Alhamdulillah Kini Polisi Sudah Sampai Ke Pelosok Menyapa Para Bikers!

tilang-di-pelosok

tilang di pelosok

Fenomena tilang kini memang sedang boming di dunia maya. Ya, rasa-rasanya setiap relung dunia maya seperti selalu ada aja obrolan tentang tilang ini. Satu hal yang mesti diamati adalah bahwa kalau tak ada api gak mungkin ada asap. Tilang pasti ada penyebabnya, dan protes masyarakat juga pasti ada penyebabnya pula. Disinilah kita mesti tak terlalu menyudutkan golongan tertentu, bahwa kesalahan bisa terjadi di mana saja. Kadang polisi salah, dan tak jarang pula masyarakat yang ndabelk. Sebuah akun fb bernama Anda Bertanya Kiai Jarkoni Asal Menjawab menuliskan sorotan pada tilang yang dilakukan di pelosok daerah. Hanya sebuah sindiran sih , tapi cukup menggelitik.

460x110Berikut statmen Anda Bertanya Kiai Jarkoni Asal Menjawab:

“Subhanallah, polisi sekarang ini sudah mau sampai ke pelosok jalan desa hanya untuk menyapa para pengendara motor, menanyakan apakah kabar mereka hari ini baik2 saja,, *_*

Statmen ini bisa bermakna ganda lho gan, tergantung dari sudut mana kita memandang. Satu sisi bisa dianalogikan sebagai mengkritik polisi. Bahwa ngapain polisi nilang sampe ke daerah-daerah pelosok. Terkesan mencari-cari kesalahan. Bahkan tak jarang pula oknum bermain di sini. Jadi polisi tahu betul bahwa di pelosok jarang pake helm, jarang bawa surat, sementara masyarakat perdesaan banyak yang takut sidang, jadinya salam tempel. Nah di sini ada yang mengatakan, mestinya kalau di desa, untuk bapak-bapak, untuk warga-warga kampung ya kasih pembinaan bukan langsung salam tempel.

Di sisi lain, bisa jadi sebuah kritik bagi masyarakat, bahwa meskipun di daerah tapi itu kan di jalan umum. Memang ada pasal yang mengatur bahwa tilang itu di kota atau di keramaian saja? Bahwa faktanya memang demikian, ketika di daerah sepi meskipun di jalan umum, banyak biker yang tidak pake helm, lalu banyak juga yang gak mau bawa SIM dan STNK. Emang kalau jalan sepi jamin gak bakal ada kepeleset, lakalantas dll, aihihihi.

So, ya monggo saja  diartikan bagaimana menurut agan sekalian. Yang jelas, jangan sampai polisi lebih sayang pada nyawa kita ketimbang kita sendiri. Eh, judulnya kok menyapa biker? Hehehe, banyakan kalau di daerah yang diberhentiin cuman motor gan, mobil mah jalan terus hehehehe.

About Bonsai Biker

Pecinta bonsai dan otomotif
This entry was posted in Tilang and tagged , . Bookmark the permalink.

12 Responses to Alhamdulillah Kini Polisi Sudah Sampai Ke Pelosok Menyapa Para Bikers!

  1. Rino says:

    bida aja ada asap gak ada api gan.. tukang fogging telah membuktikan.. aihihihi.
    emg polisi sangat sayang pada nyawa kita.. terharu ane

  2. jamal indag says:

    seandainya kita tertib ga perlu ad yg ditakutkan dengan razia & tilang. simple kan

  3. lisyanto says:

    mau dipelosok ato dimanapun, selama itu jalan negara pak pulisi bisa melakukan razia. ya mending tertib aja pasti aman & nyaman…

  4. k!ng_julien says:

    Kasian banget,jadi di jalan kampung pun mobil odong2,becak,betor,serkel dkk gak boleh lewat juga yak,nanti2 lama2 mobil odong2 dkk mentok2 bisa keluar ke depan pekarangan ruman doank,orang jaman sekarang mau usaha makin susah aja..

  5. Anonymous says:

    Kalau memang tadi penjelasannnya di paragrgarf ke dua baris 4 hingga akhir ” sebelum men-tertib-kan pengguna jalan, alangkah di sosialisai dahulu berupa peringatan tentang bahaya kecelakaan, plang atau spanduk tentang “wajib menggunakan Helm dan Kelengkapan Kendaraan anda” di tangerang sudah di realisasi kok, tapi blm merata.
    wajar kalau penegak hukum melakuan tindakan seseuai aturan hukum, tapi harus ada trik lain supaya orang2 yang berada di desa ngerti tentang HUKUM.

Leave a Reply

Your email address will not be published.