Anak SD Bawa Motor Nyalip Melebar Tabrak Mobil Berakhir di Pengadilan

bocah sd nabrak mobil berakhir di pengadilan
bocah sd nabrak mobil berakhir di pengadilan

Anak SD Bawa Motor Nyalip Melebar Tabrak Mobil Berakhir di Pengadilan, Sebuah pembelajaran yang mahal yang musti kita camkan gan, bahwa memberi kendaran bermotor pada anak di bawah umur apoalagi masih SD adalah tindakan ceroboh dan konyol. Jelas secara perhitungan masih belum matang, secara kemahiran belum cukup dan secara mental masih labil. Tak jarang kecelakaan terjadi menimpa anak usia ini. Dan salah satunya adalah kasus yang menimpa anak SD ini, hingga ia harus dirawat di rumahsakit dan kemudian malah harus masuk sidang di pengadilan, padahal si anak sedang hendak Ujian Nasional, kelas 6 gan. Miris kan gan.

Awal mula kasus kecelakaan

Menurut penuturan Kapolres Jember AKBP Kusworo pada Jumat (21/4/17) hari ini ngutip dari jpnn, kasus ini berawal dar  AW, anak SD yang umurnya 12 tahun, belum ada SIM yang mengemudikan motor dan membonceng YA di Jalan Tisnogambar, Kecamatan Bangsalari, Kabupaten Jember, pada 12 September 2016. Ketika itu AW menyalip kemudian terlalu melebar ke kanan sehingga disambar mobil Yaris dari arah berlawanan.

Jelas menurut olah TKP polisi posisi Yaris dalam kondisi yang benar dan ruas yang benar, sementara motor si anaklah yang salah. Hasil olah TKP dilihat rem yang rusak adalah kanan motor dan kiri mobil. Dari pecahan kaca-kaca pun terlihat menggesek pada sebelah mobil.

Awalnya pihak Yaris Tak memperkarakan

Ketika itu usai kecelakaan, pihak mobil Yaris tidak memperkarakan kedua korban. Bahkan, sopir Yaris ingin bertanggung jawab, hanyasaja bantuan itu dianggap tidak setimpal dengan luka korban. Namun belakangan hal ini menjadi kasus di persidangan, karena persepsi yang salah dari kedua orangtua korban, bahwa kalau motor dan mobil tabrakan yang salah mobil.

Orang tua YA merupakan pihak yang paling kukuh memperkarakan sopir Yaris. Dia tidak sdar dengan persepsinya ini dan membawa kasus ini ke ranah hukum justru membawa situasi AW terpojok, karena AW yang nyetir, salah. dibawah umur dan belum punya SIM. Dalam bahasa hukum meski YA sebagai korban, dalam posisi ini AW-lah yang menyebabkan kecelakaan itu.

Ya akhirnya harus bolak-balik ke pengadilan gan, wong orang tua YA tetep ngotot, yang boleh jadi memang ketidaktahuannya dalam hukum. Ya polisi, jaksa dan hakim juga sudah mengetahui hal ini gan, bahkan polisi juga menyarankan untuk damai, daripada mempersulit si bocah yang masih SD ini.

DPRpun kemudian Angkat Bicara

Ramainya kasus ini dan menjadi buah bibir, dan keprihatinan atas kondisi bocah ini dan ekonomi orang tuanya, Wakil Ketua Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat Sodik Mudjahid angkat bicara ihwal bocah Sekolah Dasar, AW yang menjadi terdakwa kasus kecelakaan lalu lintas di Jalan Tisnogambar, Kecamatan Bangalsari pada 12 September silam ini.

Menurut pak DPR ini pengadilan sudah benar memperlakukan persidangan sesuai dengan Undang-undang, hanyasdaja dia berharap jaksa dan hakim memberikan pertimbangan bijak dalam perkara ini mengingat AW masih anak-anak. Apalagi mau ujian akhir nasional.

Selanjutnya wakil rakyat dari Partai Gerakan Indonesia Raya ini menyampaikan bahwa masih ada kesempatan bagi pengadu untuk mencabut aduannya. Menurut dia, pencabutan aduan itu juga harus menjadi pertimbangan hakim, apakah akan melanjutkan sidang atau tidak.

Orang Tua Terlilit Hutang Biaya RS

Begitulah sekelumit kisah dari AW, bocah SD yang menjadi terdakwa karena kasus kecelakaan lalu lintas, dimana hari ini ia harus kembali ke Pengadilan Negeri (PN) Jember, Jatim untuk menjalani proses diversi. Yakni, pengalihan penyelesaian perkara anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana.

