Polisi Razia Sembarangan Harus Dipecat, Gertak Sambal Apa Serius?

Razia di Tikungan tajam
Razia_di_Tikungan_tajam

Sebuah pernyataan yang menggelitik dan memang sesuai kenyataan yakni oleh Kanit Patroli Polantas Polres Samosir, yang mengatakan bahwa polisi suka-suka hati di mana saja lokasi tempat razia bisa dilaksanakan dalam satu hari. Menggelitik kan statmen ini sebagaimana dilansir Harian Andalas, dan memang di lapangan seperti itu sering dijumpai. Nah, menanggapi hal ini, Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane menegaskan, dalam hal penentuan lokasi razia, Polri punya standar operasinal prosedurnya (SOP). Kalau ngasal seenak udelnya melakukan razia berarti berniat tidak baik dan sengaja untuk menjebak masyarakat demi kepentingan pribadinya. Nah, polisi model ini harusnya dipecat. Wah!!!

Menurut Neta S Pane  ini polisi tidak bisa melaksanakan razia seenaknya seperti tikungan, membahayakan nyawa polisi itu sendiri maupun masyarakat. Razia itu sudah seharusnya jauh dari tikungan, dan harus pakai plang. Neta menambahkan bawha razia tanpa plang pasti gelap dan patut diduga hanya untuk mencari uang pungli.

Menurutnya razia modl gini musti diamankan Propam dan pelakunya dikurung di tahanan selama 21 hari dan tidak diperkenankan lagi bertugas di lapangan. Oow, pecat!?

Kabarnya tanggapan ini menyususl akasi Polantas Polres Samosir yang merazia di depan Mapolsek Pangururan, Rabu (27/1), sehinggan diprotes dari masyarakat. Keluhannya adalaah saat razia, salah seorang petugas  tak bersikap sebagai pelayan masyarakat. Malahan embentak dengan nada keras dalam pemeriksaan surat – surat kendaraan. Bahkan, petugas tersebut langsung membawa kendaraan warga yang kena tilang untuk diamankan di Mapolsek, meskipun dikeluarkan kembali, padahal STNK-nya sudah ditilang. Wew. Nah ini!

Kira-kira bener dipecat atau gertak sambal?

Advertisements

10 Comments

1 Trackback / Pingback

  1. Polisi Razia Sembarangan Harus Dipecat, Gertak Sambal Apa Serius? - INDOMOTONEWS

Monggo Tinggalkan Komen Sini Gan