Surat Terbuka Konsumen Wuling Terkait Oli Gardan Bocor pada Convero 1.5

Surat Terbuka Konsumen Wuling

Bonsaibiker.com – mas bro sekalian, ada sebuah Surat Terbuka Konsumen Wuling Terkait Oli Gardan Bocor. Surat ini ditulis oleh Haris Renhard Disond Situmorang dengan menggunakan akun Fbnya atas nama tersebut juga ke grup Wuling Owners and Fans Indonesia (WOFI).

Surat Terbuka Konsumen Wuling Terkait Oli Gardan Bocor
Surat Terbuka Konsumen Wuling Terkait Oli Gardan Bocor

Surat ini dipublish hari ini kurang lebih pukul 07.25 WIB di grup FB WOFI. Sebagaiman tertulis pada alinea di atas, Surat Terbuka Konsumen Wuling ini berisikan keluhan terkait gardan. Nah mas bro dalam postingan ini penulis surat menjelaskan secara detail keluhan masalah gradan bocor yang menimpa mobilnya.

Isi Surat Terbuka Konsumen Wuling

Berikut ini isi Surat Terbuka Konsumen Wuling:

Haris Renhard Disond SitumorangWuling Owners and Fans Indonesia (WOFI)

59 menit • SURAT TERBUKA DARI KONSUMEN YANG MERASA DIRUGIKAN PELAPORAN keluhan : oli gardan bocor hingga mengering……. Dear SGMW Motor IndonesiaMelalui surat ini, saya Haris Renhard Dison Situmorang sebagai owner dan user unit Confero NIK: MH3AAAGA9HJ001871. No. Mesin: L2B8H52220312 bermaksud memyampaikan perihal keluhan terkait kerusakan gardan. Sebagaimana diketahui, pergantian oli gardan menurut panduan servis berkala dilakukan pada KM 5.000, 20.000, 50.000, 80.000, dan kelipatan lanjut dengan interval yang sama. Pemeriksaan oli gardan juga dilakukan tiap servis pada tiap interval servis lainnya.

Dalam hal ini, saya telah melakukan penggantian oli gardan yang petama, kedua, ketiga dan ke empat paling akhir pada saat servis 80.000 KM, pada ODO 83188 KM. Bukti transaksi dengan No. RO: RO0041620191200021 dan pencatatan pemeriksaan terlampir.

Selanjutnya, pelaporan dan pencatatan pemeriksaan dalam buku servis di KM 90.000, ODO: 94442 menunujukkan telah dilakukan pemeriksaan pada oli gardan, namun dalam bukti pelaporan dalam buku servis tidak ditemukan stempel resmi bengkel, BAHKAN tidak ada check list hasil pemeriksaan pada pemeriksaan berkala KM 100.000, ODO: 104319. namun terdapat stempel resmi dan tanda tangan petugas.
Terkait dengan kasus kerusakan gardan unit Confero saya, dan berdasarkan dua hal yaitu:

  1. Pencatatan saat servis dalam buku servis.
  2. laporan pihak diler kepala teknisi wuling malalayang yang di kepalai pak Markus yang hanya fokus melaporkan estimasi jarak tempuh dari KM 80.000 sampai KM waktu kejadian rusaknya mobil saya. (terkesan Hanya untuk memojokkan saya sebagai konsumen,demi menutupi kelalaian dari pihaknya) KARENA setelah saya servis penggantian oli gardan KM 80 ribu. Setelah itu ada dua kali lagi servis berkala mobil saya, baru kemudian ada kejadian mobil saya rusak. (itu artinya tidak ada kejujuran integritas padanya).

maka saya mempertanyakan keabsahan, kebenaran, dan ketelitian teknisi maupun SA saat melakukan pemeriksaan oli gardan pada saat servis 90.000 KM dan 100.000 KM.

dibawah Ini tanya jawab saya dengan kepala servis pak Markus di diler lewat japri di WA.
(Saya Haris Situmorang: Jadi tidak mau akui ada kelalaian dalam waktu service mobil saya ? …
[27/8 13.54] Haris Situmorang: kalau begitu bisa dijelaskan olinya kemana dan tanda apa yang pertama ditemukan pada gardan itu sehingga bisa rusak …
[27/8 14.16] Haris Situmorang: Gardannya Wuling yang mobilnya rajin servis berkala bisa hancur dengan sendirinya tanpa penyebab …
[27/8 14.24] Pak Markus Wuling Malalayang: Masalah di Gardan ada banyak faktor penyebab :

  1. Cara pakai ( wajar atau tidak )
  2. Oli kurang dari standard atau habis ( ada kebocoran )
  3. Penggunaan oli yang tidak sesuai spesipikasi
  4. Komponent gardan)

Jawaban dari Saya Haris Situmorang:

Cara pakai, yang wajar nya seperti apa dan tidak wajarnya seperti apa? Tolong jelaskan.

Oli kurang/habis dan ada kebocoran. Tolong perbaiki SOP dealer apakah di periksa kondisi dan level oli gardan dalam kondisi baik/kurang, dan apakah sudah di pastikan sudah di cek?. Kalau sudah di cek berarti ada proses membuka dan memasang komponent baut pengisian oli, jika tidak di cek berati SOP dalam perbaikan tidak dilakukan pada beberapa kali/service terakhir kendaraan di dealer.

penggunaan oli tidak sesuai spec, sudah jelas kendaraan lakukan servce rutin ke dealer dan pastinya memakai oli sesuai stdard SGMW 4.Komponent gardan ( dalam asumsi cacat, gagal produk dll) dalam kasus ini jika disebabkan oleh komponen gardan berrati kendaraan/komponen gagal produk, tetapi jika diasumsikan ini karena komponen gardan, sepertinya tidak!, Kenapa, karena kerusakan terjadi akibat oli habis karena bocor dari baut pengisian oli yang longgar/tidak di kencangkan.

SEDERHANANYA jika baut itu longgar/lepas, adalah faktor dari pemasangan baut yang tidak dikencangkan secara baik/sesuai standar momen pengencangan baut dibuku referensi manual wuling.Jawaban pak Markus tidak terarah penyebab dari masalah tersebut, hanya kemungkinan dan tidak memiliki data analisis mengenai hal tersebut. Jika dilihat dari beberapa faktor yang di jelaskan markus, semua hanya untuk menutupi/ permasalahan. Terlampir di buku servis tgl 24 Juli.

Iniloh SOP nya kemana, bulan juni oli gardan harusnya di cek apakah kurang atau oli nya harus diganti? Diperiksa atau tidak? Proses pemeriksaannya seperti apa? Apa hanya dilihat tanpa membuka baut? Prosesnya tetap harus di buka, kenapa harus di buka yah karena harus untuk melihat level dan kondisi oli nya, kalau tidak berarti tidak ada proses pemeriksaan kekencangan baut, level oli gardan.

  1. Jika pak Markus membenarkan tindakan yang dilakukan pihaknya pada servis penggantian oli di KM 80 ribu, maka pada jadwal servis 90 ribu atau di jadwal servis 100 ribu 24 Juli berikutnya, sudah PASTI diketahui kondisi baut gardan dan level oli gardan dalam keadaan normal atau tidak. Karena TERBUKTI saat mobil saya rusak tggl 20 agustus ditemukan oli didalam gardan kosong dan bautnya longgar. Kesalahan tetap ada di pihak mereka.
  2. bila pak Markus membenarkan di waktu KM 80 ribu terjadi kelalaian dalam mengunci baut setelah selesai pengisian oli, maka OTOMATIS tidak lama dari waktu tersebut mobil saya sudah rusak, ATAU pada servis di KM 90 ribu dan di waktu servis KM 100ribu HARUSNYA sudah di ketahui kondisi baut dan oli gardan, apakah normal atau tidak. Kesalahan tetap ada dipihak mereka.


