Pemudik Mbludak Susah Dicegah

Bonsaibiker.com – mencermati kabar terkini terkait Corona, kayaknya kondisi bisa jadi runyam. Pasalnya kini pemudik makin liar dan tak terkendali. Pemudik Mbludak Susah Dicegah, Padahal Intruksi Karantina, Ngeri!

Pemudik Mbludak Susah Dicegah
Pemudik Mbludak Susah Dicegah

Betapa tidak mas bro sekalian, ngintip di Klaten misalnya, sebanyak 7.222 pemudik telah tiba di daerah ini. Ribuan pemudik ini tersebar di 26 kecamatan di wilayak Klaten jawa Tengah ini. Ketua Satgas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Pemkab Klaten, Ronny Reokmito, hari Minggu kemarin, (29/3/2020) memaparkan data ini.

Nah, antisipasinya yang ngeri mas bro. Untuk meghadang peredaran Corona ininampak harus usaha ekstra. Sejauh ini bagi para pendatang dari daerah terpapar kasus Corona, harus lapor ke gugus tugas desa. Nah, mereka ini didata. Lalu kemudian harus mengisolasi mandiri selama 14 hari. Nah, selama Isolasi 14 hari, ini para mudekrs ini musti pakai masker, jaga jarak satu meter dengan orang lain dan musti berlakukan pola hidup sehat. Nah mislkan kalau mengalami gejala baru ke puskesmas. Sejauh ini baru itu yang bisa dilakukan Pemda setempat.

Lain di Klaten, mirip juga di Cirebon, hanya satu desa di cirebon, ternyata setelah beberapa hari didata, ada seratusan pemudik yang datang dari Jakarta. Aturannya sama dengan di Klaten, musti didata dulu dari Desa, lalu Karantina mandiri.

Sementara itu di Kabupaten Gunungkidul ternyata juga terjadi lonjakan pemudik yang cukup signifikan. Pada hari minggu, 29 Maret 2020 kemarin tercatat bahwa jumlah pemudik masuk samapi pukul 12.50 WIB sebanyak 3.877 orang. Hal ini dijelaskan oleh Bupati Gunungkidul, Badingah, pada hari Minggu kemarin, 29 Maret 2020.

Ngeri mas bro, melonjak tajam, pada Kamis lalu, data pemudik masih di angka 1.188 orang. Lalu kemaring meningkat tajam. Pemudik ini paling banyak datang ke tiga kecamatan, yakni Playen, Nglipar, dan Semanu.

Duh, rentan banget yang begini ini mas bro. Mungkin di jakarta banyak yang jualan, lalu jualannnya sepi akhirnya mudik. Duh, jadi susah mungkin untuk mencegah peredaran virus ini sementara ini.

Total mas bro, dalam 8 hari terakhir ini dilaporkan terkait pemudik. Bahwa terdapat 876 armada bus antarprovinsi mengangkut sekitar 14.000.000 penumpang dari Jabodetabek ke wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan juga DIY. Mudikers lho ini nampaknya.