Di Indonesia Inovator Mobil Listrik Bukan Didukung, Malah Jadi Tersangka?

Dasep
Dasep

Nama Dasep Ahmadi belakangan sugguh tenar, utamanya setelah ia ditahan oleh Kejaksaan Agung pada Selasa, 28 Juli 2015 kemarin di Rutan Salemba Cabang Kejagung selama 20 hari ke depan demi kepentingan penyidikan. Dasep Ahmadi, sebagaimana kita tahu, adalah inovator dan tersangka kasus korupsi pengadaan 16 mobil listrik tahun anggaran 2013. Penahanan Dasep menjadi polemik di kalangan para pemerhati otomotif dan ekonmi Nusantara, antara tuduhan korupsi dan hasil inovasi.

Yang dituduhkan

Tuduhan yang dialamatkan padanya adalah kasus dugaan korupsi pengadaan mobil listrik, dimana Dasep disebut mengingkari kontrak kerja sama dengan Kementerian Badan Usaha Milik Negara selaku inisiator proyek. Bahwa 16 mobil yang diciptakannya untuk KTT APEC 2013 Bali tak ada yang bisa dipakai. Dari sini negara diasumsikan rugi Rp 32 miliar dimana Dasep sudah mengantongi pembayaran sebesar 92 persen. Kabarnya penahanan Dasep untuk mencegahnya menghilangkan barang bukti atau melarikan diri.

Bantahan Dasep

Dasep merasa tak pantas ditetapkan sebagai tersangka meski ia akan tetap menghadapinya hingga persidangan untuk membuktikan dirinya tak bersalah. Menurutnya ia hanya insinyur yang diberi tugas oleh negara dan sudah saya lakukan sebaik-baiknya. Dasep membantah soal mobilnya disebut tak sesuai spesifikasi. Ia mengatakan bahwa Mobil itu sudah sesuai spek, dan bisa dicek. Sementara tuduhan mobil tak bisa dipakai, menurutnya sudah dipakai di mana-mana, dipakai Kementerian, dipakai APEC.

Banyak Tulisan Berseliweran Mendukung Dasep

Ketik saja Dasep, atau Dasep Ahmadi, atau Dasep Ahmadi Tersangka, langsung mbrudul bermnculan sekian banyak tulisan tentang Dasep ini, terutama sekali setelah penahanannya Selasa lalu. Nah, dari sekian banyak tulisan mengenai Dasep. Yang paling menarik adalah sebuah tulisan pengamat ekonomi politik Universitas Indonesia, Faisal Basri di blog pribadinya faisalbasri01.wordpress.com, pada Selasa (28/7/2015), dengan judul “Dasep Ahmadi: Inovator yang Jadi Tersangka”.

Faisal menyorot tajam hal ini, utamanya, pada saat uji coba mobil listrik yang dihasilkan tak kuat menanjak dan cepat panas dijadikan alasan dugaan korupsi mobil listrik. Dalam tulisannya ia mempertanyakan bahwa aparat kejaksaan Agung tidak pernah nonton laga F1 yang pembalap-pembalapnya sering mengalami berbagai macam masalah mesin sampai ban sehingga harus keluar dari sirkuit, padahal pabriknya adalah pabrik mobil terkemuka di dunia. Dana Rp 2 miliar per mobil harus sekali mencoba dan dituntut sempurna. Menurut Faisal Dasep bukan malaikat. Nasionalisme yang menggebu membuat ia menerima tantangan menghasilkan mobil listrik. Ia tidak mencari untung dari proyek mobil listrik yang menjeratnya. Faisal juga mengatakan, dirinya sangat yakin Dasep tidak mengambil keuntungan dari tantangan yang diberikan padanya.

Wallahu A’lam.

Advertisements
Advertisements

13 Comments

  1. gegeretan gua jdinya !!
    pengen gua bakar aj pemerintahan yg skrang !!
    kga liat x busway yg kebakar terus tp lulus jalan !!

  2. maunya emang gitu, karena khawatir Indonesia bisa bangkit & mandiri lewat teknologi mobil listrik, yang notabene merupakan teknologi masa depan pengganti teknologi usang mesin bakar yang dikuasi pabrikan jepun dan ngeropah…..cmiiw….

  3. Apakah mobil listrik yg kata pejabatnya “tidak lolos uji emisi” itu?
    Sampe sekarang saya msh gagal paham, mesin listrik darimana emisinya? Lalu metromini yg ngebul kok msh bisa lolos uji emisi?
    #miris…

  4. Judulnya “Maling teriak Maling, sembunyi dibalik dinding, pengecut lari terkencing2” Kalau kata Iwan Pals di lirik lagunya, maklumlah Indonesia Negara 1001 Korupsi…

  5. sebenarnya saya cuma mau tahu sebenarnya proses pengajuan dananya seperti apa? biasanya untuk proses sponsorship kan kita ajukan proposal kemudian di kaji proposal kita kemudian diadakan uji kelayakan, baru dana turun dan itupun seharusnya plafond dana sudah jelas, nah untuk masalah korupsi kan sudah jelas terlihat dananya berapa, kemudian laporan pertanggung jawaban bisa diteliti untuk dilihat korupsi apa nggak mas..

  6. Ah biasalah pasti ulah jepun biar kendaraan buatan mereka terus di konsumsi negara ini.
    Agar mereka tidak bangkrut.

Monggo Tinggalkan Komen Sini Gan, Isian Kolom 3 Pake http://www.... Bila Susah Kosongin