6 Orang Meninggal dan Puluhan Masuk Rs lantaran Nenggak Miras Oplosan di Banyuwangi

Korban Miras Oplosan banyuwangi

Miras Oplosan Banyuwangi by Bonsaibiker.com – Mas bro setelah beberapa waktu lalu hebih tentang puluhan orang meninggal lantaran menenggak miras oplosan di Jabar dan DKI, kini kasus serupa terjadi di Banyuwangi. 6 Orang Meninggal dan Puluhan Masuk Rs lantaran Nenggak Miras Oplosan di Banyuwangi ini gan. Serem juga ya, kayak gak ada kapok-kapoknya orang nenggak oplosan ini. Ya, korban tewas akibat miras oplosan ini dikabarkan terus saja bertambah bertambah dalam beberapa hari terakhir. Kini sudah 10 pasien yang masuk di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Blambangan Banyuwangi, detailnya adalah ada 6 pasien meninggal dunia, kemudian 3 pasien masih dirawat, dan terakhir 1 pasien telah dipulangkan.

korban miras oplosan banyuwangi
korban miras oplosan banyuwangi

Ini gan beberapa kabar tentang mesin mematikan berupa miras oplosan yang membunuh 82 orang di Jabar dan Banten minggu lalu :

Hingga Selasa Sore Korban Miras Oplosan yang Meninggal 82 Orang

Korban Miras Oplosan Masuk RS Sembuh Minum Lagi Lalu Tewas

Begini Pemandangan Ratusan Orang Terbaring di RS Lantaran Miras Oplosan

Korban Miras Oplosan Cicalengka Bandung Bertambah Jadi 41 Orang

Dan sekarang, kasus ini terlulang di Banyuwangi. Berikut data 6 Orang Meninggal dan Puluhan Masuk Rs lantaran Nenggak Miras Oplosan di Banyuwangi yang disampaikan Direktur RSUD Blambangan Banyuwangi, dr. Taufik Hidayat ke sejumlah media, Kamis (19/4).

Pasien yang meninggal dunia :

  • SD (42) warga Desa Glagah,
  • AR (23) warga Kelurahan Singotrunan,
  • HB (24) warga Kelurahan Boyolangu
  • , AP (25) warga Kelurahan Kertosari,
  • FN (27) warga Desa Lugonto,
  • MY (51) warga Kelurahan Temenggungan.

Yang masih dirawat,

  • EB (32) warga Kelurahan Klatak,
  • SA (40) warga Kelurahan Mojopanggung,
  • BY (25) warga Kelurahan Kalipuro.

Pasien yang diperbolehkan pulang

  • ET (24) warga Perum PKBR, Kelurahan Singotrunan.

Dr. Taufiq direktur RSUD Blambangan mengkonfirmasi bahwa secara kesuluruhan pihaknya belum bisa memastikan jika para pasien itu meninggal setelah menenggak miras. Menurutnya pasien tersebut ada yang meninggal di IGD, diruang perawatan, bahkan ada yang meninggal dalam perjalanan ke RSUD. Belum beraninya pihak RSUD memberikan kepastian terkait penyebab meninggalnya korban ini LANTARAN pihak keluarga tidak mengijinkan otopsi pada korban. Selain itu data dari keluarga korban juga tidak lengkap. Hanyasaja keluarga korban ini mengaku bahwa korban memang awalnya menenggak minuman keras, hanyasaja beda-beda waktuya,  ada yang telah minum -minuman keras 3 hari sebelumnya, ada yang satu hari sebelumnya, bahkan ada juga yang satu jam sebelumnya, dan kebanyakan di bawa ke RSUD Balambangan ini dalam keadaan kritis.

Lebih lanjut sumber ini mengatakan bahwa pasien meninggal boleh jadi lanataran keracunan atau bisa juga disebabkan penyakit yang diderita masing–masing pasien. Misalkan ada yang minum oplosan, lalu karena memang punya sakit jantung kemudian meninggal yaitu dipicu minum miras ini, ada juga yang punya penyakit sesak, dan juga kencing manis. Jadi dokter belum bisa memastikan apakah miras oplosan di Banyuwangi ini menjadi penyebab utama meninggalnya para korban.

Advertisements

5 Comments

  1. Wah seharusnya diizinkan tuh miras oplosan beredar,biar orang orang tolol di Indonesia berkurang

    • wkwkwk para penganut YOLO : You Only Live Once,
      Polisi ntar aja nangkepnya setelah ditetapkan jadi Kejadian Luar Biasa tingkat nasional, biar yg orang-orang tulul bin bahlul banyak yg mamfus dulu….
      Miras illegal sumber kejahatan, pada ga kenal “drunk responsibility” soalnya, yg penting puyeng….

Monggo Tinggalkan Komen Sini Gan, Isian Kolom 3 Pake http://www.... Bila Susah Kosongin