JADI, Karena kerusakan pada gardan mobil saya terjadi 26 hari setelah servis berkala tgl 24 Juli, MAKA SUDAH BISA DIPASTIKAN servis terakhir di tgl 24 Juli itu KELALAIAN TEKNISI SAAT PENGECEKAN OLI GARDAN TIDAK DILAKUKAN SESUAI PEMASANAGAN BAUT YANG TIDAK DIKENCANGKAN SECARA BAIK/ SESUAI STANDAR MOMEN PENGECANGAN BAUT SESUAI DIBUKU REFRENSI MANUAL WULING. karena saat kejadian saya dan 6 orang saksi melihat gardan oli dalam keadaan kosong dan akibat baut yang longgar.

Saya sangat kecewa, saya keberatan jika kerusakan gardan tersebut dituduhkan kepada saya sebagai user dan owner, karena selama ini saya telah mempercayakan wewenang pemeriksaan berkala unit secara PENUH pada bengkel resmi yang ditunjuk SGMW. selain itu, saya telah memenuhi kewajiban dan taat pada prosedur perawatan berkala unit sesuai buku servis berkala. Bukti tiap service berkala terlampir. (dalam postingan Surat Terbuka Konsumen Wuling)

Dengan demikian saya meminta pertanggungjawaban dan penggantian gardan secara gratis atas kerusakan gardan unit saya tersebut. Saya ulangi lagi masalah saya.

  1. Mobil ini jadi rusak karena kelalaian dari pihak dealer.
  2. Mobil ini adalah sumber nafkah saya jadi secara langsung kelalaian pihak dealer telah mematikan nafkah saya.
  3. Saya telah minta pengertian dealer supaya ada semacam penyelesaian melalui kebijakan yang cepat untuk masalah nafkah saya.
  4. Jawaban yang saya terima:
  • a. hanya fokus tentang rusaknya mobil tetapi akibat langsung dari kelalaian dealer terhadap mata pencaharian saya tidak ada penyelesaian.
  • b. pihak dealer terkesan tidak mau mengakui dan tidak mau bertanggungjawab atas kelalaian yang mengakibatkan terganggunya nafkah saya dari mobil itu.
  • c. tidak ada kepastian berapa lama saya menunggu sementara masalah kerugian akibat smatinya masalah nafkah saya dari mobil itu tidak ada solusi yang jelas.

untuk itu saya hanya akan mengambil mobil saya bila sudah ada kepastian tentang solusi nafkah saya atas mobil itu. Saya bermohon agar permohonan ini dipahami dengan baik oleh pihak PT SGMW Motor Indonesia (Wuling Motors) dan semua jajarannya.

gardan-wuling-bocor-karena-dealer
gardan-wuling-bocor-karena-dealer dalam Surat Terbuka Konsumen Wuling


Mas bro, demikian artikel tentang Surat Terbuka Konsumen Wuling. Ya memang anmanya manusia tetep saja ada salah dan lupa. Semoga bisa menjadi koreksi bagi semua. Tidak perlu saling menjatuhkan, tapi tetep harus ada solusi.

2 thoughts on “Surat Terbuka Konsumen Wuling Terkait Oli Gardan Bocor pada Convero 1.5

  • 28 Agustus 2020 pada 11:20
    Permalink

    makanya tu mobil wuling jam terbang di indonesia msh baru shrsnya jgn dipilih tetapi sbg perbandingan aja ma merk lain kl gt lbh baik avanza xenia ertiga dll wl second tp oke

    Balas
  • 28 Agustus 2020 pada 19:59
    Permalink

    saya pakai avanza selama 3 tahun, menempuh hampir 100K Km,
    dan saya tidak mengenal istilah ganti oli gardan atau oli tranmisi ,
    yg saya lakukan hanya ganti oli mesin saja, dan si avanza kata yg beli keadaan mantan mobil saya masih bagus sekali,
    laaah ini wuling?…… mwkwkwkwkwkwkw,
    makanya biar diskon 40% saya tidak akan beli

    Balas

Monggo Tinggalkan Komen Sini Gan, Isian Kolom 3 Pake http://www.... Bila Susah Kosongin

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: