi narkoba, jelas kena sanksi disiplin. Berikutnya disiapkan upacara pelepasan keanggotaan sebagai polisi alias dipecat. Tentunya dengan tidak hormat diberhentikan dari keanggotaan kepolisian. Teman satu kesatuan, satu daerah bahkan satu propinsi semuanya tahu bahkan para penjahatpun tahu, bahwa dia desersi alias diberhentikan sebagai polisi.

Mas bro sekalian, hanya istri, dan segelintir atasannya saja yang tahu bahwa semua itu skenario, dia tetap polisi tapi memang diskenariokan menyamar.

Selanjutnya?

Karena sudah pernah transaksi dengan bandar narkoba, maka ia tahu persis harus kemana pergi untuk bisnis narkoba. Selanjutnya layaknya film fasi n furius, sang intel langsung bisa masuk ke geng narkoba. Hari-demi hari, transaksi a-z, lama-lama ia kenal bos narkoba. Berbagai transaksi berhasil ia lakukan dengn kelas teri, dan terus beranjak ke kelas kakap, hingga lama kelamaan ia menjadi orang ke 2 alias orang kepercayaan sang bandar narkoba kelas kakap.

Bisa terbayang, hari-harinya yang dia alami? Hemmm, sering banget ketangkap, dan keluar masuk penjara. Perjanjian dengan polisi atasannya adalah jangan sampai siapapun tahu kalau dia intel. Pun kalau sampai terpaksa meninggal, harus meninggal sebagai penjahat narkoba dimata orang-orang yang mengenalnya, meski sejatinya ia intel yang tangguh. Yang dijamin oleh atasan hanya satu, bahwa kalau ia ketangkep bakal dijamin hidup, tapi tak dijamin dari risiko kalau harus babak belur, luka, ditembak, bahkan patah tulang saat introgasi, itu hanya dianggap sebagai risiko, dan memang itulah yang dialami sang intel.

So, setelah kegigihannya sampailah pada target utama, menangkap bandar besar naarkoba, dan saat mau transaksi, dikirimlah info ke atasan tentang tanggal dan tempat transaksi. Singkat kata Ia dan bandar narkoba ketangkap basah sedang transaksi besar. Ya, masuk penjara. Jelas diintrogasi, di ….. tau sendiri lah.

Suatu saat dia dipindahkan tahanan, ke suatu tempat trpencil, dan datanglah sang atasan, membebrikan ucapan seamat kepadanya, tanpa ada orang lain yang tahu, melainkan beberapa atasannya saja. Sambil memberi selamat, sang atasan memberi pasport Haji, dan berangkatlah ia Haji sebagai bonus, prestasinya. Hemmm gile gan, ngeri aja.

Lepas dari haji, hemmm, tugas pengintaian dan penyamaran lain menunggu, mmm, kaya tiple X aja gan!

Percaya?

About these ads

About Bonsai Biker

Pecinta bonsai dan otomotif
This entry was posted in Berita Umum and tagged , , , . Bookmark the permalink.

5 Responses to Miris Denger Kisah Intel Jerat Bos Narkoba, Lebih Miris Dari Fast n Furius

  1. sijidewe says:

    bahkan cerita teman istri pun tak tahu kalau suaminya polisi mbah.. demi tugas.. taunya pedagang di pasar

  2. Edik says:

    Seru juga ya mbah bon.

  3. tigerwonk says:

    ripleys believe it or not

  4. brigade jalan raya says:

    jamgan2 ini yang dimaksud //http://m.metrotvnews.com/read/2015/05/24/129298/4-anggota-polisi-jadi-pengedar-narkoba

    ngarep kalo bisa kasus korupsi juga pak kapolri. ato sudah berjalan. mantan kapolri terlibat kasus korupsi. nah loh. itu sandiwara gituh. mantap šŸ™‚

  5. Bejo says:

    Ora percoyo blas aku mbah bons soale iki mung karangan gawe artikel posoan, mangkane sampe muncul hadiah “paspor haji” šŸ˜€

Leave a Reply

Your email address will not be published.