Blokir STNK Mati Dua Tahun

Bonsaibiker.com – mas bro, info umu terkait pajak nih. Terkait legalitas kendaraan kita untuk dipakai di jalan. Ya, infonya adalah bahwa Blokir STNK Mati Dua Tahun Resmi Berlaku. Makanya bagi mas bro sekalian yang STNKnya sudah habis, jangan sampai melewati 2 tahun. Motor bakal didelet dari registrasi data di samsat dan dianggap motor rongsokan atau motor bodong.

Blokir STNK Mati Dua Tahun Resmi Berlaku Kang
Blokir STNK Mati Dua Tahun Resmi Berlaku Kang

Jelasnya mas bro, kni Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mulai memberlakukan atura penghapusan atau blokir data kendaraan yang STNK telah mati (masa 5 tahun) lalu selama dua tahun berturut-turut setelahnya gak ngurus pajak. Ini berlaku bagi mobil dan sekaligus sepeda motor. Nah, yang ngeyel, ya bakal jadi barang rongsokan kendaraannya.

Dasar hukum aturan ini adalah Undang-undang Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 pasal 74 dan Peraturan Kapolri Nomor 5 Tahun 2012 pasal 110.

Namun mas bro, masih ada namunnya, aihihih. Saat ini aturan ini ditegakkan dimulai dari kendaraan yang tua, yang mngkin sudah tidak layak pakai dahulu. Motor atau mobil bosok mungkin mas bro, yang sudah lama ditinggalkan atau tidak digunakan oleh pemiliknya lantaran telah rusak berat dan sebagainya.

Nah setelah ini bisa dilaksanakan, baru bertahap pada kenaraan yang masih layak pakai yang gak mau bayar pajak. Direktur Registrasi dan Identifikasi (Regident) Korlantas Polri Brigjen Halim Pagarra, hari ini, Selasa (14/1/2020) menjelaskan hal ini dan dikutip wartawan lalu ramai diberitakan.

Dasar Penghapusan Data Kendaraan Bermotor

Mas bro, datanya kendaraan ini secara nasional, yang dicek pada Electronic Registrastion and Identification (ERI). Jadi nanti sesuai UU Nomor 22 Tahun 2009 Pasal 74, ada 2 dasar penghapusan registrasi kendaraan, yaitu :

  • Permintaan pemilik
  • Pertimbangan pejabat berwenang tentang registrasi kendaraan

Jadi mas bro, Pada ayat 2 UU di atas, penghapusan registrasi kendaraan bisa dilakukan ketika kendaraan rusak berat, gak bisa dipake, lalu pemilik tak meregistrasi minimal 2 tahun pasca masa berlaku STNK (5 tahunan) habis.

Bunyi aturannya Sebagai Berikur:

  1. Kendaraan bermotor yang telah diregistrasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 64 Ayat (1) dapat dihapus dari daftar registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor atas dasar: a. permintaan pemilik kendaraan bermotor, atau b. pertimbangan pejabat yang berwenang melaksanakan registrasi kendaraan bermotor.
  2. Penghapusan registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor sebagaimana dimaksud pada Ayat (1) Huruf b dapat dilakukan jika: a. kendaraan bermotor rusak berat sehingga tidak dapat dioperasikan, atau b. pemilik kendaraan bermotor tidak melakukan registrasi ulang sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun setelah habis masa berlaku STNK Bermotor.