Mas bro sekaian, sebuah hembusan angin kencang di duni aotomotif yang ramai. Yakni ada wacana Mobil Baru Pajak 0 Persen. Jadi kalau beli mobil baru harga On The Road bakal dapat harga Off Teh Road. Waa, Harga mobil baru Bakal Terjun Bebas ini mas bro, kalau wacana ini goal.

Mobil-Baru-Pajak-0-Persen-Harga-Bakal-Terjun
Mobil-Baru-Pajak-0-Persen-Harga-Bakal-Terjun

Mobil Baru Pajak 0 Persen Tengah Digodok

Mas bro, beberapa hari lalu Ketua umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Yohannes Nangoi menyampaikan hal ini. Yakni bahwa Mobil Baru Pajak 0 Persen ini merupakan insentif yang digadang-gadang bisa memberikan dampak luas pada industri otomotif. Jadi dengan turunnya harga mobil baru bisa mendongkrak daya beli masyarakat supaya bisa kembali membaik. Pasalnya sejak pandemik Corona ini dunia otomotif dan bisnis seakan runtuh.

Rincian Pajak 0 % Mobil Baru

Mas bro, Yohannes Nangoi ini menyatakan bahwa Rincian Pajak 0 % Mobil Baru ini. Misal orang beli mobil Toyota Avanza, maka harganya bisa turun Rp. 15 juta -20 juta tergantung model.

Jadi dalam pembelian mobil baru kan ada klaus PKB atau yang merupakan singkatan dari Pajak Kendaraan Bermotor dan bea balik nama kendaraan bermotor atau yang disingkat jadi BBNKB).

Nah, nanti turunnya harga mobil baru ini, bakal terjadi ketika pemerintah yang mengambil pajak untuk mobil baru ini. Maka nantinya, harga on the road yang lebih mahal karena sudah termasuk biaya pajak tidak akan terjadi, Jadi yang ada nanti adalah harga off the road belum menyertakan pembayaran pajak. Jadi menurut pak Yohannes ini nantinya harga off the road adalah harga mobil baru resmi yang sudah bisa turun ke jalan. Jadi PKB gak ada mas bro.

Pak Yohanes ini kabarnya telah diskusi dengan Kemenperin. Kabarnya terdapa 2 hal intensif untuk dunia otomotif ini yakni :

  • Yang pertama adalah terkait PPNBM, pihak pebisnis minta keringanan pajak barang mewah untuk pajak-pajak misalkan mobil yang diproduksi di Indonesia.
  • Yang ke dua adalah adanya relaksasi harga on the road kendaraan bermotor.

Jadi, PKB dan bea balik nama bisa dapat support dari pemerintah, artinya dapat keringanan. Ini katany ayang disampaikan ke kemendagri. Pak yohanes ini menuturkan bahwa PPnBM ke Kemenkeu ini dikoordinasikan Kemenperin langsung di bawah Pak menteri.

Masih Wacana

Mas bro, Mobil Baru Pajak 0 Persen Tengah ini beru sekedar wacana lho mas bro, menurut pak Yohannes ini. Namun ya ini sudah dikomunikasikan dengan pemerintah. aitu baik itu pemerintah pusat maupun daerah. Harapannya wacana ini bisa diwujudkan hingga kuartal pertama tahun 2021 mendatang

Jadi di Indonesia ini memang market otomotif tengah lesu banget. Kalau gak ada insentif, dikhawatirkan bakal ada PHK, lalu bahkan bisa jadi perusahaan ditutup. Para anggota Gaikindo memang sebenarnya hanya minta disupoort pemerintah. Tidak perlu membebani pemerintah terlalu berat agar tetap bertahan eksis, ya hanya minta insentif kesil yakni PKB dan BBNKBM. Makanya bergulirlah wacaran Mobil Baru Pajak 0 Persen ini mas bro. Riancian relaksasi pajak ini dibagi terdiri dari 2 unsur mas bro. yakni:

  • Bagi ePmerintah daerah yakni PKB dan BBNKB.
  • Bagi pemerintah pusat yakni pajak pertambahan nilai (PPN) dan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM).

Mas bro, wacana ini menag konon telah dilontarkan oleh Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang. Pak menteri ini konon telah mengajukan relaksasi pajak pembelian mobil baru sebesar 0%. Ini diharpakan bisa menstimulus pasar otomotif sekaligus mendorong pertumbuhan sektor otomotif di tengah masa pandemi Covid-19. Biar gak tutup produksi alias gulung tikar mas bro.

Mas bro, Menperin kabarnya telah menyampaikan usul Mobil Baru Pajak 0 Persen ini kepada Menteri Keuangan, Yaitu usul relaksasi pajak mobil baru 0% sampai bulan Desember 2020. Usilan ini tleh disampaikan sejak pekan lalu. Yaitu saat diselenggarakannya Rakornas Kadin, pada hari Kamis 10-09-2020 lalu. Yakni guna mendorong percepatan pemulihan sekot otomotif.

Jadi kata pak menteri ini industri otomotif ada turunan begitu banyak makanya perlu diberi perhatian agar daya beli masyarakat meningkat. Diharpakna ini bisa membuat industri otomotif bertahan.

Wak kira-kira macam mana ya kelanjutan waca Mobil Baru Pajak 0 Persen ini!>