Ssiswa kelas VI SDN Kemuningsari Lor itu memang tetap masuk sekolah Rabu kemarin (19/4) seperti biasa, tapi ya dengan kondisi seperti foto di atas. Sementara Monadi, ayahanda Ayu. Pontang-panting gan, berbulan-bulan ia merawat luka kecelakaan anaknya pulang-pergi ke rumah sakit. Hingga habis uang utang 20 jutaan. Kini harus mengantar anaknya ke persidangan.

Pembelajaran Buat Kita

Jelas dan lugas,ini pembelajaran buat kita semua gan. Setidaknya 2 pont penting dalam kasus ini yang musti kita igat baik-baik yakni:

  1. Tidak gampang memberikan kendaraan bermotor pada anak di bawah umur, jelas belum lihai dan belum matang, baik secara nalar maupun mental.
  2. Pandangan bahwa kalau motor dan mobil terlibat kecelakaan, si mobil selalu salah, itu musti kita luruskan. Lihat dulu situasi di lapangan. Pendidikan dan penyadaran hukum bagi masyarakat harus dilakukan.

Ingat gan, nyesel itu belakangan, gak mungkin di depan.

Advertisements

29 Comments

  1. ya begitulah kalau orang yang tidak tahu hukum dan pendidikan, merasa paling benar saja. wes di weneh i ati, niat e jalok rempelo iki, ngotot sidang biar dapat komisi lebih gedhe lagi dan ujung ujungnya pontang panting sendiri

    • sebenarnya bukan masalah taat hukum atau pendiidkan dahulu, kalo orang tuanya taat beragama, kalo anak kena musibah intropeksi diri, bila korbannya mau berdamai seharusny di terima ndegna sangat berterima kasih. intinya seh ahlak darei orang tuannya

  2. Klo di​ daerah Jawa mah udh umum anak SD bawa motor ke sekolah, itu yg heran knp ortu kasih izin, saya mah ngeliat nya aja udh linu

  3. Udah salah, miskin, enggak tau diri lagi dasar orang tua kampungan, bentar lagi juga mati kesamber petir

  4. Hukum bodoh, udah miskin, nyolotan, terus sekarang anaknya yg nangung

    Inget tong, klao miskin jangan belagu, perkara bakalan sulit, beda kalo kaya, mau bocah sd ngebunuh 9 orang pake lancer aja tetep bebas, penista agama yg sampe menistakan agama karena kaya juga bebas

    Tapi gimanapun juga kudunya yg salah orang tuanya, yg di penjara kudu orang tuanya

  5. Dasar orang tua guoblog, pekok banget ya… kalo pemikirannya sekolot itu, ada mobil parkir terus ditabrak sama anak kecil yang baru belajar ngegas motor terus nabrak tuh mobil, masak iya yg salah yg punya mobil? Mikir dong, miskin boleh begok jangan

  6. Di instagram banyak berhamburan nih beritanya, dan sayangnya berita yg beredar malah menggiring opini bahwa si pemilik mobil yg tega, hukum yg gak adil dan tajam kebawah dan sebagainya, padahal ya, hukum udh berjalan semestinya sesuai tuntutan si bapak. Korban pertama disini adalah pemilik yaris, dan si anak jadi korban kedua karena kebodohan bapaknya. Susah juga jadi alat hukum, udh jalanin sesuai prosedur dibilang tajam kebawah 😂

  7. “Ingat gan, nyesel itu belakangan, gak mungkin di depan”.

    Ada bon nyeselnya didepan..gini,elo nyebrang jalan duluan, gue dibelakang, elo duluan ke tabrak, gue selamat..elo pasti bilang “gue nyesel didepan”…

  8. Sudah melanggar uu lalulintas.

    Sayang sekali. Ini namanya sudah jatuh (anak nabrak) ketimpa tangga ( masuk rs) kejatuhan genteng (anak teman juga celaka) eh mau berdiri rumahnya ambruk (masuk pengadilan)

    Semoga menjadi pelajaran vuat semua

    Salam
    Luki transafe

  9. Yg wajib dilakukan pengemudi yaris adalah menuntut orang tua si bocah biar masuk penjara. Itu baru adil. Salut buat polisi dan jaksa yg bertindak sesuai hukum.

  10. Menurut tetangga, ornagtua tersangka d bawah tekanan bapak dari YA .. dan otak dr munculnya 20 juta itu sendiri dari ortu YA yg d kenal kolot kalo soal masalah uang (dulu sempat ada kejadian dana ank sekolah yg iya buat ramai jg menurut tetangga2nya) terlebih d lingkungannya baoak YA tdk d sukai.

Monggo Tinggalkan Komen Sini Gan