Wah Bermotor Nyalain Sirene dan Ganggu Pengguna Jalan Bisa Terancam Penjara

motor-sipil-pake-sirine

motor sipil pake sirine

Mas bro sekalian paraa bikers, sebuah himbauan Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Kepolisian Daerah Metro Jaya soal penggunaan sirine teyata cukup keras. Nah kini Kepolisian bakal menindak pemotor atau komunitas kendaraan bermotor yang menyalakan sirene dan rotator di jalan raya. Dalam Pasal 13 Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia yang menyebutkan pihak yang berwenang melakukan pengawalan dan menyalakan sirene di jalan raya adalah kepolisia. So, bukan petugas ya tak punya wewenang gan.

460x110

Ngutip dari Honda community, tentang statmen Kepala Subdirektorat Pembinaan dan Penegakan Hukum Ajun Komisaris Besar Budiyanto, bahwa bila komunitas kendaraan bermotor menyalakan sirene dan mengganggu pengguna jalan lain, itu termasuk perbuatan melanggar hukum. Bahwa pengawalan kendaraan bermotor tak resmi telah menimbulkan masalah keamanan, ketertiban, dan kelancaran di jalan raya, malah kadang menyebabkan kecelakaan di jalan raya. Maka menurut peraturan yang berlaku, pengendara bermotor bukan dari kepolisian yang terbukti melakukan pengawalan bisa dikenakan hukuman 1 bulan penjara atau denda Rp 250 ribu. Wew!

About these ads

About Bonsai Biker

Pecinta bonsai dan otomotif
This entry was posted in Berita Umum and tagged , , . Bookmark the permalink.

7 Responses to Wah Bermotor Nyalain Sirene dan Ganggu Pengguna Jalan Bisa Terancam Penjara

  1. imotoriums says:

    denda 24 juta juga ga mbah?

    selamat sore, izin share.. alasan mengapa saat mengisi bbm di spbu, bus cenderung dibiarkan menyala, tidak dimatikan mesinnya.. semoga bermanfaat 😀

    http://imotorium.com/2016/01/18/inilah-alasan-mengapa-banyak-bus-mobil-diesel-tidak-mematikan-mesin-saat-mengisi-bbm-solar-di-spbu/

  2. Pingback: Wah Bermotor Nyalain Sirene dan Ganggu Pengguna Jalan Bisa Terancam Penjara - INDOMOTONEWS

Leave a Reply

Your email address will not be published.