Ada Selentingan Harga Premium Bakal Turun, Setiaknya Ada 2 Alasan

Konsumsi BBM Trkator
Konsumsi BBM Trkator

Sebuah selentingan kabar gan bahwa harga BBM khususnya Premium bakal turun. Penurunan harga BBM ini kalau memang benar terjadi didasarkan pada 2 alasan pokok. Pertama berkaitan dengan kondisi ekonomi yang tak ujung membaik, dan boleh jadi Presiden Jokowi mengambil kebijakan-kebijakan strategis yang salah satunya adalah penurunan harga BBM. Yang ke dua, melemahnya ekonomi global, khususnya asia, sehingga daya beli terhadap minyak juga menurun, dan belakangan trend harga minyak mentah dunia menurun.

Pertama sehubungan dengan kebijakan Jokowi, bahwa beberapa media dalam beberapa hari ini menulis bahwa Jokowi akan memberi kebijakan sehubungan dengan paket kebijakan ekonomi jilid 2. Bahwa dalam kondisi yang serasa sulit ini rumornya Jokowi bakal mengeluarkan beberapa kebijakan yang diantaranya ada yang sebagai kejutan.

Kebijakan Jokowi yang Pertama adalah menarik devisa hasil ekspor ke bank dalam negeri, jika eksportir menyimpan dananya di bank di Indonesia, pajak atas bunga deposito yang saat ini 20 persen akan dikurangi sebesar 5-10 persen, tergantung tenornya. Yang kedua, boleh jadi ini yang bisa jadi disebut sebagai Kejutan, yakni untuk memperbaiki daya beli masyarakat dengan menurunkan bahan bakar minyak (BBM). Masih dibahas gan, tapi kan layak ditunggu kala benar. Dan ke 3 adalah bahwa BI melonggarkan transaksi forward dan menyediakan tenor hedging atas utang valas menjadi 1 tahun dari saat ini 3 dan 6 bulan, wewe. Dari sini sangat mungkin terlihat bahwa harga BBM bakal turun untuk mendongkrak ekonomi nasional.

Kedua, harga Minyak mentah dunia cenderung menurun belakangan ini. Hari ini dilaporkan bahwa harga minyak dunia tetap rendah pada awal perdagangan Asia, setelah turun hampir 3% pada sesi sebelumnya, Asia bergolak gan dalam hal ekonomi, tidak pasti dan penuh dengan kecemasan, dalam hal ini harga minyak terseret kecemasan atas kesehatan ekonomi Asia dan produksi yang tetap tinggi. Monggo tengok kondisi real harga minyak mentah berjangka Brent berada di USD47,31/barel, turun 3 sen dari penutupan terakhir, menyusul penurunan lebih dari 2,5% pada Senin. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) berada di USD44,44/barel, Trend penurunan belakangan ini kentara gan. Bahkan bisa dikatakan harga minyak, bersama dengan sebagian besar komoditas lainnya telah jatuh tajam baru-baru ini, menyesuaikan dengan kondisi ekonomi yang kolab di berbagai belahan dunia. 

So, pun andaikata benar Jokowi nurunin harga premium, sangat masuk akal! Ya tapi ini baru sekedar isu gan!

10 Comments

  1. mending jangan turun deh, andai ada selisih/keuntungan tabung aja untuk keperluan lain.
    sebab turun nggak ngefek tapi kalau naik ngefek banget.

  2. Ah saya no comment aja ttg harga minyak n bbm, coz selama ini kita terkesan cuman dikibulin aja ttg harga komoditas ini, mana pernah pertamina n pemerintah beberkan biaya produksi n distribusi bbm scra jelas?, mereka biarkan kita rakjat ketjil menjerit, tp mereka pejabat n mafianya bergelimang uang hasil kongkalikong,
    tengok aja skrg harga bbm di malaysia, harga lebih muarah dr di RI, tp petronas jg tetep untung n bisa jadi perusahaan yg lebih gede profitnya drpd pertamina, padahal aset pertamina jauuhhh lebih gede dr petronas loh,

Leave a Reply