HDCI Klarifikasi dan Akui Kesalahan Trobos Lampu Merah | Bonsaibiker

HDCI Klarifikasi dan Akui Kesalahan Trobos Lampu Merah

HDCI

HDCI

Setelah ramai digunjingkan di dunia maya dan diblow media, yakni tentang romobngan moge yang menerobos lampu merah di Jogja, pengurus Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) memberikan klarifikasi dan mengakui ada tindakan yang salah dalam pelaksanaan even Indonesian Bike Week 2015 oleh para pemoge yakni adanya pemoge yang tak mematuhi rambu lalu lintas.

Berikut statmen Ketua HDCI Yogyakarta, Gatot Kurniawan, saat memberikan klarifikasi, di Jogja City Mall, Yogyakarta, Minggu (16/8/2015):

“….Kami minta maaf apabila menjadi penyebab ketidaknyamanan. Terimakasih sudah mengingatkan kita sebagai biker. Kita tidak akan melakukan pembenaran….”

Menurut Gatot, secara prinsip sebagai pengendara moge juga memiliki aturan yang diantaranya harus mematuhi rambu lalu lintas. Ia juga mengaku telah dihubungi pengurus HDCI pusat atas berkembangnya insiden tersebut. Namun, kenyataan di lapangan berbeda. Ia mengkalrifikasi bahwa dari sekian banyak pemoge banyak yang tidak terdaftar dalam klub, hanya 50 % saha.

“…Evaluasi kami, dampak ketidaknyamanannya berapa besar. Kami dan HDCI Yogyakarta tak pernah seperti itu (melanggar lalu lintas). Yang melanggar bukan resmi anggota kami,”

Semoga setidaknya ini bisa meredam suasana panas.

Advertisements

14 thoughts on “HDCI Klarifikasi dan Akui Kesalahan Trobos Lampu Merah

    pemburu kampret
    on said:

    jozz buat si Om, btw gw salut buat pemoge yg hbis nabrak pohon demi kepentingan negara dia rela nabrak pohon !!
    semoga pemoge lain yg ugal2n/arogan mengikuti jejaknya ..ngoahaha

    Ponari Sweet
    on said:

    Numpang sharing

    Pasal 134 UU no 22 tahun 2009

    Bagian Kedelapan
    Hak Utama Pengguna Jalan untuk Kelancaran
    Paragraf 1
    Pengguna Jalan yang Memperoleh Hak Utama
    Pasal 134
    Pengguna Jalan yang memperoleh hak utama untuk didahulukan sesuai dengan urutan berikut:
    a. Kendaraan pemadam kebakaran yang sedang melaksanakan tugas;
    b. ambulans yang mengangkut orang sakit;
    c. Kendaraan untuk memberikan pertolongan pada Kecelakaan Lalu Lintas;
    d. Kendaraan pimpinan Lembaga Negara Republik Indonesia;
    e. Kendaraan pimpinan dan pejabat negara asing serta lembaga internasional yang menjadi tamu negara;
    f. iring-iringan pengantar jenazah; dan
    g. konvoi dan/atau Kendaraan untuk kepentingan tertentu menurut pertimbangan petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia.
    Paragraf 2
    Tata Cara Pengaturan Kelancaran
    Pasal 135
    (1) Kendaraan yang mendapat hak utama sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134 harus dikawal oleh petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia dan/atau menggunakan isyarat lampu merah atau biru dan bunyi sirene.
    (2) Petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia melakukan pengamanan jika mengetahui adanya Pengguna Jalan sebagaimana dimaksud pada ayat (1).
    (3) Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas dan Rambu Lalu Lintas tidak berlaku bagi Kendaraan yang mendapatkan hak utama sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134.

    Penjelasan Huruf g
    Yang dimaksud dengan “kepentingan tertentu” adalah kepentingan yang memerlukan penanganan segera, antara
    lain, Kendaraan untuk penanganan ancaman bom, Kendaraan pengangkut pasukan, Kendaraan untuk penanganan huru-hara, dan Kendaraan untuk penanganan bencana alam.

    Mudah2an tidak terulang lagi.
    Numpang sharing aplikasi android untuk merawat motor manual di Google play Gan
    https://play.google.com/store/apps/details?id=rifel.application.servismotorkopling

    Joko
    on said:

    Ketua HDCI pusat nggak minta maaf tuh. KApolri juga nggak minta maaf.

    Dan ngaku juga, yang melanggar buka HDCI Jogja. Berarti HDCI mana pak?

    nkskeparat
    on said:

    alhamdulillah,, udah minta maaf..
    semoga segera ada perubahan yang lebih baik,
    karena kalau tidak,
    klub HD jenis apapun akan segera dibenci masyarakat..

    brigade jalan raya
    on said:

    50% yakin? :mrgreen:

    berarti manajemene harus bagus lagi. biar ga disusupi anggota nakal dan ilegal.

    edik
    on said:

    Emang dasar sempak nih orang2

    Yanto kusumo
    on said:

    Om saya kan ada dana 33jt mending mana: cbr 250 bekas/cbr 150 fi thailand/cbr lokal? Sama nanya fairing K45 kalo dipasang di duo cbr fi thailand muat gak?
    Maaf om bons kalo ga nyambung sama artikel

      kalau saya pribadi mending yang second 250 gan, kini harganya dapat murmer dan lebih anteb.

      mesti ada beberapa prubahan dudukan gan untuk masang tidak langsung plek

    Antara aturan normal dan aturan khusus konvoi yang dikawal oleh Polisi tidak nyambung (aturan mematuhi rambu2 Lalin). Sebaiknya aturan tersebut dikaji ulang.

    ulum
    on said:

    ya begitulah ulah dr ketua,lempar batu sembunyi tangan,mending kalo ada mage lwt dilemparin aja,sy uda berkali-kali ketemu rombongan moge/HDCI,slalu dinunjukin kepalan tangan

    ipul
    on said:

    kok mogenya aja yg ninta maaf.. polisinya diem aja da yg langgar lalin.. malah dukung suruh lewat.. mana tanggung jawabmu.. masak rakyat miskin aja yg ditilang..

Monggo Tinggalkan Komen Sini Gan

%d bloggers like this: