Improfisasi Waga Terkait Corona 19 Kadang Mengerikan

Improfisasi Waga Terkait Corona

Bonsaibiker.com – mas bro, ternyata tak terbayang sebelumnya bahwa Improfisasi Waga Terkait Corona yang merebak sejak 2019 Kadang Mengerikan. Tindakan warga di lapangan terkadang di luar kendali, bahkan di luar dugaan. Misalnya saja lihat spanduk di bawah ini!

Improfisasi Waga Terkait Corona
Improfisasi Waga Terkait Corona

Ya, beberapa warga memang ndablek saja terhadap pandemi ini. Beberapa lagi peduli, namun beberapa ada juga yang bener-bener antipati dan panik. Sikap antipati yang dilandasi kepanikan inilah yang terkadang menimbulkan masalah.

Yakni mulai dari penolakan terhadap jenazah yang meninggal karena Corona. Misalnya saja dalam kasus di Jawa tengah, dimana seorang pegawai medis yanag meninggal karena corona ditolak warga untuk dimakamkan di daerahnya.

Simak saja dalam artikel lalu berikut ini!

Jenazah Perawat RS Kariadi Ditolak Warga di Ungaran, Warga ini Dihujat Warganet

Kemudian ada lagi di Ponorogo Jawa Timur. Yakni bahwa terkait karantina mandiri yang dilakukan, kemudian warga ada yang membuat portal dari batu. Jalan dibobok dengan tatanan batu yang bikin orang samasekali tak bisa lewat.

Mas bro seklian bisa simak dalam artikel berikut!

Dan yang belakangan terjadi adalah seperti gambar di atas. Muncul sebuah spanduk terpapmpang di internet yang dengan nada-nada antipati. Lihat saja mas bro, statmennya :

  • Watuk 1x = Rapopo (Batuk sekali = gak apa apa)
  • Watuk 2x = Pliriki (Batuk 2 kali = dipelototin)
  • Watuk 3x = Diantemi (batuk 3 kali dipukulin)
  • Watuk Ngikil = Pateni (batuk terus menerus sama saja dengan dibunuh)

Yup mas bro, kan ada petunjuk dari dunia kedokteran terkait beberapa ciri ketika seseorang kena corona. Mulai dari sakit tenggorokan, demam, dan sebagainya, hingga batukpun dicurigai. Nah, saking antipatinya masyarakat, maka timbullah seperti dalam spanduk di atas.

Ya, entah itu ssepanduk hany di dunia maya atau bener dari dunia nyata, entah itu sada-atau tidak sadar, atau sekedar berseloroh, tapi ya jelasnya membuat stigma negatif terkait para penderita mas bro. Betul mereka itu harus diisolasi supaya tidak menularkan, tapi masak ya harus segitunya perlakuan kita pada orang yang baru misalkan menderita batuk. Meskipun hanya sebuah spanduk, tapi kan ya cukup ngeri.

Yup mas bro, semoga saja nantinya Improfisasi Waga Terkait Corona ini tidak kebablasan.

Monggo Tinggalkan Komen Sini Gan, Isian Kolom 3 Pake http://www.... Bila Susah Kosongin

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: