Moge Pada Ketilang Di Jakarta

Bonsaibiker.com – belakangan di berbagai wilayah di Indonesia rajin menggelar operasi terhadap penggunaan knalpot racing. Di Jogja razia digelar untuk menjaring knalpot Blombongan, di Jatim digelar razia knlpot brong. Nah di Jakarta diberitakan banyak motor berkenalpot racing kena razia. Bukan cuman motor kecil yang kena mas bro, Moge juga Pada Ketilang Di Jakarta Lantaran Pake Knalpot Racing ini.

Moge Pada Ketilang Di Jakarta Lantaran Pake Knalpot Racing
Moge Pada Ketilang Di Jakarta Lantaran Pake Knalpot Racing

Seperti namapk pada foto di atas, ada moge Kawasaki ninja yang ketilang, entah itu Ninja 600 atau ninja 1000 kurag tahu persi mas bro, gambarnya kurang jelas.

Ninja-Pada-ditilangin
Ninja-Pada-ditilangin

Selain moge, ternyata motor sport 1/4 liter juga banyak yang ditilangin gara-gara knalpot racing ini mas bro. Demikian juga matik seperti NMax juga dirazia mas bro. Seperti nampak pada foto di atas masbro.

ninja-rame-rame-kena-tilang
ninja-rame-rame-kena-tilang

Yup mas bro sekalian, info ini dishare oleh akun ig jakfoni sebagai berikut :

Polri menindak para pengendara roda 2 yang menggunakan kenalpot Racing di JL Patimura Kebayoran Baru Jakarta Selatan.

Mohon tidak ugal ugalan dijalan dan gunakan kenalpot yang tidak bising demi saling menjaga kenyamanan antar pengguna jalan lain
Kamu bisa loh berbagi info ke kami
dengan cara Mention @jakfoni

Via @satpatwalpoldametrojaya

jktinfoterkini #jakfoni #jakfoniwisata #jakarta #jakartapusat #jakartabarat #jakartatimur #jakartautara #jakartaselatan

22 jam

Mas bro, aturan terkait knalpot racing adalah sebagai berikut :

Bunyi Pasal 285 Ayat (1) Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan :
Setiap orang yang mengemudikan sepeda motor di jalan yang tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan yang meliputi kaca spion, klakson, lampu utama, lampu rem, lampu penunjuk arah, alat pemantul cahaya, alat pengukur kecepatan, knalpot, dan kedalaman alur ban sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (3) juncto Pasal 48 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah).

Jadi, ya siap-siap bayaar 250 rebay.